I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 61.kecemburuan Ovilla


__ADS_3

"Said Ada hal yang ingin kutanyakan padamu?" Wajah ovilla terlihat kesal, tangannya mengepal erat siap membogem.


" hmm, Apa itu??" Said mengalihkan pandangannya


PANGG!!!!


"Anak siapa lagi yang kau bawa ini!!!" Pukulan berapi ovilla menghantam wajah said.


"Apa yang kau lakukan hingga membawa pulang Anak orang, coba jelaskan pada ku sebenarnya!!" Sambung ovilla.


ovilla memandangi tiga Loki kecil tersebut, Lightmare, kumba, dan Ashura.


"Yahhh seharusnya kau mendengar kan penjelasan ku terlebih dahulu baru memukul ku" said terkapar lemas.


"Jelaskan dalam 20 kata atau kau ku hajar habis" Bogeman ovilla mulai memanas.


"Ayolah, tidak bisakah tenang sedikit!!"


"Hanya tersisa 15 kata" Pukulan ovilla sudah siap untuk ronde berikutnya.


Hekkk!!! said gemetar ketakutan.


"Guru aku bisa jelasin semuanya" Tiba tiba Tasya datang, dan menjadi penyelamat bagi said.


" untunglah!!!" said bernapas lega


Tasya dengan segala kemampuan bicara nya menjelaskan bahwa anak anak yang dibawa said adalah sepupu dari sepupu jauh Tasya yang datang dari jauh untuk tinggal bersama dengan keluarga Tasya, dan kebetulan apartemen mereka berada berhadapan satu sama lain.


said bersyukur terselamatkan, karena dirinya susah untuk berbohong.


"Yasudah lahh!!" Ovilla pasrah menerima penjelasan tersebut.


"Tapi said, urusan mu dengan ku belum selesai, kau pulang terlambat malam ini dan tak ada jatah makan malam untuk mu!!" ovilla menatap tajam dan berlalu pergi.


"Tidakkk!!! tunggu jangan jatah makan malam" rengek said seperti bayi.


Malam hari said harus tidur dengan perut keroncongan karena tidak mendapat jatah makan malam.


Pagi harinya said mencium Aroma manis yang sangat memikat.

__ADS_1


"Hmmm, Wangi apa nih?" batin said yang perlahan terbangun.


"Ayolah jika kau tidak segera bangun aku akan melahap mu loo!!" bisikan menggoda membuat dedek kecil said juga ikut terbangun.


Said terbangun langsung melompat dari atas kasur, dan sangat terkejut mendapati tessia berada di kasur nya.


"Woahhh apa yang kau lakukan disini, bagaimana jika Tasya tau kau berada di kamarku" Jantung said berdegup kencang tak hentinya.


"Tentu saja untuk membangun kan mu, tehee.." Tessia mengedipkan matanya, Aura milf memang sangat menggoda, wajah said memerah.


Said ingat jika mereka tinggal bersebelahan apartemen, Apa yang dipikirkan oleh ibunya Tasya. batin said bergejolak.


"Said sudah saatnya bangun, atau kau akan terlembat kesekolah" Ovilla masuk ke kamar said, dan terkejut melihat said berduaan dengan tessia di kamar.


"APA YANG KAU LAKUKAN DASAR BAJ*NGAN!!!"


Panggg!!!, sebuah panci besar melayang mengenai said.


said yang baru bangun pun langsung dapat hadiah.


"Dan juga apa yang kau lakukan di kamar orang lain" Ovilla memarahi Tessia.


"Apakah kau sudah gila!! kau bahkan tak menyadari usia mu"


"Usia bukanlah masalah, benar kan said" lirik tessia.


mata seram ovilla melototi said, ovilla kali ini benar benar marah terhadap tingkah said.


Hingga mereka disekolah pun, ovilla tak menyapa said sedikit pun. yahh apakah ini yang di namakan kecemburuan. ditambah lagi bukankah mereka sudah di tunangkan oleh kakeknya ovilla, Olaf. walaupun pertunangan itu belum resmi.


tapi hati ovilla terasa sesak jika melihat said bersama dengan gadis lain, terlebih ovilla sudah sepuluh tahun berada disisi said, dan terus melindungi nya.


Trinhgg!!!, bel istirahat berbunyi.


Said terbangun dari tidurnya di kelas, ovilla yang selesai mengajar langsung pergi mengabaikan said begitu saja.


"Jadi dia masih marah ya" Said melirik kepergian ovilla.


"Hoaaaammm !!!" Said menguap besar. dan beranjak meninggalkan kelas.

__ADS_1


"Said kau mau pergi kemana?, apakah kau sudah makan siang" Seorang Gadis cantik langsung memeluk erat lengan said, mata indahnya yang berwarna giok membuat siapa aja pasti akan terpikat dengan binar cahaya matanya.


"Oh, Shinta. kau terlihat lebih ceria dari biasanya" ucap said.


"Benarkah?, tentu saja jika bersama mu selalu membuat ku ceria" Shinta tersenyum manis dan mempererat pelukannya.


deg deg deg deg!!!, jantung said berdetak, gawat bisa bisanya said tergoda.


ditambah mata Shinta benar benar mirip dengan wu zetian, setiap kali menatap Shinta said akan teringat wajah cantiknya wu zetian.


"Woii Shinta apa yang kau lakukan, lepaskan tanga kotor mu dari said" chelsia datang memarahi Shinta.


"Memangnya kenapa?, iri bilang kawan!!" Shinta mencibir mengejek Chelsia.


"Wahhh, wahhh ad yang cemburu nihh" Linda datang menggoda Chelsea.


"Hummp, siapa juga yang cemburu!!" kesal Chelsea.


"Sebagai ketua kelas aku tidak mengizinkan perbuatan maksiat ada dikelas ini!!" sambung Chelsea.


"Ara!! Bukankah ketua kelas yang mengatakan nya pernah berciuman dikelas ini dihadapan semua orang" Shinta membuka aib Chelsea.


seketika wajah Chelsea memerah dan sangat malu.


"Sangat imut"


"Ngomong ngomong said sudah hilang Lo" Ucap Linda.


Heeeee!!!


Chelsea dan Shinta terkejut.


"Wahhh aku terselamatkan berkat mu Lala" said berjalan berdua di lorong dengan Lala.


"hmmmm, tidak masalah, Asalkan Kusu kudu bahagia pasti akan kulakukan!!" balas bersemangat.


mereka berdua berjalan keatap sekolah untuk makan siang, dari kejauhan ovilla memperhatikan dan dirinya begitu terlihat kesal, hingga tangannya mengepal erat.


Ovilla mulai terbakar oleh api cemburu....

__ADS_1


__ADS_2