
Chapter ini di buat oleh Author yang sedang menyusun Story line : Bab 2 terjebak di dunia Abyss dan penyerangan alam dewa Olympus.
...*********...
Dua bulan setelah said kembali ke dunia nyata, Said menyempatkan untuk berkunjung kembali ke panti asuhan yang pernah menjadi tempat tinggal Said dulu, Sebelum di adopsi oleh Guru Ovilla 10 tahun lalu.
"Sudah lama sekali ya." Said menatap bangunan panti asuhan tersebut, Terdapat papan tulisan disana tertulis : Panti asuhan ladang amal.
Said mulai menginjakkan kakinya memasuki perkarangan, Kedatangan Said membuat anak anak di sana memperhatikan nya.
"Wahh ada pangeran tampan yang datang ketempat ini, Apakah dia ingin melamarku?." Gadis kecil itu terpesona akan ketampanan Said yang mengenakan kemeja hitam yang rapi dan rambut nya yang acak acakan.
Gadis kecil itu makin salah tingkah ketika Said semakin dekat dengannya.
"Kyahhh.... Ini adalah mimpi!!, Pangeran tampan segera bawa aku ke istana mu." Gadis itu dengan wajah memerah menantikan Said membawanya ke istana.
Said berdiri berhadapan gadis kecil itu yang mungkin usia sekitar tujuh tahun, Said tersenyum lalu mengelus lembut rambut gadis kecil itu.
"Eh? Bukankah itu dirimu, Said?." Seorang wanita datang menghampiri Said, Bahkan wanita itu sedang menggendong dua anak kecil kembar yang terikat kain di belakang nya yang sedang tertidur lelap, Sedangkan kedua tanganya menggendong bayi yang masih kecil.
Dari kedua mata wanita itu dia terlihat seperti wanita yang sangat tangguh yang tahan dari segala badai permasalahan hidup, Wanita yang pernah mengajarai Said membaca dan menulis dan sering mengajak Said untuk acara bakti keagamaan setiap minggu bersama Sister yang merupakan ibu mereka semua.
__ADS_1
"Bagaimana kabar mu, Kak Ana?." Said tersenyum pada wanita itu, Wanita yang berperan sebagai kakaknya ketika masih tinggal di panti asuhan dulu.
"Tidak mungkin pangeran tampan ku sudah direbut oleh kak Ana!!." Batin gadis itu syok melihat nya, Seketika awan suram menghiasi kepalanya.
"Hei Nia jika ada tamu seharusnya kau menyambut nya." Ana menasihati gadis kecil itu yang bernama Nia.
"Sudah lama sekali ya Said, Kupikir kau sudah melupakan tempat ini." Ana mendekati Said, Menatap wajah Said yang terlihat sangat tampan, Ketika mata mereka bertemu satu sama yang lain Hati Ana langsung berdegub dengan kencang.
Ana saat ini berusia 20 tahun dan seorang mahasiswi yang menempuh jurusan hukum di universitas negeri, Ana sendiri merupakan orang biasa yang tidak bisa menggunakan sihir berbeda dengan anak panyi asuhan yang lain yang bisa menggunakan sihir mereka semua menjadi petarung sihir dan sudah lama meninggalkan panti asuhan.
Saat ini panti asuhan ladang amal hanya disisi oleh anak anak baru, Sedang anak lama yang masih tinggal di panti hanya Ana dan satu lagi wanita yang sedang tidak terlihat.
"Hehh.... Apakah kau datang kesini hanya membawa tangan kosong, Ku kira kau di adopsi oleh orang kaya harus nya kau sudah punya banyak uang." Ana mulai menjahili Said, Ana memang sering menjahili Said yang dulu memang sangat cengeng.
"Tentu saja aku bawa kok." Mengingat masa lalu itu sangat disesalkan oleh Said.
Sebuah cahaya biru muncul, Lalu disusul dengan Banyak barang barang yang keluar dari dalamnya, Mulai dari beras, Tepung roti, Sembako, Kebutuhan bayi, Pakaian anak - anak, Mainan dan masih banyak hadiah lainnya.
"Said bisa menggunakan sihir?, Yah wajar saja di tinggal bersama dengan orang yang bisa menggunakan sihir tidak seperti diriku yang sama sekali tidak memiliki mana dalam tubuh." Batin Ana terlihat sedih melihat dirinya menjadi satu satunya orang yang tidak bisa menggunakan sihir.
Anak anak langsung berhamburan keluar melihat barang barang yang di keluarkan oleh Said, Mereka terlihat sangat bahagia. Apalagi banyaknya mainan yang di bawakan oleh Said.
__ADS_1
"Pangeran tampan ku sangat hebat!!." Nia makin kagum terhadap Said dengan matanya berbunga bunga.
Lalu Said mengeluarkan sebuah kotak dari balik sakunya, Said hampir salah ambil dari sakunya yang sudah seperti kantong ajaib.
"Bukankah itu TNT?." Anak cowok yang didekat Said terkejut melihat Said menyimpan bom di balik sakunya.
"Aku punya sesuatu untuk mu, Kau dari dulu pernah memintanya bukan?." Said mulai membuka isi kotaknya yang berisi sebuah cincin berlian yang sangat mahal, Tangan Said lalu menyentuh tangan Ana dan mengangkat nya keatas.
Ana seakan tak bisa menggerakkan tubuhnya, Dirinya belum siap untuk ini, Ketika jari jemari Said menyentuh tangannya yang sangat kasar.
Said memasang kan cincin tersebut di jari manisnya, Ana sedikit mengalihkan pandanganya sembari melirik jari manisnya yang sudah terpasang cincin indah yang terbuat dari berlian.
"Apa??, Kak Ana akan menikah!!." Anak anak langsung berteriak heboh.
"Menikah menikah!!." Mulai bersorak.
"Kak Ana benaran merebut pangeran tampan ku, Pelet apa yang dia pakai." Nia makin syok Hingga jiwa nya ikut keluar.
"Sa - said Apa maksudnya ini.?" Ana masih belum siap jika tiba tiba di ajak menikah oleh Said.
"Bukankah sudah jelas jika kau memiliki kebutuhan mendesak kau bisa menjual cincin itu, Lumayan bisa dapat duit." Jelas Said dengan santai, Said sendiri masih banyak stok berlian yang dia miliki.
__ADS_1
Seketika wajah Ana berubah lalu bergumam dalam hatinya. " Bangsat ni anak!!."