
Hai readers..
Mau promo nih, karya ketiga aku udah mulai up ya..Jangan lupa mampir juga buat baca kisah Diandra dan Abi yaaa...
*****
Percayakah kalian jika didunia ini ada yang namanya cinta sejati??? Gadis cantik bernama Diandra mempercayainya.
Malam itu Diandra bersama kedua orang tuanya dan kakak perempuannya sedang berada disebuah pasar malam. Diandra gadis kecil yang ramah dan ceria. Ia selalu dengan mudah memiliki teman baru.
" Papa..Di mau kesana. Bolehkah??". Gadis kecil berusia lima tahun itu menunjuk sebuah stan peramal yang masih terlihat oleh sang papa.
"Kamu berani??". Tanya Sang ayah mengangkat tubuh mungil putrinya.
" Hmm..tentu. Di anak yang pembelani sepelti papa.."
"Kamu memang anak hebat. Berhati-hatilah.." Sang ayah kembali menurunkan Diandra setelah menciumi wajahnya.
Diandra kecil berlari menghampiri seorang wanita yang berpenampilan seperti seorang penyihir.
__ADS_1
"Hai anak manis..mau diramal??". Tanya Si wanita ramah membuat Diandra kecil mengangguk semangat
Bersamaan dengan itu, seorang anak lelaki yang mungkin seusia dengan kakaknya juga datang ke stan itu.
" Baiklah..kalian akan aku ramal. Tunjuk kartu mana yang kalian mau.."
Tangan mungil kedua bocah itu menyentuh satu kartu yang sama. Keduanya saling berpandangan, dan seperti biasa. Diandra akan tersenyum sangat manis. Karena memang pembawaan gadis mungil itu selalu ramah dan ceria terhadap siapapun.
"Biar aku baca". Si anak lelaki mengambil kartunya. Sementara wanita penjaga stand itu hanya mengangguk dan tersenyum lucu melihat kepolosan dua bocah didepannya ini.
" Kalian akan bersama selamanya". Anak lelaki itu kemudian menoleh, menatap mata jernih gadis kecil disampingnya
Pertemuan tidak sengajanya dengan seorang lelaki membuatnya meyakini bahwa memang benar adanya cinta sejati didunia ini.
Hari dimana harusnya gadis itu tersenyum bahagia justru menjadi hari dimana dirinya merasa paling hancur. Lelaki yang mengisi hatinya selama belasan tahun tengah duduk rapat dengan wanita yang ia anggap sebagai malaikat selama ini.
Perut wanita itu lebih membuat dirinya kesulitan bernafas. Wanita itu hamil? Tapi anak siapa?? Mungkinkah??
Ingin dirinya mengenyahkan setiap pemikiran buruknya, namun apa yang ada dihadapannya kini tidak bisa ia pungkiri lagi.
__ADS_1
Dirinya kehilangan arah, kehilangan pegangan. Tempat harusnya dirinya bersandar justru menjadi penyebab hancur dan terlukanya dirinya.
"Dea hamil.." Ucapan Herman sang ayah hanya ditanggapi senyum sinis oleh Diandra. Tanpa dijelaskan pun Diandra tahu jika kakak nya tengah mengandung.
Bukan itu yang ingin dia dengar. Yang ingin dia dengar saat ini adalah tentang kebenaran hubungan sang kakak dan lelaki yang masih berstatus kekasihnya itu.
"Kamu hamil? Anak lelaki ini?". Pertanyaan sarkas yang ia layangkan pada sang kakak seolah menjadi pemua*nya meluapkan amarah dan kekecewaannya pada semua orang yang ia nilai begitu munafik.
Orang-orang yang begitu ia cintai, begitu ia sayangi juga sangat ia percayai tega menghianati dan membohongi dirinya. Menghancurkan hati serta semua mimpi dan angannya.
Membunuh perlahan hatinya hingga sulit menerima cinta lain yang tulus ingin singgah kedalam hatinya. Luka dalam yang digoreskan orang-orang terdekatnya membuatnya sulit melanjutkan hidupnya seperti Diandra yang banyak dikenal orang.
Satu tahun lamanya dirinya dibohongi. Menjadi orang bodoh yang tidak menyadari jika dirinya dibohongi oleh mereka.
"Diandra sudah mati. Dan kalian lah pembunuhnya".
Goresan itu terlalu dalam untuk bisa ia sembuhkan. Dan saat perlahan lukanya mulai menutup dengan kehadiran orang-orang baru, luka itu kembali dibuka oleh orang-orang yang sama dimasa lalunya.
Akankah ia bisa melanjutkan hidupnya? Atau justru gadis malang itu harus terjebak dengan rumitnya masa lalu yang tak kunjung bisa ia hempaskan.
__ADS_1
Yang penasaran kisah lanjutannya boleh langsung mampir yaa...jangan lupa tetep kasih dukungannya..