I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 151.UnderTaker Shinigami & Joana De Arc


__ADS_3

Malam itu seketika seluruh isi kota menjadi sangat hening, Sunyi, Seakan tak ada kehidupan. Bahkan untuk seeokor burung hantu pun tak juga bersuara, Kota itu seakan menjadi kota mati.


[Zone Of Silence!! ]


Salah satu skill Dewi kematian Shinigami, Membuat Zona kesunyian, Yang menutupi seluruh isi kota.


Shinigami berdiri tegap di atas bangunan pencakar langit, Dengan jubah hitamnya, Dengan mata hijau nya seindah batu giok, Dengan Anting angsa putih pemberian Said saat kencan pertama mereka.


Disamping nya, Linda siap dengan pakaian tempur nya, Tidak hanya itu di belakang Shinigami berdiri beberapa pengikut sang dewi kematian, Mereka tersenyum, Senang?. Pastinya sudah sekian lama akhirnya sang dewi kematian membangunkan mereka semua.


Seorang wanita dengan tubuhnya yang molek dengan Oppai nya yang besar mendekati Shinigami, Aura yang di pancarkan nya sangatlah aneh, Berbeda dari pengikut dewi kematian yang lain.


"Lucia maaf membangunkan tidur panjang mu." Ucap Shinigami dengan datar, Namun terus menatap kedepan seakan menunggu kedatangan seseorang.


"Tidak masalah, Jika dewi kematian memanggil ku aku siap bahkan untuk mengorbankan nyawa sekalipun."


Terlihat samar di bawah silauan cahaya bulan, Sepasang tanduk besar Berada di kepala Lucia, Itu menunjukkan bahwa dia berasal dari Ras Naga hitam, Black Dragon.


Tidak hanya itu Lucia merupakan pemilik darah murni dari leluhur Naga hitam jahat yang pernah membuat kekacauan di surga.


Lucia merupakan Pengikut paling setia dan juga paling kuat diantara pengikut lainnya.


Tak lama kemudian, Beberapa orang muncul di hadapan mereka, Salah satu wanita berambut pirang dengan zirah perak dan pedang Suci muncul dengan keempat pelayan nya.


Joana De Arc dan Biarawan Sion.


"Tak kusangka Akhirnya kau keluar juga ya, Undertaker!!." Joana langsung mengacungkan pedang nya pada Shinigami.


"Dasar lancang!!."Teriak Lucia dengan tekanan aura intimidasi yang begitu kuat, Bahkan keempat biarawan Sion tak mampu melawan.


Shinigami mengangkat tanganya, Memberi tahu agar Lucia tetap tenang.


"Kau seorang munafik yang mengaku suci namun melakukan dosa yang tak terampuni." Ucap Shinigami pada Joana.

__ADS_1


"Jika kau menjadikan Said sebagai alat untuk mengancam ku, Aku tidak akan segan segan akan membunuh kalian semua dengan mudah." Batin Shinigami, Tentu saja dia tidak berani menyebut nama Said, Namun yang pasti Joana telah melakukan kesalahan yaitu menculik Said sebagai alat ancaman.


"Ha?, Sayang sekali aku tidak pernah melakukan dosa apapun." Joana menanggapi pernyataan Shinigami.


"Begitu ya, Maka kau akan merasakan akibatnya karena tidak mengakui dosa mu itu sendiri." Balas Shinigami.


"Jadi dia tidak merasa berdosa setelah menculik Said, Benar benar keterlaluan, Awas saja jika Said terluka." Batin Shingami, Merasa Sangat kesal dengan Joana.


"Justru kaulah yang sangat berdosa Undertaker, Sudah lama sekali aku ingin membunuh pendosa seperti dirimu." Tegas Joana, Seluruh tubuhnya mulai diselimuti sihir suci dan berkah dewi.


"Kalau begitu terpaksa aku akan membunuh mu!!." Amarah Shinigami menciptakan Aura kematian yang sangat mengerikan.


"Demi Said aku harus berani, Bahkan jika harus berhadapan dengan Para Bintang sekalipun, Said telah memberikan ku sebuah arti dari cinta, Sebuah arti dari kasih sayang, Tunggulah Said aku pasti akan menyelamatkan mu." Batin Shinigami, Meskipun dalam Amarah yang besar Shingami terus menahan auranya agar seisi kota tidak mati hanya karena aura kematian yang dia pancarkan.


