
"Arrggghhh!! " Berteriak kesakitan.
"Claude apa yang terjadi? " Isaac segera menahan Tubuh Claude agar tidak jatuh.
Claude menahan Rasa sakit di kepalanya, Tubuhnya menggigil ketakutan, Gemetar Seakan tubuh nya akan remuk.
Mengingat kembali Apa yang sebenarnya terjadi, Namun itu sangat menakutkan untuk diingat kembali. Kejiwaan Claude Terganggu.
Saat dia menggunakan Skill Mata ketiga, Atau Third Eye's Untuk mencari keberadaan Dewa kegelapan, bersamaan dengan Para biarawan Sion lainnya.
*NT : Semua Biarawan Sion Cewek yah, Harusnya Biarawati sih. Tapi Kembali Merujuk Pada Biarawan Sion, Mereka berjumlah 4 orang dan mengenakan Pakaian Biarawati pada umumnya yang serba hitam. *
"Apa yang terjadi?, Sebenarnya apa yang telah kau lihat? " Hugo penasaran, Sembari menenangkan Claude agar Tenang.
"Dia i - iTu!!" Claude Berusaha untuk mengatakan nya tapi Rasa takutnya membuat nya kesulitan berbicara.
Seorang Wanita dengan Zirah yang menutupi Seluruh Tubuhnya, Dihiasi oleh cahaya emas, Joana De Arc.
Tangannya Yang putih Mulus, Menyentuh kepala Claude, Dan mengucapkan Mantra sihir.
Leniret Tenebrarum Animam!!.
__ADS_1
Sihir Penenang yang bisa membuat Kejiwaan kembali Normal.
Joana Menyentuh Pipi Claude, dan mengelus nya memastikan Agar Dia kembali Normal.
"Kakak!! " Ucap Claude Dengan wajahnya yang seketika memerah, Sungguh sangat memalukan Jika Orang yang dia sukai Menyentuh nya secara tiba tiba.
Claude Langsung mundur menjaga jarak, sembari menahan Rasa Malunya, Karena terlalu dekat dengan Joana.
"Syukurlah kau sudah kembali Tenang, Tuhan Pasti akan selalu melindungi Kita" Joana tersenyum, Memperlihatkan Wajahnya yang sangat cantik.
"Katakan Pada kami, Apa yang sebenarnya kau lihat? " Hugo sedari tadi masih penasaran apa yang sebenarnya dilihat oleh Claude.
Kembali Claude Merangkul Dirinya sendiri, Karena masih ketakutan.
Perlahan lahan, Claude mulai menceritakan Apa yang dilihat nya, Dengan mata ketiga yang bisa melihat Kemana pun.
"Dewa Kegelapan!!" Ucap Claude dengan Gemetar.
Seketika Suasana menjadi sangat tegang, Ketiga biarawan Sion lainnya mulai berkeringat dingin, Joana Memasang tampang serius berharap Satu satunya petunjuk mengenai Dewa kegelapan itu sendiri.
"Aku melihat Dewa kegelapan Membunuh Semua orang - orang yang ada di bawah tanah, Bahkan dia juga membunuh Anak kecil tak ber-Sala~ Hueeekkk!! " Seketika Claude Muntah, Ketika Dia menyaksikan Sendiri Anak kecil itu dihancurkan kepalanya oleh dewa kegelapan.
__ADS_1
"Hueeekkk!! " Claude Tidak bisa tenang, Bahkan sihir penenang Joana Tidak berpengaruh banyak.
"Kakak apa yang harus kita lakukan? "Tanya Hugo, Melihat Joana yang terlihat sangat marah Dan terus menatap ke arah kejauhan.
Arah dimana Joana dapat merasakan Aura dari Dewa kegelapan.
"Jika terus Dibiarkan, Dewa kegelapan Akan menjadi ancaman bagi Dunia, Sebelum dia membuat kerusakan dan membunuh lebih banyak orang, Kita harus memberikan nya Hukuman Tuhan!! " Ucap Joana Dengan Tatapan yang Dingin.
"Berikan Hukuman Tuhan Pada dewa kegelapan!! " Teriak Biarawan Sion bersamaan.
Isaac Mengangkat Tangannya, mengeluarkan Aura sihir Berwana Merah terang, Sebuah Kabut merah muncul Dan menutupi mereka semua.
"Dewa Kegelapan Siapa sebenarnya Dirimu? " Batin Joana yang perlahan menghilang dari dalam kabut.
Ketika Tiupan Angin muncul, Keberadaan mereka langsung Menghilang.
...************...
Said Mengusap Bajunya yang di penuhi oleh noda darah, Yang bau Amis nya sangat menyengat, merasa seperti sedang di perhatikan Said langsung menoleh kebelakang dan menatap dengan tatapan dan Aura Membunuh yang sangat mencekam.
"Aneh? Kenapa aku merasakan seperti ada yang mengawasi ku? " Said Terheran karena tidak mendapati seseorang yang memperhatikan nya.
__ADS_1