
"Wahhhhhhh..... Ada hantu tengkorak !!" Lime datang menghampiri Tessia, Emily dan Rea sambil menangis.
"Tenanglah Lime apa yang sedang terjadi?." Tanya Emily, Memeluk dan menenangkan Lime.
"Aku melihat Ada hantu kepala tengkorak di ruang perpustakaan, Aku takut sekali..., Huhuhuuu..!!" Lime masih ketakutan.
"Ohhhh, Maksud mu lampu tidur." Ucap Tessia Dia tahu jika yang di lihat Lime adalah Aroon.
"Itu tidak seperti lampu tidur, Itu adalah hantu" Sanggah Lime.
"Lampu tidur kok." Tessia tak mau kalah.
"Untuk sekarang kau disini dulu, Setelah ini kita akan memeriksa nya, Apakah ada hantu benaran." Emily mengusap kepala Lime.
"Kakak percaya ada hantu kan?"
"Percaya Kok."
"Tingkah kalian mengingatkan ku pada kedua putri ku." Ujar Tessia.
"Apa..?, Nona Tessia Punya dua putri?" Emily dan yang lainnya terkejut.
"Tentu saja ada lho, Aku masih ingat ketika Tiffany ketakutan ketika masuk kerumah hantu dan kakaknya Tasya datang menyelamatkannya." Tessia menceritakan kejadian yang membuatnya Nostalgia.
"Kalau begitu kami juga ingin bertemu dengan putri mu juga, Bolehkan?" Tanya Lime.
__ADS_1
"Tentu saja boleh kok." Tessia mulai mengusap kepala Lime, Kini ketakutan Lime mulai hilang.
"Kalian akan bertemu dengan mereka setelah pulang sekolah." Lanjut Tessia.
"Sekolah ?" Batin Lime, Teringat bahwa dia dulu pernah bersekolah di akademik Sihir Kerajaan Altar.
Tessia dan yang lainnya Melanjutkan memberi makan para budak, Beberapa mereka yang terlihat sakit segera di rawat di Pos Medis yang telah di sediakan, Bahkan Penduduk Alengka juga turut serta, Menganggap mereka seperti keluarga pada umumnya.
Tak lama kemudian, Komandan pasukan yang di pimpin oleh Diego datang menghadap di hadapan Tessia.
"Nyonya Kami sudah mempersiapkan semua bahan yang di butuhkan Dan tenaga kerja yang banyak, Kami menunggu perintah selanjutnya." Diego melaporkan kesiapannya pada Tessia.
"Kalau begitu segera laksanakan." Perintah Tessia.
Dengan Sigap dan setelah memberikan hormat diego langsung mengajak pasukannya pergi.
"Tentu saja, Memberikan mereka rumah." Balas Tessia sambil menatap Para budak yang sedang menyantap makanannya.
Rencananya mereka semua akan di lepaskan dari status budak nya, Lalu menjadi penduduk kota Minerva, Mereka juga nanti akan di berikan pekerjaan dan upah, Baik itu berkebun dan buruh Maupun menjadi seorang tentara pasukan.
...*********...
"Begitu rupanya...!, Jadi untuk melepaskan titik sirkulasi sihir yang terkunci kita membutuhkan tehnik yang bisa melepaskannya bukan?." Lily Tampak bersemangat mendengarkan teori sihir yang di ajarkan Aroon kepadanya.
Beberapa saat yang lalu setelah Lime kabur keluar dari perpustakaan membuat lily penasaran dan masuk ke dalamnya, Hingga dia menemukan hantu kepala tengkorak yang sedang membaca buku.
__ADS_1
"Benar sekali, Tidak hanya melepaskan kunci yang terjadi pada sirkulasi sihir tapi juga bisa membuat sirkulasi seseorang menjadi lebih efesien sehingga bisa memaksimalkan pengguna sihir untuk menggunakan sihir yang lebih kuat lagi." Jelas Aroon, Kini dia sudah memiliki murid pertama nya.
"Sudah kuduga Guru memang luar biasa..!!" Dengan mata berbinar, Lily begitu kagum kepada guru sihir baru nya.
"Yahhhahaha.. Kau terlalu memuji, Sekali - kali tidak apalah, Hehehe..." Balas Aroon.
"Hahhhh.!!! Itu dia hantu kepala tengkoraknya." Lime dan yang lainnya muncul.
"Lily awas itu adalah hantu..., Tenang saja Lime ini akan menyelamatkan mu." Lime berlari dan berhenti dihadapan Lily.
"Apa yang kau lakukan Lime, Dia bukan hantu tau." Jelas Lily.
"Cepat lah lari, Selagi bisa aku menahan hantu ini..!!" Ucap Lime dengan tubuhnya gemetar ketakutan.
"Sepertinya kau salah paham Lime, Dia bukan hantu lho, Wujud nya saja yang menyeramkan." Jelas Emily pada Lime.
"Aku anggap saja itu sebagai pujian, Baiklah aku akan memperkenalkan diri ku, Nama ku adalah Aroon Pemimpin Devisi Sihir." Aroon memperkenalkan dirinya.
Walau begitu Lime masih takut melihatnya, Dan bersembunyi di balik Rea.
"Devisi Sihir ?" Lily penasaran dengan apa yang di katakan Guru nya.
"Ah.. Lebih tepat nya aku memimpin pasukan......" Seketika Atmosfer dalam ruangan tersebut berubah menjadi sangat pekat, Dan tekanan yang begitu kuat.
Dalam waktu singkat, Muncul pasukan tengkorak yang banyak hingga memenuhi satu perpustakaan.
__ADS_1
Dan diantara pasukan tengkorak tersebut, Ada tengkorak dari pendeta suci yang juga merupakan pahlawan terkuat pada masaya.
... .......LICHT..........