I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt 189. Disatukan di kehidupan selanjutnya


__ADS_3

Teisya tetap mengacung kan pedangnya dihadapan gadis kecil itu, Tangannya sedikit gemetar dan sedikit tidak tega jika. Ia harus membunuh ratu iblis yang tak lain hanyalah seorang gadis kecil.


Namun tatapan mata gadis itu begitu berbinar, Ia seharusnya takut dengan orang yang baru pertama kali ia temui terlebih jika orang itu menghunuskan pedang di hadapannya. Seolah tanpa ada ketakutan sedikit pun, Gadis itu maju. Mendekati gadis itu, Tereffany hanya terpesona akan kecantikan tiada tanding yang di miliki wanita, Yang tengah ia lirik dan selidiki. Dari manakah kecantikan itu berasal? Begitu batin Tereffany.


Teisya hanya sedikit gugup, Gadis kecil itu tiba tiba saja mendekati nya. Teisya makin bersiaga, Akan serangan tiba tiba.


"Hai kakak yang cantik." Sapa Tereffany membuat Teisya sontak kaget, dan hampir menyerang.


"Erghh." Teisya mampu menahan diri untuk tidak menyerang secara gegabah.


"Hehehe lucu sekali. Apa aku boleh tahu siapa nama mu?." Tereffany tersenyum melihat tingkah Teisya, Tangan kanannya menjulur, Mengajak bersalaman.


"Hmmm, Uhmmm." Teisya berdehem, lalu menyarungkan kembali pedangnya. Kemudian bersalaman dengan gadis kecil dihadapan nya.


"Teisya... Teisya Alderetto!!." Ucap Teisya dengan tegas, Berharap gadis kecil di hadapan nya itu menjadi sedikit tertekan.


"Nama yang bagus, Tereffany Fallen Angel. Senang bertemu dengan mu" Tereffany tersenyum, Akhirnya ia bisa berkenalan dengan seseorang yang sangat cantik.


"Fallen Angel? Bukankah itu nama ratu iblis? Itu berarti gadis kecil di hadapan ku ini memanglah ratu iblis yang sedang aku cari." Batin Teisya, ia benar benar tidak menyangka jika dihadapan nya memang benar sang Maharatu iblis, yang mana. Ia diberi misi untuk membunuh sang Maharatu.


Tapi yang membuat Teisya penasaran, Bagaimana bisa sang Maharatu yang dirumorkan mampu memimpin kekaisaran besar di dunia bawah. Hanyalah seorang gadis kecil yang jauh lebih muda darinya.

__ADS_1


"Sungguh kebetulan yang tak terduga." Gumam Teisya, tersenyum.


"Heee nani?. " Tereffany sedikit kebingungan melihat tingkah Teisya seperti orang aneh.


"Berapa umur mu?." Tanya Teisya tiba tiba.


Sontak membuat Tereffany menutupi tubuhnya dengan kedua tanganny. Dan merasa ketakutan.


"Eh.. Bu bukann.. kau salah paham, Aku hanya menanyakan umur mu, tidak ada maksud lain." Wajah Teisya memerah ketika pertanyaan nya membuat, Sebuah. kesalahpahaman.


"Ohhh. Aku kira kau wanita lolicon atau semacamnya." Tereffany menatap sinis.


"Pufffff, Hahahaha... Tingakah mu lucu sekali. Aku suka itu. " Tereffany tertawa, Melihat wanita itu terlihat merasa bersalah.


"Apa maksud mu?." Teisya bingung.


"Tiga belas..... "


"Heh?."


"Huhh...Tiga belas tau, Umur ku tiga belas tahun, Kenapa orang secantik dirimu bisa lemot seperti ini." Tereffany mendengus.

__ADS_1


"Ternyata dia memang masih muda, Dan tidak memalsukan usia ataupun ukuran tubuh." Batin Teisya, Menatap gadis kecil itu yang tengah memanyunkan bibir.


"Bukankah nama kita memiliki awalan nama yang sama? Bukankah itu membuat seperti keluarga?." Ucap Tereffany menanyai Teisya.


"Bukan begitu konsep nya, Memiliki awalan nama yang sama bukan berarti kita keluarga." Jelas Teisya.


"Hmmmm, Begitu ya? Lalu apakah kau mau menjadi keluarga ku?." Tanya Tereffany menatap Teisya dengan begitu polos.


"Konyol sekali!, Manusia dan Iblis adalah musuh, Naif. Pada akhirnya ia hanyalah anak kecil biasa." Batin Teisya, Ia masih belum menganggapi pertanyaan Tereffany.


"kenapa kau diam saja!!, Yasudah kalau begitu. Bagaimana kalau kau menjadi kakak ku?." Mata Tereffany membesar seakan memohon agar wanita cantik itu menjadi kakaknya.


"Kakak mu?." Teisya keheranan, Namun seperti sebuah ikatan batin mulai terhubung diantara mereka berdua.


"Benar, Bahkan jika kau dan aku tidak bisa menjadi keluarga. Aku berharap di kehidupan selanjutnya, menjadi adik mu seorang....!!."


Pluppp..... Suara tetesan air di alam bawah sadar.


Seakan ruang dan waktu bersatu dari kehidupan sebelumnya dan kehidupan sekarang.


Tasya dan Tiffany meneteskan air mata dalam alam bawah sadar mereka, Ketika ingatan kehidupan sebelumnya muncul di kehidupan sekarang, Di kehidupan ini mereka telah disatukan oleh takdir dalam sebuah, Keluarga.

__ADS_1


__ADS_2