
Rudolf menggendong Tasya keluar dari bangunan tersebut, Tasya yang masih dalam batas kesadaran nya memperhatikan sekitar, Melihat mayat yang berserakan.
Tasya berfikir jika itu dilakukan oleh Rudolf sendiri, Lagi pula mana mungkin said si pecundang itu datang menolongnya, Pikir Tasya.
Tasya pun merasa bersalah atas perbuatan nya selama ini kepada Said, Mungkin karena dirinya terlalu angkuh dan tidak mau mendengarkan perkataan nya.
"Sangat konyol berharap jika pecundang itu datang menyelamatkan nya." Batin Tasya.
Perlahan kesadaran nya memudar dan tertidur pulas di punggung Rudolf, Sangat cocok sekali jika Rudolf dianggap sebagai ayah bagi Tasya, Punggung nya memberikan kehangatan sama seperti ayahnya yang dulu.
Sementara itu........
"Nihhh....., Tangan mu aku kembali kan, Kau masih mau memakainya bukan" Dengan santainya said melemparkan kembali lengan Sir Lancelot yang telah terputus.
"Dasarrr!!!!, Bocah sialan jangan kau berharap untuk hidup kali ini" Sir Lancelot mengambil lengannya, kemudian mengangkat lengannya dengan cara mengigit lengannya sendiri, Sedangkan tangan kirinya mengambil kembali pedang tersebut.
"Boleh juga, Baiklah akan ku tunjuk kan apa itu keputusasaan " Said tersenyum mengejek.
"Sialannnnn!!!!!! " Dengan marah nya Sir Lancelot mulai menyerang dengan membabi buta.
"Tampaknya ada skill yang ingin ku coba" Said menjulurkan tanganya kedepan.
Impenetrable Defense..mm!!!!!.
Seketika sebuah lingkaran Shield mengelilingi Said, Sebuah sShield yang sangat mirip dengan perlindungan monster yang pernah di kalahkan Said, Shield tersebut memiliki relief mirip dengan sisik trenggiling.
Stranggggg!!!!!!
Stringggg!!!!!
Strunggggggg!!!!!!!
Serangan demi serangan yang di lancarkan Sir Lancelot sama sekalu tidak mengenai said, Perlindungan keras tak tertembus milik Said sangat membuat nya kesusahan.
Darah dari tempat lengan nya terputus terus bercucuran tanpa henti, Seberapa lama dia akan bertahan.
"Heeee.... Apa hanya segini saja serangan seorang Guildmaster Assasins" Said terus mengejek dengan senyuman, Matanya penuh tatapan dingin yang mengintimidasi.
"Hei bocah sialan, Jangan jadi pengecut keluar kau dari pelindung payah ini" Dengan penuh amarah Sir Lancelot terus menyerang dengan serangan brutal tanpa henti.
Arrrgggggghhhhhhhh!!!!
Lyfa terus berteriak kesakitan, Sir Lancelot tidak memperdulikan nya dan terus memaksa kan menyerang.
Pedang anggar tersebut tampak retak dan kerusakannya makin besar setelah dipaksakan.
Trakkkkkk!!!!!!!
Pedang tersebut patah dan hancur, Teriakan yang sangat menyakitkan telinga terdengar sangat menyedihkan.
Alter ego Name Lyfa, Hancur...!!!!!.
__ADS_1
Whuaaaaaaa!!!!!
Sir Lancelot berteriak putus asa, Dan terus memukulkan gagang pedang yang telah patah.
"Hahahhaha....., Teruslah berputus asa wahai anak manusia" Dengan penuh gelak tawa Said menyaksikan keputusaasaannya.
Lah terus lu dari ras apa njirrr...
Said membuka kembali pelindung tak tertembus miliknya, Dengan wajah senang Sir Lancelot melompat menyerang langsung ke arah said.
Buaakkkk!!!!!
Sir Lancelot terhempas begitu jauh setelah terkena tendangan Said.
"Heii, Tadi kau bilang aku tidak bisa menggunakan sihir bukan?, Bagaimana jika aku mencobanya" Said perlahan mendekatinya, Dan mengambil ancang ancang untuk mengeluarkan sihir.
Fire Ball....
Skill yang baru didapat said dari hasil pembantaian.
Sebuah bola api besar keluar dari tangan Said, Bola api tersebut tampak terus membesar, Said kemudian memadatkan bola api tersebut sehingga terlihat mulus seperti bola.