Shinigami dan Joana bersiap untuk melakukan pertempuran Habis habisan, Tanpa mereka tahu jika itu hanyalah sebuah kesalahpahaman.


Duuaaarrrr!!


Shingami dan Joana melompat mundur menghindari serangan akar pohon itu.


"Siapa disana berani sekali mengganggu ku?." Shinigami menatap ke arah serangan itu muncul.


Joana juga ikut menatap arah serangan tersebut, Sudah jelas serangan seperti itu bukanlah yang bisa dilakukan oleh orang biasa.


"Maaf bukan aku ingin mengganggu pertarungan kalian, Namun aku sebagai penjaga kota tidak akan membiarkan kalian melakukan kerusakan di kota ini." Seorang gadis cantik muncul, Akar akar pohon membuat berjalan tanpa harus melangkah kan kaki.


"Pelindung kota?."


"Aku tidak tahu jika kota kecil ini memiliki pelindung yang sangat kuat." Joana ikut Terheran.


"Itu bukan urusan ku." Shingami mengacuhkan Sang gadis penjaga kota, Lalu berniat menyerang kembali.


Namun sebuah tekanan intimidasi muncul membuat Shinigami menghentikan serangannya.

__ADS_1


"Apalagi sekarang?." Shinigami menatap kearah berlawanan dari gadis penjaga kota.


"Seorang pria biasa?." Joana memperhatikan Kemunculan pria yang bahkan tak terpengaruh oleh sihir suci miliknya dan aura kematian Shinigami.


"Hanya manusia biasa yang bahkan tidak ada sihir, Karena dia telah melihat wujud ku aku harus membunuhnya terlebih dahulu." Shingami segera mengarah bidikan senapan nya.


"Tunggu Shinigami - Sama, Dia bukanlah pria biasa, Apa kau lupa dia adalah Pak guru kebenaran yang mengajar matematika di kelas kita, Dia juga mantan Party pahlawa yang dulu pernah menyelamatkan kota sepuluh tahun yang lalu." Linda menghentikan Shingami agar tidak langsung membunuh pak guru kebenaran.


"Mantan Party pahlawan?, Pantas saja dia tidak terpengaruh oleh auara yang kami pancarkan, Dia bahkan bisa menyembunyikan kekuatan sihirnya hingga tidak bisa di deteksi." Joana mampu merasakan tatapan membunuh dari pak guru kebenaran, Bahkan tubuhnya tak bergerak sedikit pun.


"Jadi apa yang akan kalian lakukan?, Aku penjaga kota dan pria mantan party pahlawan itu akan menghalangi pertarungan kalian." Ucap Gadis misterius itu.


Shingami terdiam, Lalu berbalik.


"Ayo kita pergi, Kita harus bisa memperhatikan dimana keberadaan Said terlebih dahulu."


"Tapi dewi kematian kenapa kita harus mundur bunuh saja mereka dengan mudah." Ujar Lucia.


"Apa kau menentang perintahku?." Shingami menatap Lucia hingga membuatnya ketakutan.


Seketika Shingami dan pengikutnya menghilang, Di ikuti oleh Joana dan pelayan nya.


"Terimakasih mantan Party pahlawan, Jika bukan karena mu aku tidak akan bisa menghentikan mereka berdua." Ucap gadis itu lalu pergi meninggalkan pak guru kebenaran yang masih diam berdiri.


"Hampir saja kebenaran ini mati." Pak guru ketakutan setengah mati, Dia terjebak di tengah tengah orang berbahaya ketika pulang dari membeli makanan kucing peliharaan nya.


Saking takut nya Pak guru kebenaran tak bisa bergerak mau lari pun tak bisa.


Pak guru kebenaran tidak menyembunyikan kekuatan sihirnya melainkan dia tidak memiliki kekuatan sihir sama sekali. Bahkan ketika bergabung dengan party pahlawan Pak guru kebenaran hanya bertugas sebagai pembawa barang, Namun dia terus selamat setiap melakukan Raid Gate dan menyelamatkan kota sepuluh tahun lalu.


Oleh karena itu mereka mengira pak guru kebenaran hanya berpura pura lemah.


"Kebenaran satu ni sangat hoki sekali."

__ADS_1


__ADS_2