I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 170.Kota Minerva


__ADS_3

Hampir seluruh prajurit yang ada di kota Minerva pergi berperang ke alam Olympus, Banyak dari penduduk kota yang mulai kehilangan kesadaran. Hilangnya Said sebagai Master dan raja kota Minerva membuat seluruh kota menjadi heboh.


Mereka terus berdoa agar Said tidak dalam Marabahaya, Pemimpin yang di hormati karena kebijaksanaan nya, seorang raja yang telah membuat rakyat hidup makmur.


Said Kusuma adalah raja tak tergantikan bagi penduduk kota Minerva.


"Nona Tessia satu orang lagi mulai tidak sadarkan diri, Seluruh tubuhnya terasa sangat panas." Emily dan Rea memikul salah satu penduduk kota membawanya ke hadapan Tessia.


Tenda tenda darurat telah banyak terisi oleh penduduk kota yang kesadaran nya mulai menghilang, Saking banyaknya korban yang berjatuhan Tessia benar benar kewalahan merawat banyak penduduk.


Untungnya beberapa budak mau sukarela membantu mengevakuasi para penduduk.


"Apa yang sebenarnya terjadi?." Batin Emily penasaran, Bagaimana bisa kehilangan sang raja seluruh penduduk kotanya menjadi kehilangan kesadaran.


"Nona Tessia lihat apa yang terjadi!!." Lime berteriak dengan raut wajah yang begitu ketakutan.


Beberapa tubuh dari penduduk kota mulai terlihat transparan, Cahaya biru redup bersinar di tubuh mereka.


Dengan wajah yang begitu panik Tessia langsung menghampiri beberapa penduduk kota, Dan mulai memeriksa denyut nadinya.

__ADS_1


"Gawat denyut nadi mereka mulai lemah." Tessia semakin terlihat cemas di tengah kekacauan kota ini Said tak kunjung kembali, Kontrak Raja dan Rakyat mulai memudar.


"Segera cepat kumpulkan penduduk kota yang kondisi nya mulai parah." Perintah Tessia tanpa pikir panjang, Prioritas dia sekarang adalah mempertahankan keselamatan seluruh penduduk kota.


"Said jika kau tak segera kembali mereka semua akan mati, Begitu juga dengan mereka yang sedang berperang." Tessia menitikkan air matanya berharap Said segera kembali.


"Huhhh kami datang!!." Tak lama kemudian Nightmare dan lightmare datang membawakan tanaman obat obatan dan langsung memberikan nya kepada Tessia.


"Kapan tuan akan kembali?." Lightmare bertanya tanya, dia sangat merindukan Said.


"Master pasti akan segera kembali, kita harus menjaga seluruh penduduk kota." Nightmare menyemangati Lightmare yang terlihat cemas.


Bruaak!!


"Lightmare!!."


Tiba tiba saja tubuh lightmare menjadi ambruk dan tak sadarkan diri. Kini tubuhnya mulai terlihat transparan.


"Lightmare!! lightmare bangun!! bertahanlah Master pasti akan pulang!!." Nightmare berusaha membangun lightmare, air mata nightmare mengalir melihat saudari nya begitu pucat dan denyut nadi yang kian melemah.

__ADS_1


"Lightmare!! Ya tuhan tubuhnya sangat panas, Kumohon bertahan lah." Tessia segera mengangkat tubuh lightmare, Ia benar benar sangat khawatir dan cemas. Ia telah menganggap lightmare sama seperti putrinya.


"Nona Tessia biarkan saya yang merawatnya." Sydney datang lalu mengambil Lightmare dari pangkuan Tessia.


"Tolong jaga dia baik baik." Ucap Tessia meskipun masih merasa cemas akan keadaan Lightmare.


Tessia kembali merawat penduduk kota yang tiba tiba saja mengalami demam tinggi, Untunglah tanaman obat obatan yang di bawa Lightmare dan nightmare membantu Tessia dalam mengobati penduduk kota.


Disisi lain April dengan sihir penyembuhan nya membantu menerunkan demam penduduk kota, Banyak anak anak yang kini mulai bisa tersenyum lagi.


"Bibi kenapa aku tiba tiba merasa sangat pusing." Ucap Nightmare, pandangan nya tiba tiba saja menjadi rabun.


"Nightmare!!." Dengan sigap Tessia menangkap tubuh Nightmare yang hampir terjatuh.


"Bibi aku ngantuk sekali, Tubuhku terasa sangat panas." Ucap Nightmare perlahan kesadaran mulai hilang.


Tessia hanya bisa menangis dan memeluk erat tubuh Nightmare, Ia hampir saja merasa putus asa menangani ini sendirian.


Seseorang datang menyentuh pundak Tessia yang membuat ia berhenti menangis.

__ADS_1


"Nona Tessia ini bukan saatnya kita menyerah." Zoewhy muncul memberikan senyuman pada Tessia dengan tubuhnya yang masih terbalut perban luka.


__ADS_2