I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 37.MURID PINDAHAN


__ADS_3

Setelah kota dihantam oleh getaran yang hebat yang berasal dari dalam Gate, Kini kota mulai tenang kembali, Warna Gate kembali menjadi putih, yang menandakan bahwa Gate telah diselesaikan.


Warga kota tampak antusias ingin menyambut pahlawan yang telah menaklukkan gate tersebut yang sangat sulit di taklukkan tersebut.


Sebab aktifitas warga kota yang berada disekitar gate, menjadi sangat terganggu, Dan menjadi zona bahaya, Bisa saja satu waktu makhluk yang berada dalam gate keluar dan menyerang warga sekitar.


Semua berkerumun seperti semut, Tak ketinggalan report dari berbagai stasiun tv juga tidak mau ketinggalan untuk membuat berita terbaru tentang penakluk Gate.


Pasukan militer dari pemerintah menjaga keamanan, Dan menjaga batas, Agar para petarung sihir tidak terganggu.


Perlahan Gate mulai bercahaya, Tampak beberapa orang keluar dalam gate tersebut, semua warga berteriak antusias, Dan bertepuk tangan.


"Lihat pahlwan baru kita sudah tiba!! "


Prokk!!


Prokk!!


"Mereka sangat hebat!! "


"Pahlawan aku mencintaimu!! " Bahkan para wanita paling antusias.


Anton berada di barisan depan Party nya sambil membopong rekannya yang tidak bisa berjalan.


Semua anggota party tampak babak belur, meskipun tidak ada luka yang fatal, Namun bagi Anton sangat sulit untuk percaya melihat kekuatan sebesar itu, Kekuatan yang dimiliki oleh Said.


Seorang berjas hitam datang menghampiri mereka dengan beberapa orang di belakangnya.


"Tidak diragukan lagi, Petarung sihir Rank S tingkat Nasional pasti bisa menyelesaikan Gate ini" Pria jas hitam itu memberikan pujiaan pada anton.


Anton mendengus merasa kesal mendengar pujian itu.


"Bukan aku yang menaklukkan Gate ini" Balas Anton dia tidak mau mengakui sesuatu yang bukan dia lakukan, Karena dia adalah petarung sihir sejati


"Hahahahaha, kau sangat rendah hati. Lalu siapa lagi yang bisa menaklukkan gate ini" Pria itu tertawa menepuk bahu Anton dan menganggap itu sebagai gurauan.


"Tentu saja pemuda yang berada dibelakang kami yang telah menyelesaikan nya sendirian " Jawab Anton tanpa melihat kebelakang.


"Hmmmm, Aku tidak melihat pemuda yang kau maksud, Ahhhh mungkin saja kau kelelahan, baiklah kami akan segera membawa kalian semua" Pria jas itu lalu menyuruh beberapa orang di belakang nya Untuk membantu anggota party yang terluka.


Seketika Anton melihat kebelakang dan tidak melihat keberadaan Said, Padahal dia merasa Said ada dibelakang mereka.


"Sialaannnn kau!!" Batin Anton.


Sementara itu, Diatas salah satu gedung sesosok bayangan, Memperhatikan dari kejauhan.


"Haaa ahh, Padahal aku tidak berniat sama sekali membantu mereka, Lebih baik tetap seperti ini saja, Aku hanya ingin hidup lebih tenang, Karena aku adalah orang biasa berlevel 1!!" Said meregangkan tubuh nya setelah pertarungan besar yang baru saja dia jalani.


"Sayang sekali gak dapat cuan, Biarlah lagi pula ini pertama kalinya menaklukkan Gate."


Sringggggggg!!!!!!


Tiba tiba secercah cahaya menabrak lembut wajah said, Langit perlahan mulai cerah, Hal itu membuat Said sangat terkejut, Lagi lagi dia bertarung sampai pagi, Dan harus masuk sekolah juga pada hari itu.


"Ahahahaha!! , Sialan kau lihat saja , Suatu hari nanti akan ku buat kau terbit lebih lama dari biasanya, Bahkan tidak pernah terbit lagi. !!!" Said berteriak keras pada matahari pagi.


...***********...


Suasana kelas sama seperti biasanya, Seperti biasa Said dengan gerekan cepatnya, Sudah berada di sekolah, Sungguh sangat rajin Said.


"Sampah seperti dia masih harus mau masuk kelas, Padahal hanyalah seorang level 1 tak berguna." Beberapa orang di kelas mulai membicarakan Said.


"Pecundang seperti dia memang tidak layak hidup, Aku heran ulangan beberapa hari ini dia selalu mendapat nilai 100, Aku curiga jika dia menyontek benar benar licik."


"Sudah pasti dia itu mencontek, Pasti lah."


