
Kedatangan pasukan dari kota Minerva yang di pimpin oleh Kusuma Servant's mendapatkan sambutan hangat dari Pasukan Gingant, Makhluk raksasa yang memiliki tinggi 60 meter.
Gigant merupakan Musuh dewa dewa Olympus, Mereka terus berusaha memanjat gunung Olympus tempat tinggalnya para dewa Dodekatheon.
Tanpa disadari juga bahwa secara tidak langsung Gigant melindungi gunung Olympus dari serangan Dewa lainnya.
"Meluas lah......!!."
"Yeoi!!."
DUAAAAARRRR.!!!
"Arrrggghhhh.!!" Raungan dari para Gigant yang tewas.
Bam mulai meluaskan tongkat saktinya hingga puluhan kilometer dan dalam sekali serangan mampu menewaskan setengah dari pasukan Gigant.
"Sangat hebat." Kumba merasa sangat kagum Dengan kekuatan Bam yang sangat kuat.
Pasukan yang lain mulai bersiap, Tidak hanya pasukan Gigant yang menyambut kedatangan mereka namun Pasukan dengan zirah besi dan persenjataan lengkap menyerang di balik sela sela kaki Gigant yang mulai mendekati mereka.
Pasukan itu sendiri di pimpin oleh dewa perang sebagai panglima nya, Yaitu dewa Ares.
Dalam waktu singkat kobaran perang dahsyat tak terelakkan lagi, Sekitar 400.000 Pasukan kota Minerva melawan 500.000 Pasukan dewa Ares.
"Aaaaahhhhhhhhhh!!." Pasukan mulai berteriak bersemangat dengan pertempuran.
Bentrokan perang besar itu membuat tanah alam dewa Olympus bergetar ketakutan.
"Tebasan kehancuran!!."
SLASHH!!.
Dalam waktu singkat setengah dari pasukan Gigant yang tersisa langsung di habisi oleh Mahishasura Dengan mudahnya.
__ADS_1
Mahishasura kemudian melayang di udara bergerak menuju puncak gunung Olympus.
"Oii.. jangan melakukan sesuka hati mu!!." Teriak Bam berusaha menghentikan tindakan Mahishasura.
"Menyusut lah.... Yeoi." Tongkat sakti Bam kini kembali menyusut menjadi kecil.
"Jangan khawatir adikku itu sangatlah kuat, Aku harus segera menyusul nya aku khawatir dia akan menghadapi tiga dewa utama sekaligus." Indra langsung menyusul Adikknya yang sudah terbang terlalu jauh.
Dari atas langit dia bisa melihat lautan makhluk hidup yang sedang bertempur, Meskipun Pasukan perang dewa Ares lebih banyak jumlahnya, Namun pasukan Kera yang di bawa oleh Bam terlihat sangat kuat, Bahkan dengan mudahnya memenggal pasukan perang itu dengan mudah.
Begitu juga dengan pasukan serigala putih dan Anjing neraka hitam, Mencabik dan merobek tubuh pasukan perang dewa Ares seperti daging segar.
Pasukan Undead yang di kendalikan Aroon seakan tak ada habisnya, Meskipun pasukan tengkorak itu lemah dan mudah hancur namun mereka terus bangkit selama si penggunanya tidak kehabisan sihir.
"Kita harus segera membereskan pasukan ini, Agar bisa menyusul mereka berdua." Bam berusaha keluar dari kepungan Pasukan perang dewa Ares.
Tujuan perang ini adalah Untuk mengetahui keberadaan Master yang menghilang disebabkan oleh Ruler.
Tidak salah lagi itu adalah dewa perang itu sendiri, Dewa Ares!!.
"Tampaknya aku tidak bisa membiarkan mu kabur meninggalkan medan perang seperti dua orang sebelumnya." Dewa Ares menatap Bam dengan senyuman sinis.
Tapp!!.
Woshh!!
DUAR!!.
Dengan cepat Dewa Ares langsung melompat dan mengarahkan tombaknya, Kemudian menghempaskan tombaknya hingga membuat Bam tertekan kebawah karena menahan serangan tersebut.
"Sangat mengesankan!!, Pantas saja kau bisa memimpin pasukan sebesar ini dan melakukan serangan ke Olympus dengan alasan yang tidak aku ketahui." Dewa Ares terlihat sangat senang melihat lawan yang hebat baginya.
"Kenapa kau diam saja!! Sedari awal aku sudah mengincar mu untuk bertarung dengan ku, Aku memang sengaja membiarkan dua orang itu lolos, Karena pada akhirnya mereka berdua juga akan mati di tangan dewa utama." Dewa Ares terus memberikan tekanan pada ujung mata tombak nya.
__ADS_1
"Kehh... Tampaknya kau sudah tertipu ya." Sedikit menjilat darah yang keluar dari mulutnya, Serangan tingkat dewa tersebut sangat kuat hingga menyebabkan seluruh anggota tubuh seakan akan hancur.
"Apa maksud mu?." Dewa Ares tidak mengerti apa maksudnya, Ia sendiri dapat mendengar medan perang yang sangat berisik dengan teriakan kematian dan keputusasaan.
Mungkin sudah hampir ribuan tahun alam dewa Olympus tidak menerima serangan dahsyat ini.
"Karena itulah kau disebut dengan dewa perang yang bodoh." Bam tersenyum lalu asap muncul di tubuhnya, Sihir perubahan.
Dewa Ares terkejut jika dihadapan nya bukanlah Bam yang ingin dia hadapi, Melainkan seorang wanita dengan mahkota api dan sayap api diantara pingganganya. Tongkat itu kemudian berubah menjadi pedang yang besar di lapisi cahaya merah.
"Kau!!!..... " Dewa Ares terlihat sangat marah, Lalu bertanya. " Siapa kau?."
"Senang bertemu dengan mu, Aku adalah Kumba karna sang Heavenly king." Kumba tersenyum, Meskipun kondisi tubuhnya yang seakan remuk, Padahal hanya dengan satu serangan.
"Jadi inilah kekuatan dewa perang." Batin Kumba yang seakan tak yakin akan bisa menang melawan dewa perang Ares.
...********...
Tampaknya baru enam menit pertempuran, Pasukan dewa perang dewa Ares mulai berkurang sangat banyak.
Meggido dan Tzabaoth setidaknya masing masing membunuh 50.000 pasukan perang Dengan mudah.
Tiffany dalam mode ratu iblis Iri hati mampu menghabisi 10.000 pasukan, Meskipun agak sedikit kesulitan karena pasukan yang sangat banyak.
Aroon dan pasukan Undead nya telah membunuh 30.000 pasukan, Bahkan Aroon sendiri tidak perlu turun tangan.
Neko beserta pasukannya juga telah menghabisi 13.000 pasukan, Banyak bagian tubuh pasukan perang yang terkoyak dan juga ada bagian tubub mereka yang lepas.
Tasya Dengan pedang nya Ambarawa sword telah menghabisi 3000 pasukan, Diikuti oleh Raja surgawi yang lain mereka terus menghemat tenaga untuk menghadapi dewa lainnya.
Sesaat sebelum gerbang portal tertutup Rudolf dan Karna muncul, Rudolf terpaksa terlambat karena harus membawa Karna yang masih tidak sadarkan diri sebelum nya.
"Apa apaan perang besar ini!!? " Karna terlihat terkejut dengan pertempuran yang terjadi di tengah medan perang, Tidak hanya itu dia melihat mayat mayat raksasa yang sudah mati.
__ADS_1