
Setelah satu jam persiapan dan latihan yang begitu berat, Kusuma Servant's beserta 400.000 Pasukan siap melakukan penyerangan ke alam dewa terdekat yaitu Alam dewa Olympus yang di huni oleh dewa Dodekatheon.
Tidak hanya itu Neko juga membawa 3000 Pasukan Serigala putih dan anjing neraka hitam, Yang di beri zirah serta cakar logam yang sangat kuat.
Pasukan Undead yang dimiliki oleh Aroon juga tak kalah banyaknya, Aroon menghidupkan pasukan mati dengan sihir necromancernya untuk membuat 10.000 Undead pasukan tengkorak dan juga Licht pendeta suci yang merupakan Pahlawan di kehidupan sebelumnya.
"Formasi membuka gerbang surgawi!!." Dengan beberapa rapalan mantra, Bam membuka formasi gerbang menuju alam dewa setidaknya butuh waktu tujuh jam untuk menyempurnakan Formasi tersebut.
"Jika ini Master sudah pasti dia bisa membuka nya dengan mudah." Batin Bam, Dia tahu jika Said bisa melakukan nya tanpa perlu persiapan yang sangat panjang.
"Huuhuu hahahaha!!."
"Uhuhuhuh Kaaakakahh!!."
350.000 Pasukan kera dan monyet yang di bawa oleh bam terlihat begitu bersemangat, Mereka sangat antusias menantikan pertarungan besar di alam dewa, Mereka bukanlah sekedar pasukan kera biasa, Melainkan setiap prajurit kera memiliki Level paling rendah adalah 100.
"Semuanya ayo bersiap!!." Tasya menyemangati semua orang yang akan memasuki gerbang terseb.
"Master tunggulah kami, Kami akan segera menyelamatkan mu." Kumba tidak sabar lagi ingin segera menyelamatkan Said, Bahkan dia sudah berada dalam Mode Flame Monarch.
"Kehhh Master pasti akan terkejut melihat kita menjadi semakin kuat." RagaBima mengepal tinjunya, Lalu meregangkan persendian lehernya hingga berbunyi.
"Master kami tidak akan mengecewakan mu!!." DasaMuka terlihat sangat serius dengan tatapannya yang tajam menatap di balik gerbang yang perlahan mulai terbuka.
"Auuuuu!!! Auuu!! " Neko mengonggong bersemangat bertarung.
"Bagus Neko kau harus bisa menyelamatkan Master!!." Ucap Lightmare mengelus kepala Neko dan Nightmare juga ikut mengelus perutnya.
__ADS_1
Lightmare dan Nightmare mereka tidak bisa ikut kedalam pertempuran di karenakan mereka tidak bisa bertarung dalam wujud manusia, Oleh karena itu terpaksa Lightmare dan Nightmare harus tinggal di kota dan menjaganya.
"Apakah disana ada makanan yang lebih enak dari bakpao buatan Master." Meggido mengelus perutnya ingin makan, Meskipun dalam wujud Arch-Spirit Meggido masih memiliki sifat Gadis kecilnya.
"Jika kita bisa menyelamatkan Master dia pasti akan membuat makanan yang lebih enak dari Bakpao." Tzabaoth menanggapi keiinginan Meggido.
"Benarkah?."
"Hummm!!." Tzabaoth mengangguk.
"Baiklah Aku akan menghajar semua dewa itu agar Master bisa membuatkan ku makanan enak, Eh maksudnya agar bisa menyelamatkan Master!!." Semangat membara memenuhi diri Meggido.
"Kita akan kembali ke rencana sebelumnya, Di alam dewa Olympus terdapat 12 Atau bahkan 13 dewa terkuat, 3 Diantara nya merupakan dewa utama, Zeus, Hades, Dan Poseidon." Bam menjelaskan beberapa informasi pada setiap orang.
"Aku yang menghadapi Dewa neraka itu." Ucap Mahishasura Dengan tegas.
Dengan Pasrah dan juga karena di tatap oleh Mahishasura Indra mengangguk setuju.
"Kenapa aku harus berhadapan dengan pak tua itu." Indra meneguk liurnya, Dia tahu bahwa Zeus bukanlah dewa sembarangan yang bisa di lawan, Dewa yang pernah menggulingkan kekuasaan Ayahnya agar bisa menjadi pemimpin para dewa.
"Sisanya Biar aku yang menghadapi nya." Bam terlihat begitu yakin untuk bisa berhadapan dengan Poseidon yang merupakan dewa Samudera yang terkenal sangat kuat diantara tiga dewa utama lainnya.
"Berarti kami akan menghadapi dewa lainnya yang terisisa." Jelas Dasamuka.
"Benar sekali, Apakah kau takut ha?" Mahishasura menatap ke arah Dasamuka.
"Jangan khawatir mereka semua akan membantu kalian." Sambung Mahishasura, Lalu kesembilan Raja iblis pelayan Mahishasura muncul Dengan kekuatan yang sangat kuat.
__ADS_1
"Semangat sahabat ku." Elijah menyeringai dengan maksud menyemangati Indra.
"Apa nya yang Semangat!!, Kenapa kau tidak ikut dalam penyerangan ini?." Indra mempertanyakan kenapa Elijah sang dewa panen tidak ikut dalam misi menyelamatkan Said.
"Setidaknya harus ada orang yang kuat untuk menjaga kota selama kita bertempur di alam dewa, Mungkin hanya sekedar berjaga jaga, Untuk itulah aku meminta dewa Elijah menjaga kota ini." Bam menjawab pertanyaan Indra.
Dari kejauhan Elijah meledek indra dengan tarian pantat, Dan terus membuat Indra kesal.
"Apa kau merasa Dongkol Ha?." Aura Mahishasura membuat Indra ketakutan.
"Hehehehe Enggak kok."
Cahaya emas terang membentuk sebuah gerbang raksasa, Sebuah Portal yang menuju langsung ke alam dewa Olympus.
"Tiffany, Tasya jaga diri kalian baik baik ya." Tessia mengelus lembut kedua wajah putrinya, Sebagai seorang ibu tentu saja dia sangat khawatir.
"Tenang saja ibu kami pasti akan baik baik saja, Kami pasti akan bisa membawa pulang Master." Tiffany langsung memeluk ibunya.
Tessia juga mendekap kepala Tasya di pelukan nya.
Emily yang mendampingi Tessia untuk mengantarkan mereka semua menjadi terharu, Dia teringat akan orang tua nya di Kerajaan Altar.
"Nyonya Tessia sangat Baik sekali." Batin Emily menatap mereka bertiga yang berpelukan.
"Semuanya Ayo berangkat!! "
Seluruh Pasukan mulai bergerak memasuki Gate menuju alam dewa, Melangkah maju tanpa ada sedikit keraguan, Mereka semua adalah pasukan terbaik yang pernah ada.
__ADS_1
"Master Tunggulah kami semua!!."