I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 26.Penyesalan Tiffany


__ADS_3

"Kau benar benar membuat ku kesal Saiiddd...!!!, Akan ku buat kau menyesal sudah main main dengan ku..m!! Aura Tiffany meledak begitu luar biasa, Aura dari sang ratu iblis.


Sungguh tidak dapat dipercaya seorang bocah 10 tahun mampu bangkit menjadi Ratu iblis yang sangat kuat, Bagaimana bisa?.


Level Tiffany terus meningkat dan hampir masuk ke level 300, Berapa sebenarnya level dari sang ratu iblis ini?, Apakah memiliki batasan?.


Said hanya merasakan aura nya saja membuat dirinya meneguk ludah, Merasa sangat gugup, Disebalik itu juga Tampaknya said begitu senang, Menemui lawan yang benar benar kuat bukan main.


"Kekuatan gila macam apa yang kau miliki?" Said menyeringai tidak sabar melihat seberapa besar kekuatan yang dimiliki Tiffany yang baru saja menjadi ratu iblis.


"Lalu..??, Haruskah aku akhiri semuanya sekarang? " Tiffany tersenyum merasa dirinya tak terkalahkan setelah bangkit menjadi Ratu iblis.


Kebangkitan sang ratu iblis masih lah belum sempurna, Namun dengan kekuatan nya yang sekarang dapat mampu membunuh pahlawan bahkan dapat menghancurkan kota dengan mudahnya.


Tiffany dengan tubuhnya dipenuhi armor zirah merah yang tak tertembus, Mengangkat tangannya ke langit, Lalu meneriaki ultimate skill miliknya.


HELLLLSSSS INNFFEEERRRNOOOOOO..!!!!!


Tiba tiba sebuah bola api raksasa muncul diatas langit, Membentuk sebuah meteor yang terbuat dari gumpalan api yang di padatkan, Bola api tersebut dapat dengan mudah menghancurkan seluruh sesisi kota.


Seluruh kota sangat panik dan ketakutan, Melihat kemunculan bola api raksasa tersebut, Aura mencekam dari sang ratu iblis juga ikut dirasakan oleh warga kota.


Para petarung sihir guild segera membantu mengevakuasi penduduk, Tidak ada yang berani mendekati asal bola api raksasa tersebut.


Dari sebuah jendela rumah sakit tampak Lorence Guildmaster Wildforce juga ikut melihat bola api raksasa tersebut, Lorence Sudah beberapa minggu dirinya belum pulih sepenuhnya.


"Apakah itu dirimu guru?" Batin Lorence, Setelah melihat kemampuan Said, Lorence mulai menganggap nya sebagai Guru nya, Dan ingin berguru padanya.


Tak ketinggalan pula Olaf Norwej memperhatikan bola api raksasa dari balik jendela, Yang dipikiran nya hanyalah bahwa itu adalah pertarungan besar yang sedang dihadapi Said.


seluruh kota menjadi sangat gelap dan hanya menerima cahaya dari bola api tersebut, seakan seluruh cahaya terserap ke arah nya.


"Hahahahaha...., Sayang kali jika kalian Ikut binasa dengan seluruh seisi kota ini" Tiffany tampak tertawa dengan puas.


"Ckckckckck..., Haruskah aku mengakhiri nya sekarang, Sayang nya aku takut kota ini juga ikut hancur jika aku melepas batas." Disisi lain Said tampak ragu jika dirinya takut menghancurkan kota hanya dengan melepas batasannya.


"Tampaknya tak ada pilihan lain" Batin Said.


MELEPASSSSS BATASSSS...!!!!!!!


Seketika aura milik Said meledak dengan hebatnya, Kekuatan absolute miliknya ikut mengeluarkan kekuatan yang luar biasa.


[Naik ke Level 2.]


Said naik level menjadi level 2, Dan seluruh poin statnya meningkat menjadi dua kali lipat.

__ADS_1


Tessia yang merasakan aura mengerikan milik Said, Muntah muntah tanpa henti saking tidak bisa menahan kuatnya aura yang di pancarkan oleh Said, Sebagai ParaNormal yang bisa melihat Aura Tessia sangat sensitif dengan aura yang dimiliki oleh Said.


"Ibu apa yang terjadi? " Tasya tampak khawatir dengan kondisi ibu nya.


"Ibuu takut Tiffany tidak akan selamat jika berhadapan dengan Said yang sekarang, Kita harus menghentikan pertarungan ini, Nyawa Tiffany terancam...!!" Tessia berdiri berniat menghampiri Said, Namun ditahan oleh Tasya.


"Ibu tenanglah, Said tidak akan melakukan hal seperti itu" Tasya berusaha menenangkan Tessia dan meyakinkannya.


Sudah wajar bagi Tessia merasa ketakutan, dirinya yang bisa melihat aura, Atau disebut paranormal sejak pertama kali, Merasakan bahwa aura milik Said sangatlah berbahaya, Hanya dengan aura nya saja dapat membawa kehancuran dunia.


Said melihat sebuah pedang kayu yang terkubur ditanah, Pedang kayu yang pernah dipakai nya berlatih beberapa hari yang lalu bersama Rudolf kala itu.


