I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 18.Hasan Assabah


__ADS_3

*Hassan-i Sabbah atau Hassan assabbāh adalah pendiri negara Nizari Isma'ili dan kelompok militer fida'i-nya yang dikenal sebagai Tarekat Pembunuh, seringkali juga disebut sebagai Hashshashin. Melalui Marco Polo, Ia dikenal di dunia Barat dengan sebutan Pria Tua dari Gunung.*


Blastt!!!!


Salah Satu dari mereka mulai bersiap menyerang, Dan yang lainnya mulai mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, kemampuan mereka tidak diragukan sebagai anggota Guild Assasins.


"Heiii bocah tengik, Sebaiknya kau memohon ampun dan bersujud kepada ku, Lalu aku akan mengampuni mu setelah memukul mu seratus kali" Pria botak tersebut dengan sombongnya memerintah kearah Said untuk memohon ampun kepadanya.


Yang lain hanya tertawa melihat said yang sebentar lagi akan menjadi bualan mereka.


"Huhh?, Sebaiknya kalian jika ingin tetap hidup segera lah pergi, Mumpung mood ku lagi baik. " Said dengan tenangnya menjawab, Dengan tatapan yang sudah tidak sabar lagi ingin membunuh mereka semua.


"Tapi yahhh aku tidak akan melepaskan mangsa ku semudah itu lho!!!, Kalian semua akan mati Hari ini juga !!" Said menyeringai dan mulai mengeluarkan niat membunuh yang sangat kuat.


Seketika wajah Said berubah menjadi sangat menakutkan, Wajah nya terlihat seperti seorang psikopat yang haus akan membunuh.


Cuihhh!!!.


Pria botak itu meludah kearah said, Dia mulai melangkah maju membawa pedang besar milik nya, Seharusnya untuk seorang assasins menggunakan senjata ringan dan senjata yang mudah untuk membunuh.


"Kau cari mati ya bocah tengik !!" Pria botak itu mulai mengayunkan pedangnya.


Mereka tidak lain adalah para kriminal yang bekerja di Guild Assasins tanpa tau cara bertarung seperti Assasins.


"Sayang sekali aku sudah memberi kalian kesempatan." Balas said dengan tatapan yang menakutkan.


Srakkk!!!


Tiba - tiba sebuah pisau dapur telah menancap di kepala di kepala pria botak tersebut, Dan membuat nya tumbang seketika, Mereka semua terkejut bahkan mereka tidak melihat kapan said melemparkan pisaunya, Inilah cara bertarung Assasins.


"Dasar bocah tengik beraninya kau, Lihat saja akan ku cincang tubuh lalu memberikan kepada anjing peliharaan ku" Pria dengan senjata tombak mengancam Said, Lalu memberikan isyarat untuk menyerang bersamaan.


"Ahahaha, Kalau berani majulah, Itu akan mempercepat mengantar nyawa kalian ke neraka" Said tertawa dengan wajah psikopat nya tidak berubah namun tambah menjadi mengerikan.


Mereka satu bersatu maju dengan senjata di tangan mereka masing masing, Dan mengeluarkan sihir mereka masing - masing sambil merapalkan mantra.


"Hiaakkkkk Burningggg Flaaameeeee..!!! "


"Tebasaaannnn Anginnnn....!!!!! "


"Chiaaattttt Lightning Macqueen..!!!!"


"Water Slashhhh..!!!! "


*Njirrr ni orang kebanyakan gaya padahal bentar lagi jadi mayat.*


"Lemah sekali."


Srakkk...... !!!!!!


Slashhh.....!!!!!

__ADS_1


Said dengan mudah menebas mereka satu persatu, Hanya berbekal pisau dapur Said dengan mudah menghabisi mereka tanpa ampun.


"Sangat cepat sekali !!" Sebelum Mereka tumbang dan menemui ajalnya.


kalau punya pisau kayak said wajib beli sih udah terbukti khasiatnya, Standar SNI.


17 orang dengan mudah di tumbang kan sekarang hanya tinggal seorang pria dengan muka kurang standar yang tersisa.


Tangan kanannya tampak terputus dari tempat nya, Sesekali dia memohon ampun, Merengek, Lalu ngompol di celana.


"Tolong ampuni aku, Aku tidak akan mengusik hidup mu lagi " Pria itu memohon ampun.


Said dengan tatapan dingin tidak menggubris, Sampah sepertinya harus segera di daur ulang.


slassshhh!!!


Pria itu tumbang dengan darah yang berceceran kemana - mana.


Bagian awal permulaan telah selesai.


Tap.


Tap.


Tap!!!, Suara langkah kaki mendekat.


Ternyata itu adalah Rudolf yang baru datang, Setelah acara hidangan pembuka selesai.


