
Ana sepertinya sedikit kecewa dengan kepolosan Said dan tidak peka terhadap keadaan yang telah dia buat.
"Baiklah aku akan kembali kedalam sebentar, Aku tidak ingin membangunkan mereka." Ucap Ana melihat tiga anak yang sedang di Gendong nya.
Segera Ana kembali masuk kedalam, Said menatap punggung wanita itu. Said bisa merasakan betapa besar kesulitan Ana sebagai orang yang tidak bisa menggunakan sihir.
Didunia yang sekarang, Dunia yang di penuhi oleh Mana dan banyak petarung. Mereka yang kuat di akui dan di banggakan, Sedangkan mereka yang tidak memiliki Mana sering kali mendapatkan Diskriminasi oleh banyak orang, Mereka hanyalah sampah Masyarakat, Bahkan ada suatu negara yang melakukan genosida terhadap Orang yang tidak memiliki Mana dalam tubuhnya.
"Keh.... " Seorang bocah laki laki menatap Said sambil tersenyum, Dia seakan memasang kuda kuda Kame - kameha.
"Hiaaaa!!." Sebuah api kecil keluar dari kedua tangan bocah kecil itu, Bocah itu terlihat sangat bangga bisa menggunakan sihir.
"Huaa kak Jo sangat hebat bisa menggunakan sihir." Anak anak terlihat kegirangan melihat sihir yang dikeluarkan oleh Fajoka atau bisa di panggil Jo.
"Lumayan sih." Balas Said melihat bocah itu memamerkan sihirnya.
"Hebat bukan, Aku sudah mendengar nya lho, Kak Ana bilang bahwa kau tidak bisa menggunakan sihir." Jo makin terlihat sombong dengan hidungnya sepanjang Pinokio.
"Begitu ya?." Said tersenyum miring, Sudah berapa banyak Aib yang sudah diceritakan oleh kak Ana.
Said mengangkat jarinya, Sebuah api kecil Berwana hitam muncul, Black Flame emperor.
__ADS_1
"Mau melihat sedikit pertunjukan kembang api?." Tanya Said pada Jo yang terpana dengan Api hitam yang ada di tangannya Said.
Tanpa Sadar Jo mengangguk mengiyakan.
"Lihatlah!!." Said menembakkan api hitam kecil itu kelangit.
Sshhhhh!!.
DUAR.!!
Sebuah ledakan besar terjadi di langit hingga membuatnya menjadi berlubang, Ledakan yang melebihi kembang api.
"Jirr kayak aku terlalu berlebihan."Batin Said padahal dia sudah sekuat mungkin menahan sihirnya.
"Baguslah itu semangat anak muda yang ku inginkan!!." Said terlihat sangat bersemangat.
"Aku akan mengajari mu hingga menjadi lebih kuat seperti pahlawan." Ucapan Said membuat Jo menjadi makin bersemangat.
"Jo apa yang kau lakukan jangan menjahili Said dengan sihir mu." Ana muncul setelah Dengan pakaian yang rapi dengan rambut yang terikat kucir kebelakang.
"Tidak kok kak Ana." Jo berbohong.
__ADS_1
"Bohong Jo tadi menjahili pangeran tampan ku dengan sihirnya!!." Nia langsung membongkar kebohongan Jo.
"Pangeran tampan jangan takut ada aku untuk mu." Nia memeluk tangan said meskipun tubuhnya sangat pendek.
"Anak nakal!!." Ana langsung menjitak kepala Jo hingga dia meringis kesakitan.
"Kak Ana jahat!" Jo langsung berlari sambil menangis.
"Huhh... Dasar anak cengeng dia Sama seperti dirimu dulu." Ucap Ana.
"Bukankah dirimu yang menjahili ku sejak dulu." Balas Said.
"Sudahlah itu memang karena dirimu cengeng makanya aku jadi ketagihan menjahili mu." Ana memberikan Opini yang mendukung pernyataan nya sendiri.
Ana sendiri merupakan satu satunya gadis kecil yang nakal, Bisa dibilang dia sangat tomboy bersifat seperti anak laki laki. Ketika pulang dia selalu penuh dengan lebam karena berkelahi dengan dengan anak nakal yang sering mengganggu Said.
"Kalian tidak boleh mengganggu Said yang boleh menjahilinya adalah aku." Begitu kata anak ketika melihat orang mengganggu Said ketika masih kecil.
Said dan Ana dibantu dengan anak anak lainnya membawa barang barang itu masuk kedalam, Senyuman bahagia membuat hati Said merasa sangat tentram.
"Kak Ana dimana Sister?" Said menanyakan keberadaan Sister yang sudah seperti ibu mereka semua yang di panti asuhan ladang amal.
__ADS_1
Ana hanya terdiam dengan Wajahnya yang terlihat sedih.