
Cahaya ungu berpijar terang mengelilingi DasaMuka dan Hephaestus, Cahaya itu kian menyilaukan dan terus bertambah besar.
Reaksi elekton terus beresonansi dengan sirkuit sihir DasaMuka yang mengalir begitu derasa tanpa hamabatan, Luka tusukan Hephaestus membuat inti sihir Dasamuka bocor lalu mengisi cahaya reaksi elektron.
Kelebihan muatan elektron membuat sebuah fenomena listrik statis yang sangat dahsyat, Karena kelebihan muatan elekton akan mencari Proton yang kekurangan elektron.
"Sihir pemusnah!!."
"Apa?." dewa Hephaestus sontak kaget dan segera melompat mundur menghindari cahaya ungu itu. Ia bisa merasakan bahaya yang teramat sangat yang akan keluar dari cahaya itu.
"Binasakan lah semua materi!!."
DUAAAAARRRR!!!.
Cahaya menyilaukan disertai ledakan besar membuat alam Olympus bergetar hebat, Seluruh daratan yang ada disekitarnya langsung musnah menjadi debu, Reaksi atom yang bertabrakan satu sama lain membuat ledakan pemusnah itu kian besar dan dahsyat.
Ledakan itu juga langsung meratakan gunung gunung yang ada disekitar gunung Olympus, Lembah dan sungai juga ikut menjadi hancur.
Pasukan perang dan prajurit Minerva dapat menyaksikan ledakan besar tersebut, Seakan kagum akan keindahan ledakan pemusnah yang menjadi awal penciptaan alam semesta.
"Ledakan macam apa itu? Benar - benar mengerikan."
"Sebenarnya makhluk macam apa yang menyerang alam Olympus!!."
__ADS_1
"Monsters!! Iblis!! Dewa Jahat!!."
Pasukan perang dewa Ares tampak begitu pasrah mereka tidak akan menang melawan makhluk yang bahkan berani menantang dewa bahkan menyerang nya.
"Tuan DasaMuka!!." Diego sang komandan pasukan tampak begitu mengkhawatirkan keadaan DasaMuka.
Beberapa prajurit yang datang segera memberitahu kan Diego bahwa Tuan DasaMuka menyerah kan Komando pasukan utama kepadanya.
"Komandan Dieogo mohon bimbingannya!!." Seluruh pasukan Minerva langsung berada di bawah komando Diego.
"Baiklah pasukan teruslah berjuang!! Jangan takut kita adalah pasukan terhebat kota Minerva!!." Diego segera memimpin seluruh pasukan Minerva untuk menyerang pasukan perang Olympus yang tersisa.
"Ossshhh!!!. Hidup Kota Minerva!! Hidup sang Raja!!." Seluruh pasukan Minerva tampak bersemangat dengan semangat berkobar.
Mungkin Diego adalah kroco yang tidak terlalu penting Namun peranannya begitu luar biasa, Ia begitu ahli dalam strategi perang dan sangat lihai dalam memimpin pasukan, Terbukti ketika ia masih menjadi bawahan Rahwana dimana dia selalu memberikan ide cemerlang bagaimana cara menaklukkan musuh, Ia benar benar sosok yang tak dikenal.
"Benar benar merepotkan!!." umpat Hephaestus, Ia begitu terpojok hanya karena ledakan kecil itu, Jika bukan karena pemusnah materi yang ada dalam ledakan sihir itu mungkin Hephaestus dapat bertahan tampa harus menggunakan harta mulainya.
Perisai raja langit!!
Hephaestus kembali menyimpan perisai besar yang di lapisi petir hitam itu, Hephaestus mengira jika DasaMuka sudah mati kerena ledakannya sendiri.
Wosshhh!!
__ADS_1
Dibalik kabut asap pekat, DasaMuka muncul melancarkan serangan, Seluruh tubuh kiri nya hancur akibat ledakan tersebut dan hanya menyisakan tangan kanan yang tengah memegang sebuah Hammer yang terhiasi petir ungu megah.
Sebelum melancarkan serangan besar, DasaMuka meneguk pil Ilahi yang membuat tubuhnya bercahaya dan mulai memulihkan tubuh nya yang hancur.
"Hemmer Thunder !!."
DUAAAAARRRR!!!
JDERRRR!!
Hantaman Hammer itu menghantam bahu kiri Hephaestus yang belum sempat menghindar ataupun bertahan.
Tekanan yang begitu besar menciptakan kawah yang begitu dalam dan luas, Petir ungu menyambar kesegala arah menghancurkan bebatuan besar.
"Tak kusangka aku bisa dibuat lengah oleh dirimu, Benar benar tidak seorang pria sejati." Ujar Hephaestus yang hanya berdiri diam setelah terkena serangan DasaMuka.
Seakan tak berefek, Serangan DasaMuka hanyalah sebuah gelitikan bagi Hephaestus,Bahkan pelindung bahu kiri Hephaestus tidak tergores sedikit pun.
"Bagaimana bisa tidak mempan?." Batin DasaMuka.
Tubuh Hephaestus kemudian mengeluarkan petir hitam yang menyambar begitu hebat, Sontak membuat DasaMuka segera mundur dan bertahan dari serangan petir hitam Hephaestus.
"Bajingan...!! Aku akan tunjukkan bagaimana pria sejati bertarung." Aura Hephaestus keluar meluap begitu dahsyat, Bahkan langit seakan mengikuti panggilan nya untuk menurunkan lebih banyak petir hitam yang berbentuk harta mulia yang telah di tempa oleh Hephaestus.
__ADS_1
Kekuatan sebenarnya dari sang dewa pertukangan, Blacksmiths!!.
Penciptaan senjata harta mulia!!.