I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 169.Hampir saja


__ADS_3

Langit alam Olympus berkerumun di atas Hephaestus, Mengeluarkan petir hitam yang mulai membentuk banyak senjata harta mulia, Seluruh langit penuh akan harta mulai yang siap menghujam kapan saja.


"Kemampuan macam apa ini?." DasaMuka seketika berkeringat dingin melihat kemampuan Hephaestus yang sangat tidak masuk akal, Mengendalikan langit untuk menciptakan senjata harta mulia nya.


Langit kini mulai gelap tertutupi oleh kerumunan harta mulai, Bahkan prajurit Minerva dan pasukan perang Olympus berhenti untuk bertarung.


"Hahahahaha....!! Inilah kekuatan dari pria sejati." Hephaestus tertawa menyombongkan kekuatannya.


Hephaestus lalu mengayunkan tanganya memerintahkan seluruh harta mulia yang ada di langit untuk menyerang keseluruhan daratan, Tidak hanya musuh bahkan pasukan alam Olympus itu sendiri bakalan akan mati terkena serangannya.


"Gawat! Semuanya lari....!!." DasaMuka langsung berteriak pada pasukan Minerva untuk segera lari, DasaMuka terlihat sangat panik hingga seluruh tubuhnya bergetar hebat, Jika begini maka Prajurit Minerva tidak akan ada yang selamat dari serangan dewa Hephaestus.


Namun semuanya terlambat, Kemana lagi prajurit Minerva akan melarikan diri, Seluruh langit sudah terisi oleh harta mulia Hephaestus, Hanya tinggal menunggu waktu akan kematian mereka semua.


"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?." Ucap Hephaestus sesaat sebelum serangan itu mengenai seluruh pasukan.


DasaMuka hanya terdiam, Tidak akan sempat lagi memikirkan strategi untuk mengalahkan Hephaestus. Kini ia hanya berfokus pada serangan Hephaestus yang akan membunuh seluruh pasukan.


"Naif sekali...!!." Ujar Hephaestus melihat DasaMuka hanya terdiam dalam kepanikan nya.


Shine....!!.


Cahaya terang menyilaukan muncul di tengah tengah pasukan, Suara yang mengobarkan anti keputusasaan.


"Haaaaaaaaaaahhhh!!! Perisai Cermin..!!."


Cahaya itu mulai menciptakan cermin raksasa yang sangat besar dan tebal, Menjadi pelindung seluruh pasukan Minerva dan Alam Olympus.


DUAAAAARRRR!!!.


Perisai cermin raksasa itu terus menahan serangan harta mulia Hephaestus, Perlahan lahan cermin itu mulai retak dan hanya tinggal menunggu waktu untuk pecah dan hancur.


Tapi wanita itu masih bersikeras untuk tetap tegar dan menahan serangan level dewa itu.

__ADS_1


"Masih belum, Perisai dunia cermin berlapis!!." Teriakan nya menciptakan cermin yang lebih kuat untuk menahan serangan langit.


Plated mirror world shield.


"Huhhh... Ah.. Syukurlah masih sempat." Wanita itu langsung jatuh berlutut, ia telah menghabiskan banyak energi sihir untuk menciptakan cermin raksasa itu.


Wanita itu adalah raja iblis pelayan dewi Ashura, Raja iblis cermin. Pedang kehancuran ke 4, GlassGloght.


Sebelum penyerangan ke alam Olympus, Tiba tiba saja ia mengalami Evolusi hingga mendapatkan wujud manusianya sebagai wanita cantik Dengan rambut putih kebiruan.


GlassGloght tidak hanya menyelamatkan pasukan kota Minerva tetapi juga semua pasukan perang alam Olympus, Hingga mereka semua memutuskan untuk berhenti bertarung, Mereka benar benar telah berhutang nyawa pada pihak Minerva.


"Hehh cukup mengejutkan diantara pasukan sampah itu ada yang mampu menahan serangan harta muliaku." Kekeh Hephaestus ia sangat penasaran siapa yang mampu menahan kekuatannya untuk mengendalikan langit.


Hephaestus mengalihkan pandangan nya pada DasaMuka yang tak berdaya, Seluruh tubuhnya kini tertusuk banyak harta mulia Hephaestus.


"Naif sekali hingga melupakan dirimu juga harus di selamatkan." Tatapan Hephaestus memandang rendah DasaMuka.


Namun DasaMuka Masih tetap Berdiri, Ia mulai mencabut seluruh senjata itu dari tubuhya dengan rasa sakit yang luar biasa.


Tubuhnya mulai terasa sangat dingin, Rasa sakit yang begitu perih, Seakan tubuhnya tercabik cabik.


"Jangan konyol, Harta mulia macam apa ini yang bahkan tidak bisa membunuh ku secara langsung." Ucap DasaMuka tersenyum menyeringai.


Hephaestus langsung naik pitam mendengar ucapan DasaMuka, Ia segera mengambil salah satu senjatanya dari balik punggung nya, Sebuah pedang panjang yang dilapisi petir hitam.


"Beraninya kau meremehkan ku!!." Hephaestus langsung menyerang DasaMuka dengan sangat cepat.


"Hehehehe.... Aku tidak akan kalah!!." Dengan Tubuh nya yang terluka parah DasaMuka masih bisa bertarung.


Tubuhnya mulai diselimuti petir ungu, Hasil penggabungan petir merah dan biru, Medan magnet yang di hasilkan petir ungu itu mulai membuat senjata Hephaestus yang menusuk tubuh DasaMuka bisa di kendalikan olehnya.


"Lancang sekali sihir mu mengendalikan harta mulia ku!!." Hephaestus tak sabar ingin menebas kepala. DasaMuak dengan pedangnya.

__ADS_1


DasaMuka mengarahkan harta mulia itu Untuk menyerang Hephaestus.


Hussssshhhhhh!!.


Crashh!!.


Hephaestus mencoba menangkis serangan DasaMuka dengan pedang nya, Namun sesuatu mengejutkan terjadi. Pedang Hephaestus seketika hancur terkena serangan DasaMuka.


"Tidak mungkin?." Hephaestus terlihat begitu terkejut, Namun ia terus maju menyerang dan mengambil harta mulianya dari balik punggung nya.


Sebuah busur dan anak panah yang di selimuti petir hitam, Hephaestus menarik tali busur dan memasukkan anak panah.


"Sekarang apakah kau masih bisa menahan nya?." Hephaestus membidik serangan anak panahnya tepat ke arah kepala DasaMuka.


SYYUUTT!!


WOSHH!!.


Anak panah itu melesat disertai suara lengking di udara, Petir hitam mengitari ujung mata anak panah.


Sekali lagi DasaMuka dengan Violet Thunder nya mengendalikan lagi beberapa harta mulia Hephaestus yang tersisa.


"Huaaaahhh!!."


DasaMuka melancarkan serangan untuk membelok arah serangan anak panah itu.


Benar saja ketika seluruh harta mulia itu bertabrakan dengan anak panah, Semuanya langsung hancur dan terus melesat sangat cepat.


Serangan anak panah itu menjadi terbelokkan dan arah serangannya menjadi berubah.


DUAAAAARRRR!!.


Anak panah itu meledak dengan sangat dahsyat hingga menghancurkan Sebuah gunung hanya dengan satu anak panah.

__ADS_1


"Hampir saja."batin DasaMuka langsung berkeringat dingin.


__ADS_2