
Kebangkitan Raja Pahlawan!!.
Dushhh!!
Tiba tiba saja tubuh Tasya mengeluarkan kekuatan sihir yang begitu kuat, Aura yang begitu meluap luap mengeluarkan hembusan energi yang sangat besar.
Dewi Athena menatap sinis, Ia begitu keheranan darimana munculnya kekuatan yang begitu dahsyat itu, Terlebih lagi jika itu muncul dari makhluk lemah seperti manusia.
"Tak kusangka kau memiliki kekuatan sebesar ini, Sebagai dewi yang memiliki keadilan mutlak mengakui jika kau lawan yang layak bagi ku, Kalau begitu lawanlah aku sampai titik darah penghabisan!!." Athena begitu terlihat sangat senang, Ia sudah lama menantikan pertarungan yang dahsyat. Wajah nya begitu terlihat kegirangan.
"Wanita j*lang kau terlalu banyak bicara!!." Ucap Teisya yang mengambil alih tubuh Tasya, Ia hanya meminjamnya sementara dan melakukan kontrak perjanjian dengan pemilik tubuh.
Perlahan lahan luka bekas tusukan kembali meregenerasi, Syaraf dan aliran Mana dalam tubuh telah di perbaiki, Bahkan meningkatkan kapasitas ruang Mana. Sehingga bisa menyimpan dan menggunakan lebih banyak Mana.
Tangan Teisya menggenggam erat Ganggang pedang yang telah hancur, Ia lalu mengalirkan mana ke ganggang pedang tersebut.
Blaaarrrr!!!
Teisya melompat begitu kuat dan cepat, Menyerang ke arah dewi Athena yang telah menanti nya.
"Bagus... Semangat seperti itu yang ku inginkan." Athena kagum akan kecepatan Teisya, Athena lalu mengangkat pedangnya untuk menciptakan Ten Thounsand Sword's Of Justice.
__ADS_1
Teisya Menghirup udara untuk membantu nya dalam berkonstrasi dalam menggunakan tehnik pedang.
"Tehnik pedang Raja pahlawan, 12 Aliran api!!." Teisya menggunakan salah satu skill berpedang nya.
Bagian pedang yang tersisa pada ganggang pedang mulai terselimuti api yang berkobar, Teisya menggunakan kedua tangannya memegang ganggang pedang lalu mengayunkan nya dengan cepat.
Slaaashh!!
Tebasan itu tepat mengenai tubuh sang dewi hingga dia sendiri pun terkejut, Belum sempat ia menyerang justru serangan Teisya lah yang lebih dulu mengenai nya.
"Heeehhh Lumayan.... " Dewi Athena tersenyum, Tebasan itu tidak memberikan dampak apapun terhadap dirinya, Tubuh sang dewi telah di lindungi oleh zirah yang tak terlihat yang tercipta dari keadilan mutlak.
Dewi Athena lalu balik menyerang, Mengayunkan pedangnya dengan sedikit di aliri kekuatan dewi nya.
Blaaarrrr!!.
Ledakan hebat pun tercipta, Teisya mampu menahan serangan dewi Athena dengan pedangnya yang terlapisi cahaya terang.
"Beruntung sekali aku, Ternyata anak ini bisa menggunakan dua elemental sekaligus." Batin Teisya merasa bersyukur jiwa bereinkarnasi ke tubuh yang benar.
"Hei apa yang kau tunggu cepat kalah kan dia!!." Suara Tasya terdengar dari alam bawah sadar.
__ADS_1
"Sabar Cok, Bisa sabaran dikit gak sih. Saat ini aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku sepenuhnya." Balas Teisya ke alam bawah sadarnya.
"Heee padahal kau begitu angkuh bisa mengalahkan Sang dewi." Kekeh Tasya.
"Memang benar jika aku memiliki kekuatan dan tubuh yang kuat seperti dulu." Teisya kesal tidak terima dirinya di remehkan.
Karena Terlalu banyak berbicara dengan Tasya, Ia tidak menyadari serangan lanjutan dari dewi Athena.
"Kenapa kau termenung begitu saja Ha!! Pertarungan ini belum selesai." Teriak sang dewi, Tebasannya begitu cepat, Sangat sulit untuk dihindari.
Sangat terlambat bagi Teisya untuk menggunakan pedangnya sebagai penahan serangan tersebut.
Duaaarr!!!
Teisya terpental begitu terkena serangan dewi Athena, Ia kemudian bangkit kembali setelah terkena serangan tersebut. Namun tidak menyisakan luka apapun.
"Lumayan untuk sebuah serangan dari dewi seperti mu." Teisya memutar persendian lehernya yang kaku, Lalu memikulkan pedang tersebut kepundaknya.
Transformasi Zirah Raja Pahlawan Selesai!!.
Tubuh Tasya yang digunakan Teisya mulai di selimut cahaya serta kekuatan sihir yang mulai memadat membentuk lekuk dan bentuk sebuah zirah perang.
__ADS_1
"Pemanasan baru saja selesai, Hiburlah aku B*cth!!." Teisya mengacung kan jari tengah nya.