I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 123.Perteman Elf dan manusia


__ADS_3

"Syukurlah kau sudah sadarkan diri Zoewhy, Hiksss... Huhuhuhu..., Jangan membuat orang khawatir setengah mati." April menangis sambil memeluk erat Zoewhy yang baru saja terbangun.


Dirinya masih tampak bingung dan linglung apa yang sebenarnya terjadi?, Ingatannya masih sangat samar tentang kejadian semalam, Bukankah dirinya harusnya sudah mati terkena serangan Blood Hawk?.


"Maaf kan aku telah membuat kalian semua khawatir." Zoewhy menatap seluruh orang yang ada di ruangan tersebut, Dia melihat semua elf itu tampak sehat dan zoewhy melihat kehadiran Tessia didekat Emily sembari tersenyum kepadanya.


April masih saja menangis dan tak melepas pelukannya, Merasa bersalah karena dirinya lah zoewhy bisa terluka parah.


"Yoshhh... yoshh Jangan menangis lagi tau, Aku baik - baik saja nih." Zoewhy mengelus kepala April.


"Huaaaa.. Limee Juga mau ...!!" Lime naik keatas kasur dan memeluk Zoewhy sambil menangis.


Emily perlahan mendekat wajah nya tampak seperti sedang marah terhadap Zoewhy, Emily lalu mengangkat tangannya.


Plakkk!!!.


"Aduhhh..!" Zoewhy mengerang kesakitan, Setelah kepalanya kena jitak oleh Emily.


"Dasar Bodoh..!!, Kau pikir siapa yang menyuruh mu melakukan hal senekat itu, Meskipun begitu......" Rintik Air mata Emily mengalir membasahi pipinya yang lembut.


Zoewhy terdiam Melihat Emily yang menangis.

__ADS_1


"Terimakasih....." Ucap Emily dengan Suara sedikit serak.


"Hummpp?" Zoewhy tidak mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Emily.


"Terimakasih berkat mu aku masih bisa melihat saudari ku masih hidup." Kemudian Emily tersenyum sembari mengelap bekas air matanya.


"Dengan ini kita bisa berteman bukan ?" Zoewhy Mengangkat tangannya mengajak bersalaman, Meskipun tangannya masih sedikit gemetar.


"Hmmm, Mulai saat ini dan selamanya kita adalah teman." Emily bersalaman dengan Zoewhy.


Hubungan perteman Antara Elf dari Ras Superior dan Manusia terjalin untuk pertama kali nya.


"Ada hal yang ingin ku tanya kan ?" Tanya Zoewhy menatap Tessia.


"Apa itu?, Tanyakan saja." Balas Tessia.


"Bagaimana bisa aku masih hidup?, Bukankah seharusnya aku sudah mati?, Lalu apa yang terjadi pada Blood hawk?." Tanya Zoewhy.


Emily sebenarnya juga ingin menanyakan apa yang terjadi pada Blood Hawk setelah mereka semua dia selamatkan oleh Neko.


"Sudah Mati kok.." Jawab Tessia dengan santainya.

__ADS_1


Sontak membuat seisi ruangan terkejut, Bagaimana bisa?, Padahal mereka sendiri tau kalau Blood Hawk itu sangatlah kuat.


"Heeekkk..!!!, Tidak mungkin kan siapa yang membunuhnya?." Zoewhy lebih terkejut lagi, Padahal dia belum membalaskan dendamnya selama ini, Orang yang telah membuat kedua orang tuanya tewas.


"Nona Tessia jangan bilang jika Master yang telah mengalahkannya.?" Emily sedikit meyakinkan.


"Benar sekali, Dan yang menyembuhkan Mu juga dia meskipun dirimu diambang kematian dia dapat membuat mu pulih sepenuhnya." Balas Tessia menatap Zoewhy yang masih Syok.


Air mata Zoewhy mengalir, Kenangan masa lalu nya muncul kembali mengingat masa - masa ketika kedua orang tuanya masih hidup.


"Oii.. Zoewhy kenapa kau menangis.?" Ucap April.


"Apa ada yang salah ?, Apa luka mu masih sakit.?" Lime juga ikut menanyakan kenapa zoewhy tiba - tiba menangis.


"Tidak..., Aku hanya berfikir sekarang aku tidak memiliki siapa - siapa lagi, Bahkan tujuan ku untuk membalas dendam sudah tidak ada lagi." Zoehwy hanya merasa kesal karena tidak dapat membunuh Blood Hawk dengan tangannya sendiri.


"Saat ini aku tidak memiliki tujuan lagi." Sambung Zoewhy, Air mata nya mengalir tak kunjung henti, Keluh kesah yang selama ini ia alami keluar begitu saja.


Emily dan yang lainnya terdiam karena tidak dapat memberikan solusi yang terbaik buat Zoewhy.


"Bagaimana mulai sekarang kau tinggal disini ?" Tanya Tessia memberikan solusi yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2