"Tapi kan di kelas kita kan tidak ada yang dapat nilai 100, Bahkan murid terpintar di kelas kita hanya dapat nilai 90." Cewek itu meirik Tasya, Yaitu orang di maksud.


Tasya tampak terus menerus menatap Said dengan tatapan Aneh dan penuh bergairah.


"Bukankah akhir akhir ini Tasya menjadi semakin dekat dengan sampah itu?. " Bisik - bisik.

__ADS_1


"Benar banget aku curiga dia pakai pelet."


Banyak anak perempuan di kelas membicarakan Said, Sebagai seorang pecundang yang lemah dan hanya memiliki level 1 si paling tidak berguna.


Keributan (Gosip ) kelas tampak tak mengganggu tidur Said dikelas, Said sudah berada di dimensi yang berbeda.


Tasya memperhatikan Said, melirik tanpa henti, Wanita itu menjadi sangat fanatik terhadap Master nya.


"Ahhh, Tidurnya sangat imut" Batin Tasya sambil bernafas berat seperti orang S*ng* wajahnya tampak memerah.


keributan kelas tiba tiba saja terhenti, Ketika walikelas memasuki kelas, Wali kelas Said adalah guru Ovilla sendiri.


"Hari ini kita kedatangan murid 2 pindahan" Ucap Ovilla mempersilakan masuk.


Tampak 2 orang gadis cantik memasuki kelas, Semua pandangan mengarah ke kedua gadis itu.


2 bidadari hadir di kelas mereka, Tidak terkecuali baik pria atau wanita akan sangat terkagum pada kecantikan mereka berdua.


"Hebat bidadari dari surga telah turun!! "


"Dewi ku cantik sekali!! "


Seorang gadis dengan rambut hitam panjang berkilau, Dengan tinggi semampai, dengan tubuh yang sangat sempurna.


"Perkenalkan namaku shinta, Dan mohon kerjasamanya" Kata kata shinta membuat semua pria jatuh hati padanya.


"Shinta aku mencintaimu" Ucap seorang pria kurus yang berada di kursi paling belakang.


"Woiii!! Gak ngotak kau, Manalah cocok kau sama dia, Dia tu cocoknya sama ku" Balas temannya dengan logat batak.


Semua kelas mulai ricuh, Bahkan saling lempar lemparan, Kertas, Buku, Sepatu, Dispenser, Kulkas, Bahkan pria kurus itu juga ikut dilempar.


Kericuhan itu membuat Said terbangun, Dan melamun sebentar, Pikirannya masih didunia lain.


"Owhawah aku bermimpi menemukan peti harta karun di bawah sekolah." Said masih memikirkan mimpi nya, Apa jangan jangan karena semalam gak jadi dapat cuan.


"Semua di harapkan tenang!! " Guru Ovilla berusaha menanangkan isi kelas, Hingga semua kelas tenang, Dan perkenalan pun dilanjutkan.


"Perkenalkan namaku adalah Linda, Mohon kerjasama nya, Tolong jaga aku ya." Linda memasang wajah imut.


Kelas hampir ricuh kembali, Ketika salah seorang dari mereka memukan pendapat siapa yang terbaik diantara mereka berdua.


Said bahkan tidak peduli sama sekali, Said melihat 2 murid pindahan tersebut. Dan merasa melihat wajah yang familiar, ketika menatap gadis berambut hitam tersebut.


Menyadari ada yang memperhatikan nya, Shinta langsung melihat kearah Said, wajahnya seketika berubah bahagia dengan senyuman lebar.


Said langsung terkejut ketika mereka saling bertatapan, Dan Said berusaha mengalihkan pandangannya, Namun tiba tiba Shinta berjalan mendekat kearahanya.


Semua kelas keheranan kemana Shinta akan pergi, Said tampak panik detak jantungnya tak karuan, Dek dek dek dek dek.


Semakin dekat......


Semakin dekat......


Semakinnn panik pulak said.....


(Seperti sedang di Jumpscare!!)


Shinta berhenti tepat depan Said, Semua kelas memperhatikan apa yang akan dilakukan Shinta.


Said berkeringat dingin, Dan negatif thingking berfikir jika dianggap penjahat tadi malam, Dan seorang pria hidung belang.


"akhirnya kita bertemu lagi, Said" Dengan sangat tidak dipercaya Shinta langsung memeluk Said dengan eratnya.


"HEEEEEEE!!!!!!!!"


"Yang benar saja bidadari surga itu memeluknya!!"


"Pecundang itu Hoki sekali."


Semua kelas terkejut tidak percaya bagaimana mungkin wanita secantik shinta memeluk pria seperti Said, Bahkan pria kurus itu tidak terima dan sudah bersiap baku hantam.

