
Indra tiba tiba sadar jika keberadaan Bam menghilang dari sebelahnya, Batinnya bertanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi?.
"Bahkan Mahishasura juga tidak ada disini, Apa jangan jangan mereka telah bersiap dengan serangan yang kami rencanakan, Itu berarti memang benar jika Alam dewa Olympus bertanggung jawab atas hilangnya Said." Indra mencoba berfikir keras, Dengan harapan bisa menemukan jalan keluar.
Matanya memandang lurus kedepan melihat keadaan kota Olympus yang kacau balau akibat perbuatan Mahishasura, Untunglah Dewa Hades datang tepat waktu atau tidak Kota Olympus akan Rata dengan tanah dengan satu serangan Kehancuran milik Mahishasura.
Baru saja mengedipkan mata, Indra sudah berpindah posisi yang awalnya berada di depan gerbang benteng kini berada di dalam aula istana para dewa.
Indra memandang kesekelilingnya melihat 12 kursi berjejer yang menandakan 12 dewa yang berkuasa, Namun sebelas dari kursi kosong kecuali satu kursi yang paling besar dan megah, Diatas kursi singgasana itu duduk bertengger seorang dewa yang sangat kuat sembari tersenyum.
"Selamat datang teman lama!!."
Dewa itu adalah salah satu dewa utama dari 12 Dodekatheon, Zeus!!.
"Hah?, Apakah ini semacam sambutan untuk teman lama?." Indra tidak mengerti sambutan macam apa yang diberikan oleh dewa Zeus.
__ADS_1
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu bukan?, Aku pikir sudah 6000 ribu tahun kita tidak berjumpa, Kau sudah banyak berubah ya, Bagaimana keadaan ketiga istri mu.?" Ucapan Dewa Zeus itu membuat emosi Indra menjadi naik, Membuat Zeus bisa merasakan kemarahan Indra.
Wushhhhh!!.
Sepasang belati petir Indra menancap tepat di samping Dewa Zeus yang membuat nya tidak terkejut sama sekali, Karena dia tau watak dari Dewa Indra.
"Apa maksud mu menanyakan tentang istriku?, Kau cari mati ya!!." Ancam Indra dengan tatapan setajam tombak, Dia tidak suka dengan sikap Zues yang pernah menggoda ketiga Istrinya, Bahkan Indra sangat murka karena Zeus hampir meniduri salah satu istrinya.
"Tenanglah mari kita lupakan masa lalu, Pertemuan kita hanyalah reuni teman lama begitu bukan?." Zeus seakan tak takut dengan ancaman Indra yang akan membunuh nya.
"Ohhhh ku kira kau masih marah karena salah satu istri mu ingin ku nikmati." Ucapan Zeus itu memancing kembali kemarahan Indra, Namun tetap di tahannya.
"Aku hanya ingin menanyakan kebenaran padamu." Lanjut Indra kembali. kepada tujuan awalnya.
"Silakan tanyakan saja." Balas Zeus dengan santai.
__ADS_1
"Ini mengenai Tentang Ruler." Indra langsung to the point pada pembicaraan nya.
Tatapan mata Zeus langsung berubah seakan menyembunyikan sesuatu.
"Tidak ada hal yang lain, Yang ingin kau tanyakan mengenai Ruler aku tak bisa menjawabnya." Sikap Zeus terlihat sangat mencurigakan.
"Kenapa kau tidak bisa mengatakan nya?, Sebagai pemimpin para dewa Dodekatheon tidak kah kau merasa malu?." Indra merasa bahwa Zeus tidak memiliki karisma layaknya pemimpin dewa.
"Lalu bagaimana jika aku tidak mau mengatakan nya?." Zeus melotot seakan tak mau menjawab pertanyaan Indra.
Indra menghembus napasnya, Keduanya sama sama mengeluarkan auara yang sangat kuat hingga menyebabkan Distrosi ruang yang cukup hebat.
"Kalau begitu sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain memaksa mu untuk mengatakan nya, Bersiaplah Zeus." Indra segera memasuki mode perang nya, Batara Sakra Aktifkan!!.
Zeus tersenyum senang.
__ADS_1