"Tidak mungkin, Aku bisa melihat nya sendiri bahwa kau tidak nemiliki aura dan bahkan tidak merasakan energi sihir dari mu" Sir Lancelot berputus asa, Tubuh sudah tidak dapat digerakkan lagi, Dirinya telah banyak kehabisan darah.
"Tidak ada yang tidak mungkin bukan?" jawab Said dengan santai, Dan mengarahkan bola api tersebut.
"Hahahahaha....., Musuh mu Sebenarnya bukanlah kami, Musuh mu adalah orang yang bersembunyi dibalik orang yang kau lindungi, kami hanya melaksanakan tugas darinya" Sir Lancelot tertawa girang, Harapan sudah tidak ada lagi baginya.
DUARRRRRR!!!!!!
Ledakan besar tersebut membuat bangunan gedung tersebut akan runtuh, Guild Assasins tamatlah riwayatnya.
"Hahhhhh" Said menghela nafasnya, Akhirnya selesai juga, Said melihat fajar akan segera terbit terlihat dari bagian terbuka gedung yang terkena ledekan.
Ctingggg!!!!!
Tiba tiba notifikasi masuk kedalam sistem milik Said, Queen elizabeth telah memberikan anda gift .
"Ehhhhhh..?"
Said terkejut lah kok bisa sistem nya terhubung dengan Alam Nirwana.
Said membuka gift tersebut yang ternyata isinya seperangkat alat minum teh ala bangsawan yang di berikan queen elizabeth kepada said, Sebuah gelas keramik nan indah di warnai dengan warna putih dan corak biru terang.
Heh kok bisa pulak ngirim barang lewat sini, Said tampak begitu keheranan, Mungkin besok buka jasa COD dari bumi ke alam Nirwana.
Said melihat terselip sebuah surat di antara alat alat minun teh tersebut.
Sepucuk surat untuk Said.
Said bagaimana kabarmu, Sudah lama tidak berjumpa, kami semua sungguh sangat merindukan dirimu, Terlebih lagi wu zetian terus memikir kan mu.
__ADS_1
Said berhenti sejenak, Dan tersenyum tipis.
Ohhhh, Aku lupa memberitahukan mu jika sistem milik mu terhubung dengan alam nirwana, Julius yang memberitahu ku.
Tunggu sebentar aku akan mengirimkan sedikit cindera mata untuk mu, sebentar lagi akan sampai.
Ctingggggg!!!!!
Notifikasi lainnya masuk ke dalam status said.
[Anda telah menerima kekayaan queen elizabeth senilai 530 juta dollar AS.]
HEEEEEEE!!!!!!!!!
Said sangat terkejut dengan angka fantastis tersebut, Sejak kapan sistem Said bisa jadi alat transfer uang.
Lanjutan surat berikutnya.
Tampak nya kau sudah bisa menggunakan kemampuan beberapa dari kami, Meskipun kemampuan ku tidak ada yang berguna untuk setidaknya aku bisa membantu mu dengan biaya.
Mungkin itu saja, Ahhh iya uangnya jangan di habis kan untuk bermain wanita ya, Hahahahaha, Tehee...
Aku harap kau menemukan wanita yang sempurna untuk mu .
^^^Dari yang tersayang,^^^
^^^Queen Elizabeth.^^^
Said masih belum sadar dari keterkejutan nya, Yang benar saja, Meskipun said berharap untuk bertemu dengan mereka lagi, Namun jika terus begini malah membuat Said jantungan.
Sreeepettt!!!
Said meminum teh panas yang baru saja ia sajikan dan duduk memandangi langit yang sebentar lagi akan terbit.
MISSION COMPLATE.
Said memandang ke arah Lyfa senjata Alter Ego yang sudah hancur, Said Berjalan mendekati senjata tersebut.
Perlahan tangan memegang ganggang pedang tersebut, Seketika serpihan pedang tersebut bercahaya sangat terang, Serpihan yang hancur mulai bersatu kembali, Namun bukan kembali ke bentuk semula melainkan membentuk sebuah bentuk baru, Perlahan sinar mulai meredup.
Bentuk baru mulai terlihat, Terlihat seperti belati indah yang penuh ukiran unik.
"Master silahkan berikan nama terhadap ku"
Senjata tersebut mulai berbicara dan suaranya sama seperti Lyfa yang sebelumnya.
Apakah ini adalah jiwa dan perasaan baru dari Alter Ego???.
Said dengan penuh senyuman.
"Baiklah nama mu mulai saat ini adalah........
__ADS_1
...NIGHTMARE.........