I'M BACK FROM NIRVANA

I'M BACK FROM NIRVANA
Chpt - 39.2.NEKO 2


__ADS_3

Apa yang sebenarnya terjadi di Chapter sebelumnya nya.


Mari kita cari tau.


Lanjutan dari Chapter sebelah.


...***********...


Kringggggggg!!!!


Bell pulang sekolah berdering tak henti, seperti telepon seluler yang terus berdering tak diangkat apabila Rentenir yang nelpon.


Siswa dan siswi tampak mulai berjalan pulang kerumah masing masing, Ada juga yang ikut kegiatan club setelah pulang sekolah, Bahkan ada yang gak pulang pulang.


Hari ini said tidak pulang bersama dengan Lala, Chelsea dan Guru Ovilla, Lala dan chelsea ada kegiataan club, Dan guru Ovilla masih ada urusan di sekolah.


Hanya tertinggal Tasya, Murid baru juga tampak nya sudah pulang, Pikir sudah aman saiqd.


Hanya tertinggal Tasya, Dan......


Heeeeee!!!!!


Kenapa Pula Rudolf ada disekolah!!!


Kehadiran Rudolf membuat Said terkejut.


"Sungguh merepotkan kan pak tua ini." Batin Said.


Pulang lagi tujuan Said, Yah lagipula Said tidak mengikuti kegiatan Club Ekstrakurikuler disekolah. Apa itu kegiatan club??, Yang hanya aku tau setelah sekolah hanyalah pulang, Batin Said, Saat ini merasa keren.


Jarak sekolah dengan Apartemen lumayan dekat, Lagipula Tasya juga tinggal Di Apartemen yang sama untuk sementara waktu, Menunggu Rumahnya di perbaiki. sungguh aneh jika Anak konglomerat Fanatik terhadap Said.


Berjalan diatas Trotoar dipinggir jalan sangat menyenangkan bagi Said, Bak seperti berjalan diatas kayu titian yang tidak boleh jatuh, Said merentangkan tangannya untuk menjaga keseimbangan.


"Menarilah......


"Dan terusss....


"Tertawa....


"Walau Dunia Tak Seindah....


"Surga.....


"Bersyukur lah Pada yang Kuasa......


"Cinta kita Di Dunia......


"Selamanya.....


(Cieee Yang Baca Sambil Nyanyi :) )


Sambil berjalan diatas Trotoar Said bernyanyi Lagu Laskar Pelangi, Dibelakang said diikuti oleh Tasya dan Rudolf.


Sungguh Konyol Memang.


Ketika melewati jembatan, Terdengar sebuah lolongan merintih, Membuat ketiga orang ini penasaran, Langsung Turun Kebawah Jembatan mencari Sumber suara.


Setelah dicari cari, Kayak nyari jarum dalam jerami padahal asal suara tersebut berasal Dari sebuah kotak. Terdapat Gambar kucing yang sedang jadi bintang iklan produk makanan kucing Miskes.


Said segera mengambil Kotak tersebut, Lalu membuka kotak itu, Apakah yang ada didalamnya?


Selamat anda benar!!!.

__ADS_1


Ternyata Lolongan rintihan tersebut berasal dari seekor puppy, Puppy kecil dan imut berwarna putih bersih, Pasti ada Pemilik nya yang telah membuang Puppy imut ini.


"Wahhhhh, Imutnya kucing ini!!! " Said sangat tidak tahan jika ada yang imut imut, Said salah mengira Puppy tersebut adalah kucing, hanya karena kotak Kucing iklan tersebut.


"Anooo, Master bukankah itu Anak Anjing!!!! " Ucap Tasya ngegas pas diakhir kalimat.


"Heee bukankah mereka sama? " Said seakan Tidak peduli apakah itu Puppy atau Anak kucing.


Hmmmm!!!


Elussss!!


Elussss!!!!


Said tak berhenti mengelus pipinya ke arah Puppy tersebut, Rudolf yang melihat nya merasa Gemas.


"Master bukakah lebih baik jika kau memelihara nya?? " Tanya Rudolf.


"Yahh, kau benar memang harus kupelihara anak Kucing ini" Mata Said berbinar dan mengacungkan Jempol.


"Bagaimana jika memberikan nama padanya terlebih dahulu? " Tasya memberikan masukan agar anak anjing itu di berikan nama.


"Nama ya???, Hmmm....." Berfikir.


