
"Blaaaaaarrrrr.....!!!" Serangan membabi buta.
Membuat hutan menjadi gundul yang membuat sebuah wilayah yang sangat luas.
"Dimana Semangat mu itu pecundang..!!" Mahishasura terus mengeluarkan serangan dahsyat, Tanpa berfikir panjang yang ada dia hanya membuat kehancuran.
"Sial....., Gawat kenapa aku harus latihan dengan dia, Benar benar sangat mengerikan." Indra sembunyi di balik pohon besar sambil ketakutan, Dia membuat nama dewa menjadi aib karena hanya bisa bersembunyi.
Indra meneguk ludahnya merasa tenang ketika Mahishasura tidak melancarkan serangan lagi, Dia berfikir Wanita itu telah lelah.
"Fufufuh... Akhirnya." Indra merasa tenang.
"Ketemu juga kau pecundang....!!" Wajah menyeramkan muncul dari samping Indra.
"Aaaaaaahhhhhhh.....!!" Indra berteriak ketakutan.
...**********...
"Apa hanya ini kekuatan kalian, Sungguh kalian sudah mempermalukan Master...!!, Di tambah kalian mengaku sebagai Empat Raja Surgawi, Sungguh membuatku kecewa." Ucap Bam menatap ke empat raja surgawi yang tak berkutik di hadapannya.
Bahkan Bam tidak perlu mengeluarkan tongkat sakti nya, Untuk menghadapi mereka semua.
__ADS_1
DasaMuka, RagaBima, Gokarna, Kumba merasa diri mereka sangat lemah, Padahal mereka sudah berusaha sekuat mungkin, Bahkan memberikan Serangan telak pun tak bisa.
"Kalian jika terus lemah begini lebih baik kalian mati Saja..!!" Bam tak main main akan peringatannya itu, Dia tidak ingin orang orang lemah berada di samping Master.
"Masih belum, Kami memanglah sangat lemah dan terus menjadi beban buat Master, Tapi kami tidak ingin terus terusan menjadi LEMAHHH.....!!" Teriak Kumba, Lalu berdiri dengan sisa tenaganya yang masih ada, Berpangku pada pedang nya sebagai penyangga.
"Benar kami akan terus menjadi kuat tidak peduli kau ingin mengatakan apa tapi kami akan terus berlatih menjadi kuat dan menjadi orang yang akan melayani Master." DasaMuka merasakan semangat membara, Sudah lama sekali dia tidak menghadapi lawan yang kuat Pasca perang alam Alengka.
RagaBima dan Karna juga ikut berdiri, Mereka semua masih belum menyerah, Demi bisa menyelamatkan Master mereka akan terus menjadi kuat.
"Bagus semangat itu yang aku suka." Bam tersenyum senang.
"Kalau begitu aku akan menghadapi kalian dengan serius." Bam menatapa mereka semua dengan tatapan dingin yang begitu mengintimidasi.
Keempat Raja Surgawi menjadi gemetar melihat langit menjadi berlubang, Lalu sesuatu muncul dari lubang langit, Sebuah Tongkat yang sangat besar.
"Kemarilah..... YOEI......"
...********...
Disisi Tenggara kota terjadi sebuah pertarungan yang sangat sengit pertarungan Antara Rudolf dan Aroon, Sesama pengguna Sihir kegelapan mereka berdua aduk mekanik dengan sangat hebatnya.
__ADS_1
Jika di lihat dari kejauhan, Bagian tenggara hanya terlihat kegelapan yang menyelimuti.
Mereka berdua bertarung secara seimbang, Aroon yang dulu mantan Sorcerer agung terlihat begitu bersemangat.
"Aku sangat menikmati pertarungan ini...!!, Hahahaha" Teriak Aroon kegirangan.
Begitu juga dengan Rudolf yang mantan Ksatria Vatikan, Dia mulai Menggunakan jurus jurus pedangnya sebagai Swordman Master.
Siluet hitam dan Pancaran Hitam terus beradu satu sama lain mengikuti irama satu sama lain.
"Kau terlihat begitu bahagia Tuan Aroon." Ucap Rudolf melihatnya yang tersenyum senang dan sangat bahagia sekali.
"Tentu saja aku sangat bahagia." Balas Aroon, Dia senang jika Rudolf mampu mengimbangi kemampuannya.
...*******...
Di utara bagian kota, Terjadi pertarungan 9 Raja iblis pelayan Mahishasura melawan satu Arch-Spirit, Yaitu Tzabaoth.
Tzabaoth dengan mudahnya dapat menumbangkan ke 9 raja iblis tersebut, Bahkan Mereka bukanlah apa apa baginya, Karena Arch-Spirit sendiri di luar Imajinasi dan Ekspetasi para dewa.
Di Ruang latihan, Meggido dalam wujud wanita dewasanya yang sangat cantik melatih Tasya untuk memperkuat Skill Berpedang miliknya begitu juga Tiffany yang di latih Meggido untuk membuka Tranformasi perubahan Ratu Iblis tingkat 3.
__ADS_1
Waktu penyerangan tinggal 3 JAM.....!!!.