__ADS_1


"Udahlah kau, Gak usah sok sok an, Nanti retak pulak tulang kau" Temannya yang logat batak berusaha menghentikan sikurus yang ngajak baku hantam dengan Said.


Tasya tampak begitu syokkkk!!.


"Master!!!!! " Tasya sangat tidak terima adanya pelencengan yang terjadi pada tuannya.


Begitu pula dengan ketua kelas, Chelsea sangat terkejut dengan apa yang dilakukan dengan murid pindahan tersebut.


"Benar benar lancang.!!"


Ovilla juga merasa tiba tiba dadanya merasa sakit, Perasaan apa ini, Bahkan dirinya tidak pernah memeluk Said, Ovilla tetap terlihat tenang dan menahan perasaan.


"Tungggguuu Hentikan semua ini!!!!!!" Tiba tiba Tasya melompat ke meja Said dan membuat pelukan Shinta terlepas.


Tasya langsung mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan nya kepada Shinta.


"Apa yang telah kau lakukan pada Master ku" Ucap Tasya dan menatap tajam Shinta.


"Begitu rupanya, Jadi dia adalah Tuan mu, Namun tuan mu telah membuat ku jatuh hati padanya" Balas Shinta tidak mau kalah dengan.


"Apa apaaan ini semua ini, Dan juga kau Tasya kau kenapa memanggil said dengan sebutan Master dan kau murid pindahan mengapa kau tiba tiba saja memeluk Said" Ketua tampak berusaha menenangkan mereka berdua, Namun sebenarnya chelsea tidak mau kalah.


"Ara, Memangnya kenapa jika aku memeluknya, Apakah kau pacar nya?" Tanya Shinta.


"Pa- pa - pa- carr!!!!!, Tentu saja tidak, Eh tentu saja belum, Hee apa yang baru saja aku katakan" Chelsea tampak terbata bata dengan dengan wajah yang memerah.


"Sialan kau!!!!! " Tasya langsung mengayunkan pedangnya ke arah Shinta.


Tanpa di sadari shinta sudah siap mengeluarkan aura kematiannya dan itu hampir saja.


Plakkkk!!!, Said memukul kepala Tasya dan membuat nya menggosok kepalanya yang benjol.


Lagi lagi kelas dikejutkan lagi, Bagaimana mungkin Tasya mau dipukul oleh Said dan bahkan memanggilnya Master, Temen temen Tasya sangat tidak percaya dengan perubahan sikap Tasya yang berubah drastis.


Tasya kembali menyarungkan pedangnya.


"Tidak bisakah kalian diam, Kalian mengganggu tidur ku saja" Dengan santainya Said kembali tidur, sebenarnya jantung Said tidak bisa berhenti berdetak, ketika dirinya dipeluk oleh wanita.


Srepeetttt.. !!!!


Ahhhhhhh..!!!!!


Said berteriak kesakitan, Ketika Ovilla menjewer telinga Said.


"Lagi lagi kau tidur kelas ku bukan? " Ucap Ovilla dan menjewer Said lebih keras.


"Untuk kali saja, Lain kali tidak lagi" Said memohon.


Ovilla kemudian menarik kembali tangannya, dan kembali kedepan, Kelas kini tampak terfokus pada Ovilla seorang.


"Baiklah untuk kalian, Silahkan duduk di tempat yang kosong" Pinta Ovilla kepada 2 murid pindahan.


Sebenarnya disamping said terdapat kursi kosong, Yang dulunya di isi oleh Marry mantan Said, Namun Marry tidak pernah menunjukkan dirinya lagi dan tidak pernah datang ke kelas.


Sejak awal Shinta sudah mengincar kursi kosong tersebut akan tetapi.


"Ehhhh, Linda kenapa kau tiba tiba duduk disitu" shinta terkejut disamping Said kursi kosong tersebut telah diisi oleh Linda.


"Hmmm, Bukankah siapa cepat dia dapat" Balas Linda dengan nada datar dan polos.


"Shinta kau bisa isi kursi kosong disebelah sana" Ovilla menunjukkan kursi kosong yang ada disamping Tasya.


Mata mereka berdua langsung bertatapan dengan sangat terpaksa Shinta duduk disamping Tasya.


Mereka mengerang satu sama lain, Seperti kucing dan anjing.


Lagi lagi kehidupan damai Said terganggu.


"Baik kita mulai pelajaran pada hari" Ovilla langsung memberikan pelajaran di kelas.


Said hanya bisa memperhatikan dengan telinganya yang merah setelah dijewer oleh Ovilla.

__ADS_1


"Pria ini sangat menarik." Linda memperhatikan Said.


__ADS_2