
Jam istirahat makan siang di sekolah terjadi keributan yang menyebabkan banyak murid berkerumun melihat dan menonton keributan yang sedang terjadi.
Di tengah kerumunan tengah lapangan, Chelsea dan Shinta saling berhadapan satu sama lain, Chelsea menantang mengajak Shinta dalam sebuah duel.
"Aku tak menyangka wanita licik seperti dirimu mau menerima tantangan duel ku, Aku juga sudah muak melihat kelakuan mu." Ucap Chelsea tersenyum karena dapat membalaskan rasa kekesalannya pada Shinta.
"Suatu kehormatan bagi ku untuk bertarung dengan mu, Apakah kau berfikir bisa mengalahkan ku dengan mudah?" Balas Shinta yang sepertinya menanggapi serius tantangan Chelsea.
"Kita akan lihat nanti siapa yang akan memenangkan pertarungan ini." Seketika tubuh Chelsea di kelilingi banyak mana yang kemudian merubahnya menjadi partikel sihir lalu memadat.
"Light Of Saber...!!" Sebuah pedang petir yang tercipta dari sihir muncul.
"Bersiaplah, Atau sebaiknya kau menyerah sebelum menyesal." Chelsea mengarahkan mata pedangnya pada Shinta.
"Aku juga berharap sebaiknya kau tidak mati duluan lho." balas Shinta, Chelsea tidak tau jika yang dia hadapi saat ini adalah sang Dewi kematian Shinigami.
Kemudian Shinta mengeluarkan Sebuah Senapan dari bawah rok nya, Membuat banyak murid cowok langsung mimisan.
"Kehh... Sungguh konyol menyimpan senjata di bawah rok mu itu." Kekeh Chelsea, Dan mulai bersiap akan menyerang.
"Haruskah aku membunuh nya?." Batin Shinta..
"Tidak - tidak akan jadi masalah besar jika aku membunuhnya, Setidaknya aku akan membuatnya berada di ambang kematian." Shinta kemudian menahan kekuatan nya agar tidak membunuh Chelsea saat itu juga.
"Jika aku bisa mengalahkan mu, Kuharap kau tak pernah mendekati Said lagi." Tantang Chelsea dengan suara lantang.
"Ara... Apakah kau takut jika aku merebut Said Dari mu?." Shinta sedikit menggoda Chelsea.
"Bu... Bu kan itu maksud ku sebagai ketua kelas, Aku tidak mengizinkan perbuatan maksiat di kelas." Chelsea mencari alasan.
__ADS_1
"Baiklah, Jika aku menang maka jangan pernah memperlihatkan wajah mu di hadapan ku maupun di hadapan Said." Ujar Shinta menantang balik Chelsea.
"Sialan kau benar - benar licik ya." Chelsea mengerutkan keningnya.
Murid sekolah mulai bersorak agar mereka segera bertarung, Mereka mendukung pilihan masing - masing.
"Hei siapa yang bakalan menang nih?." Murid bertanya satu sama lain.
"Aku rasa Cewek Twintail itu yang bakalan menang, Lihatlah dia bisa mengubah petir menjadi pedang." Sanggah murid yang mendukung Chelsea.
"Kalau di pikir Cewek Bermata hijau itu bakalan menang, Coba lihat Senapan yang di gunakannya itu seperti senjata yang sangat kuat." Balas murid yang mendukung Shinta.
Suara berisik itu membuat tidur siang said di kelas menjadi terbangun, Said terbangun setelah mendengar kebisingan itu.
Jika dilihat Duel Chelsea dan Shinta sepeti perkelahian Kucing dan tikus yang tak pernah akur, Seperti Tom And Jerry.
"Aku akan menyerang duluan, Kuharap kau bisa menahannya." Chelsea memasang kuda - kuda beladiri yang telah dia pelajari, Chelsea juga berniat melakukan serangan telak dalam.satu serangan.
Senapan yang di gunakan Shinta bukanlah senapan biasa, Senapan itu memiliki nama Magnus yang berfungsi layaknya sabit pencabut Nyawa.
Tidak hanya itu Magnus juga memiliki kutukan yang membuat siapa saja yang menyentuhnya akan mati seketika, Hanya Shinta yang mampu menetralisir kutukan tersebut.
ZZZZTTTTT.....!!!!
BLAARRRRRR!!!!
DOOORRRRR!!!!!
Kedua serangan tersebut menciptakan efek ledakan udara yang sangat kuat, Hingga membuat murid yang terlalu dekat terpental jauh, Kabut debu menghalangi pandangan semua murid, Mereka penasaran apa yang telah terjadi.
__ADS_1
Semua orang terkejut dan terkecuali Chelsea dan Shinta, Serangan mereka berdua di tahan oleh dua orang.
Seorang wanita yang menahan serangan pedang Chelsea menggunakan pedang nya, Dan Said yang menahan tembakan Shinta dengan tangan kosong Hingga sebuah bola hitam tepat di telapak tangan Said.
"Apa yang kalian lakukan di lingkungan sekolah..!!, Sekolah secara jelas sudah melarang Due Ilegal dan perbuatan kalian telah melanggar hukum." Wanita itu berteriak memarahi Chelsea dan Shinta.
"Lihat itu ketua Osis Silvya Silver, Hebat sekali dia bisa menahan serangan yang sangat kuat itu." Semua orang kemudian bersorak melihat kehebatan Ketua osis mereka.
Chelsea dan Shinta tak berkutik setelah Ketua Osis memarahi mereka berdua, Shinta saat ini fokus pada Said yang menahan serangannya dan tanpa sengaja saat ini menyentuh Senapan miliknya.
Shinta kemudian menarik senapannya, Dia mulai khawatir apa yang akan terjadi pada Said, Apakah Said akan mati di sebabkan oleh dirinya sendiri.
"Said terimakasih sudah membantu menghentikan serangan mereka berdua." Ketua Osis berterima kasih pada Said.
"Heii.. Bagaimana kau bisa tahu nama ku?, Aku bahkan tidak mengenal mu." Balas Said, Kemudian menatap Bola hitam yang ada di tangannya.
"Ahhh... Iyahh tentu saja sebagai ketua osis aku harus mengenal semua siswa yang ada di sekolah." Ucap Silvya dengan wajahnya yang tiba - tiba memerah.
"Wahhh sungguh ketua osis yang luar biasa, Sudah cantik, Anggun, berwibawa, Seorang bunga sekolah yang ada di sekolah ini." Salah seorang murid cowok memuji Ketua Osis.
"Siapa kau?, Aku tidak mengenal mu." Silvya menatap dengan jijik murid yang memujinya.
"Baiklah kalian berdua ikut aku sekarang ke kantor, kalian akan di hukum sangat berat." Silvya menatap mereka berdua, Tapi murid lain juga ikut ketakutan.
Shinta masih mengkhawatir kondisi Said, Dia kemudian mengikuti Ketua Osis ke kantor dengan Chelsea, Dan akan segara kembali mengechek kondisi Said.
"Ugghhh... " Tak lama kemudian Said terbatuk hingga memuntahkan darah.
[ Kutukan mematikan telah di netralisir.]
__ADS_1
Sebuah notifikasi sistem muncul.