"NEKO!! Namanya adalah Neko! ShiroNeko."


"Auu!! Auuu!! Auu!!!"


Puppy kecil itu menggonggong ketika diberikan Nama oleh Said.


[Kontrak Langsung Terjalin ]


Notifikasi sistem Said memberitahukan bahwa Said telah melakukan Kontrak Langsung dengan Neko.


Cahaya terang mulai menyinari sekeliling Puppy kecil itu, Cahaya tersebut mulai Membesar dan bersinar terang.


Dibalik sinar terang Tersebut Neko telah berevolusi menjadi Seekor Anjing yang sangat besar dan sangat mirip dengan Serigala.


[Mengidentifikasi Ras ]


[ ShiroNeko Ras : Fenrir!! ]


"Huaaaa!!" Said segera melompat memeluk Neko yang tubuhnya sangat besar, Bulu putihnya dan bulu lembutnya membuat siapa saja ingin memeluk Neko.


Sampai sampai bisa bergelantungan dibawah Perutnya, Dan memeluk erat Neko.


"Aku juga Mau!!!! " Tasya tak mau ketinggalan ikut memeluk Neko.


"Bulu nya nemiliki Kualitas yang sangat tinggi Tingkat kelembutan nya sangat lembut mengalahkan Semua kompetisi Hewan peliharaan" Ucap Rudolf, Sedikit demi sedikit mengelus Bulu Neko.


Krunccchhhhhh!!!


Tiba tiba terdengar suara keroncongan yang berasal dari perut Neko.


" Apa kau Lapar??? " Tanya Said.


"AUUU AUUU AUU!! " Neko menggonggong dengan semangat.


Said langsung berpindah Posisi, Duduk diatas punggung Neko yang besar.


"Kalau begitu Mari kita cari Makanan" Said mengepal tangannya ke atas.


"AUUUUUUU!!!!!!!!! "

__ADS_1


"Nekooooo!!!! Gooooo!!!! "


Neko langsung berlari dengan Said menungganginya.


"Master tunggu duluu!!! " Tasya berusaha menghentikannya.


Namun Tidak disangka Gerakan Neko sangat cepat.


"Heii Rudolf, Apakah Master tau Makanan untuk Anjing? "


Rudolf hanya diam, Gak tau jawab apa.


...***********...


Kecepatan Neko sangat tidak bisa dipercaya, Hanya Berlari saja sudah bisa mencapai Laut yang jaraknya sangat jauh Dari kota Tempat said tinggal.


Malam kini menggantikan sore.


Said dan neko berdiri dipinggiran Tebing jurang yang mengarah kelaut.


"Neko mari kita cari makananmu" Sambil mengelus Kepala Neko.


Said Langsung Lompat Nyemplung ke dalam laut dari atas tebing.


Seketika tercipta gelombang laut yang besar, Yang menyapu tepi pantai.


Didalam laut said dapat melihat ikan ikan yang sangat besar, Tanpa said sadar ikan besar juga mengawasinya dari belakang dengan mulut terbuka yang siap menyantap.


Said menoleh kebelakang, Tersenyum sinis.


"Rejeki anak soleh nih."


Si ikan ni salah pilih makanan


Dengan cepat, Said menyerang Ikan (Thalassomedon) tersebut, Lalu melemparkan nya dari dalam laut ke tepi pantai.


Thalassomedon Yang lain melihat nya menjadi kena mental dan mulai berenang kesana kemari untuk menyelamatkan diri.


"HEHEHEHEHEHEHEHEHE" Said tersenyum jahat.


"Mau lari kemana ha? "


Habis sudah Tamat ikan ikan ini.


Satu persatu Said menangkap thalassomedon tersebut dan melemparkan ny, Setelah dirasa cukup said kembali kedaratan.


Tak disangka Thalassomedon bertumpuk seperti sebuah gunung, Saking banyaknya.


Dari kejauhan Neko tampak berlari mendekati Said, Said segera mengelus ngelus Neko dengan lembutnya.


Said kemudian mengambil Salah satu ikan tersebut dan memberikan nya pada Neko.


"Auu!!! Auuu!! Auuu!!!!


Neko menolak ikan pemberian Said.


"Kenapa kau menolak nya?" Tanya Said.


"Auu!! Auu!!! Auu!!! "


"Kau tidak makan ikan rupanya."


"Neko, Kau ini kucing kan???

__ADS_1


__ADS_2