I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 155.Canggung.


__ADS_3

Ashoka tak bisa melepaskan pelukannya, Dia tak ingin momen bahagia itu berlangsung singkat, Entah mengapa kini dia mulai merasakan sebuah perasaan yang aneh dalam hati nya, Cinta?. Ashoka benar benar tidak mengerti kenapa dia bisa jatuh cinta pada orang seperti Said, Orang yang sangat ceroboh dan tidak bisa melakukan kultivasi Untuk meningkatkan bakat kultivasi yang dimiliki nya.


Justru Said seperti itulah yang dia sukai, Akankah dia akan terus bersama Said selamanya, Atau takdir akan memisahkan mereka, Karena alam sendiri menolak keberadaan Ashoka.


Arunika mendekat memastikan jika yang sedang di peluk oleh Ashoka adalah Said yang asli.


"Kenapa?, Bukankah kau sudah mati. Kau tau itulah panah yang bisa membunuh dewa lho, Bagaimana caranya kau masih hidup?." Arunika masih tak bisa memaafkan kesalahan nya sendiri.


"Ahahahaha, Soal itu.... Hemmm itu adalah kloning yang kuciptakan ketika awal terjebak di dunia Abyss." Dengan canggung Said berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kau tahu jika aku ini orang yang sangat berhati - hati, Jadi ketika berada di dunia Abyss, Aku langsung menciptakan DoppelGinger milikku yang setidaknya menghabiskan 80 persen kekuatan yang kumiliki Saat itu, Lalu sebelum keberadaan ku di ketahui, Aku bersembunyi di dimensi yang kuciptakan sendiri, Yahh... begitulah kira - kira." Said merasa lega setelah menjelaskan nya.


"Bohong berarti yang kulawan dengan susah payah itu hanyalah bayangan mu saja!!." Arunika masih tak percaya jika dia kewalahan hanya untuk melawan bayangan Said.


"Sebenarnya seberapa kuat dirimu?." Batin Arunika seakan tak berkutik, Bahkan dia juga menyaksikan ketika bayangan Said sendiri mampu membasmi jutaan pasukan surga dengan sebuah ucapan saja.


"Lain kali kita akan berduel secara adil oke!!." Said mengacungkan jempol nya.


Dari kejauhan tiga orang mendekat dengan berlari sangat cepat.


"Hoiiiii.....!!, Adik junior kamu masih hidup kah?." Ucap Panther dengan nafas yang naik turun.

__ADS_1


"Kau sangat hebat adik junior, Kau bisa mengalahkan pasukan surga dengan mudah." Jaguar memuji kehebatan Said.


"Sepertinya kau cocok menjadi murid ku adik junior." Tiger membusungkan dadanya.


Tiba tiba mereka bertiga menjadi ciut nyali ketika merasakan tatapan membunuh dari Ashoka, Mereka bertiga langsung berkeringat dingin.


"Tenang saja kakak senior, Aku masih hidup kok yang jelas kalian semua sudah membantu dalam berlatih." Balas Said menanggapi ketiga seniornya.


"Adik junior kau tidak perlu memuji kami sampai Segitunya, Kami akan melakukan apapun demi dirimu." Panther memulai basa basi.


"Menyingkirlah!!." Ashoka menatap tajam mereka bertiga.


"Kenapa kamu berani berbohong?!!, Apakah kamu benar - benar tidak merasa malu?." Ashoka terlihat sangat marah, Seketika suasana kembali hening, Yang bahkan jika kerikil pun jatuh sudah pasti terdengar.


Said terdiam, Dia bisa merasakan kemarahan di balik mata Ashoka yang sedang menatapnya.


"Ehmmm.. Aku bisa menjelaskan nya.." Said berusaha menjelaskan pada Ashoka.


"Said Kusuma!!." Ashoka memotong perkataan Said dengan dingin. Tiba - tiba Ashoka bertanya " Apa selama ini kau hanya membohongi ku?."


Sudah sangat jelas Said bisa merasakan kecanggungan diantara mereka berdua, Said tahu kesalahan, Jika selama ini yang terus bersama Ashoka adalah DoppelGinger nya, Bukan diri Said yang sebenarnya. Hal itu lah yang membuat Ashoka kecewa merasa dirinya telah di bohongi selama ini.

__ADS_1


Said bahkan bisa merasakan aura kemarahan setajam pedang mengalir dari tubuhnya.


"Maaf selama ini telah membohongi mu, Aku benar benar minta maaf jika perbuatan ku menyakiti perasaan ku, Tidak ada salahnya jika kita bisa memulai nya dari awal." Said meminta maaf dan berusaha agar Ashoka tidak marah padanya.


Aura mencekam itu kini mulai surut, Tampak nya kemarahan Ashoka mulai hilang.


Tanpa Said sadari, Ashoka menarik wajah Said mendekat kepadanya, Lalu kedua bibir mereka saling bersentuhan satu sama lain.


Said bisa merasakan sentuhan lembut dibibirnya yang kini mulai bergerak agresif.


"Tunggu apa jangan jangan Ashoka tidak tahu caranya berciuman?, Hingga dia berusaha mendapatkan ciuman terbaik." Batin Said yang tak bisa menolak ciuman tersebut.


kedua tangan Said mulai menyentuh wajah Ashoka, Lalu Said menuntun Kenikmatan ciuman hangat itu.


Arunika terkejut mereka berdua berciuman, Hingga Reflek menutupi wajahnya namun di sela sela jarinya dia mengintip sedikit, Wajahnya memerah dan terasa sangat panas.


"Kyahhh.... Mereka telah melakukan perbuatan terlarang, Jika dibiarkan Ashoka akan hamil!!." Pikiran Arunika masih sangat polos, Sejak kecil di kekaisaran matahari dia hanya tahu jika berciuman bisa membuat hamil.


Ashoka menarik bibirnya menjauh, Wajahnya tampak memerah, Ia lalu berbalik dan kabur meninggalkan Said.


"Imut sekali." Said tersenyum melihat wajah Feminin yang dimiliki Ashoka.

__ADS_1


__ADS_2