Mereka kemudian menyusun rencana kembali, Said berencana menerobos dan Rudolf mengikutinya dari belakang dan menemukan tempat Tasya disekap lalu membawanya kembali .


Tidak tau apa yang mereka berdua bicarakan sedari tadi mereka hanya menggerak gerakan alias sebagai bahasa isyarat, Tolol gak sih.


*Author tidak bisa menerjemahkan bahasa isyarat tersebut.*


Wushhhh!!!!


Dengan kecepatan melebihi angin Said menerobos masuk, Dengan perkiraan jumlah musuh di dalam gedung sekitar seratus orang setelah said mendeteksi jumlah musuh dengan aura.


DUARRRRRRRRR!!!!!


Jdaaaaaarrrrr!!!!


Ledakan demi ledakan mengancurkan gedung sedikit demi sedikit, Dengan bar bar nya said menghabisi mereka satu persatu, Bagi Mereka yang berlevel 50 kebawah sangat mudah untuk di bunuh oleh said.


Mayat demi mayat bergelimpangan seperti hasil panen, Panen mayat.


Tiga orang yang memiliki level diatas 50 datang menghadang, kemungkinan mereka salah seorang terkuat di Guild Assasins, Namun Said yang hendak membunuh ketiga nya malah tidak jadi dan membuat Said merasa jijik.


"Heii anak muda yang tampan, kemarilah tante gak kasar kok orangnya" Pria berotot tersebut meletoikan tubuh nya, Membuat Said merasa akan muntah melihat nya.


Yang benar saja mereka semua adalah banci - banci berotot besar, Tentu saja Said merasa jijik.

__ADS_1


"Hei pak tua aku serah kan mereka pada mu" Said bergerak cepat meninggalkan mereka, setelah rasa mualnya hilang.


Tiga orang dengan level rata rata 50 kemungkinan bukanlah lawan yang sulit bagi Rudolf, Gini amat si Rudolf dapat bagian yang tidak mengenakkan.


Mereka kemudian bertarung satu ama lain, 3 melawan 1, Rudolf dengan mudah menangkis serangan mereka satu persatu.


"Ihhhhh, kenapa kita melawan pak tua ini sihhh, Pak tua ini bukan tipe ku tau" Salah satu mereka berucap dengan logat bancinya.


Entah kenapa Rudolf terlihat kesal dibuatnya, meskipun tanpa menggunakan pedang Rudolf sangat mahir menggunakan seni beladiri, Dan merupakan seorang ahli beladiri kesatria suci kerajaan vatikan.


Bukkkkkkk!!!!!


krakkkk!!!!!.


Dengan cepat nya Rudolf menyerang dengan kekuatan penuh, Sehingga hanya dengan satu pukulan kearah kepala, Seketika kepala salah seorang dari mereka terlepas dari tubuhnya.


Ciprattttt!!!!!!


Darah keluar bak air mancur.


Tanpa memberikan kesempatan lawan menyerang balik, Rudolf melayang kan tendangan memutar dengan posisi yang tepat.


Wosshh!!!!!!


Mulus seperti potongan pisau, kedua kepala mereka tersebut meninggal kan tempat bersemayam nya.


Rudolf mengeluarkan lap kemudian mengelap pakaiannya yang terkena cipratan darah, Masih sempat aja nih pak tua.


Malam itu tidak ada satu pun yang lolos dari serangan pisau dapur milik Said, Bagi Said Guild Assasins hanyalah sekedar nama belaka.


kemudian Said di kepung dari berbagai arah, Mereka tampak memegang senapan masing masing, Dan serentak menembaki Said.


Sungguh bodoh, Bagi Said dengan berkumpul nya mereka disini memudahkan nya untuk membantai mereka satu persatu.


Tara ta Ratatatatatata..!!!


Satu persatu menembaki Said.


Said bergerak menyerang mengerahkan pisaunya tepat ke arah tenggorokan mereka masing masing.


Satu persatu mereka diperlakukan seperti hewan qurban oleh Said, Ada apa dengan Said wajahnya tampak gembira seperti menikmati pesta pembantaian ini, kepribadian nya berubah drastis.


"Dasar Monsterrrr!!!"


Tidak ada yang tersisa, Malam itu seluruh anggota Guild Assasins terbantai habis, Sekarang hanya sebuah ruangan terkahir


yang belum dimasuki Said, Perlahan pintu tersebut mulai terbuka.


Seseorang sedang duduk dan tampaknya menunggu kedatangan Said.


Dialah Guildmaster Guild Assasins, Dan merupakan Assasins yang sebenarnya.

__ADS_1


SIR LANCELOT..........


__ADS_2