
Simo Hayha, dijuluki "White Death" oleh tentara Soviet, Adalah seorang tentara Finlandia. Ia adalah seorang petani dan pemburu yang telah melewati masa wajib militer 1 tahunnya. Ketika Uni Soviet menyerang Finlandia tahun 1939 dalam Perang Musim Dingin, ia memutuskan untuk membantu Finlandia, Setidaknya Ia telah membunuh sekitar 505 tentara merah selama 100.
"Baiklah saatnya mari kita berburu di balik kabut hitam!!." Said menggunakan senapan M/28-30, Senapan yang di gunakan oleh sang White Death ketika pertempuran.
Said membidik di balik kabut hitam, Meskipun tidak terlihat namun Said mampu melihat Panas tubuh yang di pancarkan oleh Arunika, Sebelum menembak peluru dari selongsong Said memperhatikan kelembaban udara, Arah angin, Efek coriolis, Agar Membuat hasil bidikan menjadi tepat sasaran.
[Jarak target berada Satu Mil di arah jam 9.]
[Memperhatikan arah gelombang pusaran Angin. ]
[Target dalam jangkauan.]
[Target Lock on!!. ]
[Tembak!! ]
"Kita lihat Bagaimana cara mu menahan peluru ini!!. "
Doooorrr!!
Tembakan peluru mengincar target sasaran, Peluru dengan kaliber 7.26 X 54 mm yang terbuat dari magic Stone, Yang tentu nya lebih kuat dari peluru tembaga.
SYYYUUUTTT!!!
Arunika menyadari serangan yang sangat cepat, Meskipun peluruh itu sangat kecil namun Arunika bisa menepis nya dengan mudah.
Tasss!!
Menepis!!
"Kau pikir kerikil ini bisa melukai ku!!, Jangan bercanda!!."
Duaarrr!!
Tepat saat Arunika menepis peluru itu terjadi sebuah ledakan sihir yang berasal dari magic Stone, Membuat Arunika terpental di udara beberapa yard.
__ADS_1
Seketika pelepis Arunika mengeluarkan darah di karenakan serpihan ledakan Magic Stone, Arunika terlalu meremehkan serangan kecil tersebut hingga mengabaikan perlindungan sejati yang di miliki nya.
"Bajingan!!, Dasar pengecut keluar lah kau sampah!!." Arunika makin murka hingga memberikan serangan tanpa henti dari arah datangnya serangan tersebut.
Duaarrr!!
Kabummm!!
"Kehhh.... Sepertinya aku membuat nya semakin marah." Kekeh Said yang sudah berpindah posisi lalu membidik dari kejauhan.
"Target Lock on!! "
"Fireee!! "
DORRRR!!
Syuuutt!!
"Disana kau rupanya!! " Arunika refleks menghindari tembakan sangat cepat itu lalu langsung menyerang ke arah tempat serangan.
Cambuk raksasa panas keluar tak sabar ingin mencabik daging segar.
Stashh!!
Duaaarr!!
Sebuah peluru mengenai pundak Arunika lalu meledak membuat terpental di udara.
"Dua serangan dalam satu tembakan, Bagaimana bisa?" Arunika berfikir jika membutuh waktu beberapa saat setelah serangan tersebut, Namun tembakan itu seakan tidak ada waktu jeda nya.
SYYYUUUTTT!!
Belum sempat Arunika berfikir tembakan lainnya muncul mengenai lengan kirinya, Lalu meledak.
Kabummm!!
__ADS_1
"Sialan!!, Perlindungan sejati!! " Tubuh Arunika mulai di selimut oleh cahaya jingga yang sangat panas.
"Ayo anak - anak tembak terus tanpa henti!!"
[Menggunakan Skill DoppelGinger.]
"Ayeee!! Sir!! "
DORRR!!
Street!!
Peng!!
Biu!!
Bayangan Said menembak dari setiap sudut, Yang membuat Arunika sulit memprediksi dari mana arah serangan tersebut.
Syuuutt!!
Duaarrr!!
Bummm!!
JDARRRR!!
Yang bisa di lakukan Arunika adalah menahan semua tembakan tersebut, Tanpa tahu bagaimana lawan menyerang.
"Bajingan!!! Akan ku bunuh kau!! "
Amarah Arunika makin meledak, Matanya memerah dan mengeluarkan aura tekanan yang begitu dahsyat hingga seluruh penjuru dunia Abyss tahu jika Arunika sedang murka, Sudah 3000 Tahun lama nya dia tidak semurka ini.
"Menyatulah Ra!! "
Matahari kelima Ra, Kemudian bersatu dengan tubuh Arunika membuat sebuah zirah panas matahari yang mana setiap sudut zirah matahari itu mampu membuat Samudra menjadi kering sesaat.
__ADS_1
"Ashoka jangan salahkan aku jika aku membunuhnya!! "