Said tampak tersenyum melihat pedang kayu tersebut.


"HIAAAAA BINASALAHHHHHHH KALIAN SEMUAAA......!!!!!!!"


Tiffany melepaskan bola api raksasa tersebut, Dan melaju seperti sebuah meteor yang jatuh dari langit.


"Hehehe.... "


Said dengan penuh senyuman, Memasang kuda kuda samurai miliknya yang pernah dipelajari nya selama 300 tahun.


"Paman Nobunaga, Pinjam kan aku kekuatan mu.....!!!!"


[ Menggunakan kemampuan Oda Nobunaga.]


Pedang kayu milik Said kemudian terbakar dengan api yang sangat membara, Api merah menyala dengan suhu yang sangat panas, Kemungkinan diatas 4000° celcius.


"Terbakarlahhhhh....!!!!!!!"


"RENGGGOOOKUUUUUU.....!!!!!!!!"


SLAHHHHSSS.....!!!!!!


Said mengayun pedang nya membelah bola api tersebut, Serangan penghancur sihir dan dapat membatalkan serangan sihir apapun.


Clinkkk....!!!!!


bola api raksasa tersebut terbelah menjadi dua, Dan seketika lenyap begitu saja.


Tidak hanya itu Tiffany yang terkena serangan tersebut seluruh kekuatan sihir miliknya hilang seketika, Tubuh nya jatuh dari langit karena tidak ada lagi kekuatan sihir.


Setelah menggunakan Skill Rengoku, Pedang kayu Said terbakar menjadi abu, Tidak dapat menahan kekuatan Said.


"Uhuk...!!! Uhuk...!!!!," Tiffany terbatuk seluruh kekuatan sihirnya menghilang, Tidak mungkin ratu iblis dikalahkan dengan mudahnya dalam satu kali serangan.

__ADS_1


"Semuanya telah berakhir, Sekarang diri mu untuk ku akhiri..!!" Said mendekati Tiffany dengan tatapan yang sangat tajam.


Tiffany yang melihat sosok Said tampak begitu ketakutan, Dia tidak melihat Said seperti sebelumnya nya, Yang dilihat nya hanyalah sosok hitam tak berwujud yang memberikan senyuman yang sangat mengerikan.


Tubuh Tiffany tampak bergetar, Kedua kakinya lemas tidak dapat digerakkan, membuatnya ngompol dicelana, Wajar masih anak anak saking takutnya.


Said yang tampak siap mengeluarkan NightMare miliknya, Bersiap untuk mengakhiri kekacauan yang di sebabkan oleh Tiffany itu sendiri.


Brukk...!!


Tiba tiba Tessia jatuh didepan Tiffany, Sembari berlutut ke arah Said, Dan memohon.


"Said tolong kau hentikan semua ini, Tolong jangan bunuh putri ku" Meskipun dipenuhi rasa ketakutan Tessia tetap memberanikan dirinya semua hanya untuk putrinya.


Said hanya membalas dengan tatapan dingin.


"Ibuu....." Tiffany tidak menyangka jika ibu nya akan melakukan hal seperti ini.


"Tunggu dulu Said, Kenapa kau harus melakukan hal ini dia itu adalah adik ku, Aku tidak akan menerima nya" Tiba tiba Tasya juga muncul menghalangi Said.


"Dia itu sangat berbahaya lho, Siapa yang akan menjamin jika dia tidak melakukan hal seperti itu lagi" Balas Said dan terus melangkah mendekat.


"Jika kau berniat mengakhiri Tiffany, Maka kau harus mengakhiri kami semua, Itu lebih baik dari pada harus kehilangan Tiffany" Tasya dengan penuh tangis dengan nada sedikit memohon belas kasih Said.


Sedangkan rudolf dari kejauhan hanya menyaksikan live streaming.


"Huaaaaa, Ibuuuu.. !!!!!, Kakak..!!!!!!, Maafkan Aku" Tiffany menangis penuh penyesalan.


"Tiffany berjanji tidak akan nakal lagi, Tiffany janji....!!, Hikssss... Hikss..."


Mereka bertiga saling berpelukan dengan penuh isak tangis.


Cihh..., Said yang tidak suka melihat drama mengurungkan niat nya.


"Tiffany aku harap kau menyesali nya" Ucap Said datar.


Said memperhatikan sekeliling dan melihat seluruh rumah Tessia hancur akibat pertarungan nya.


Rudolf kemudian datang dan membawa kan sapu tangan untuk mereka bertiga, menghapus air mata mereka, Akhirnya keluarga mereka dapat bersatu kembali.


Pelindung yang tanpa sengaja terpasang oleh said juga ikut lenyap, Level Said kemudian turun menjadi level 1 kembali.


Pertarungan yang sangat menyenangkan bagi Said telah berakhir, Dirinya sangat mengharapkan bertemu dengan lawan yang kuat lainnya.


Said tampaknya melupakan sesuatu, Bahwa dirinya masuk sekolah hari ini dan sekarang sudah hampir masuk kelas.

__ADS_1


"Njirrr..!!, Gimana nihhh." Batin Said mulai panik, Sangat takut di hukum oleh guru Ovilla.


__ADS_2