Imperferct Partner

Imperferct Partner
Rencana Arka


__ADS_3

Hari dimana biasanya Kirei habiskan waktunya untuk menikmati kasur empuknya, kini ia gunakan untuk mengajak saudaranya yang sudah jauh-jauh menengoknya untuk berjalan-jalan.


Malam tadi tidurnya terasa lebih nyenyak dengan Alma yang berada disebelahnya. Sementara Dirga dan Arka menempati kamar yang lain. Hari kemarin ia masih percaya diri, bahwa Dirga hanya mengerjai dirinya tentang rencana pertunangannya. Namun setelah mendengar cerita Alma semalam, mau tidak mau Kirei harus mempercayainya.


Bahkan ia sempat merasa bersalah pada Dirga, pasalnya lelaki itu sebenarnya sudah akan bertunangan tahun lalu. Namun karena Dirga tahu apa yang akan Kirei alami jika dirinya lebih dulu bertunangan, maka lelaki itu memilih mengundurnya. Namun kini ia sudah tidak bisa lagi mengundur pertunangannya.


Kekasih Dirga sudah berbaik hati mau mengundur pertunangannya hampur satu tahun demi Kirei. Tapi dia juga hanya seorang gadis biasa. Dirinya didesak kedua orang tuanya agar cepat bertunangan atau putus saja. Dan Dirga tidak ingin kehilangan kekasihnya itu.


Saat ini keempat orang itu tengah memakan sarapannya diapartemen Kirei, bunyi notifikasi pesan diponselnya membuat Kirei melihatnya.


Sebuah foto dirinya dikirimkan padanya dengan pesan "CANTIK". Kirei mengernyit, merasa tidak mengenal nomor yang mengirim fotonya itu. Namun harus Kirei akui bahwa hasil jepretan orang itu sangat bagus.


"Siapa Ki?". Tanya Arka membuat Kirei tersadar


"Kaga kenal. Nomor nyasar". Jawabnya cepat dan kembali menyimpan ponselnya diatas meja.


"Kita cari oleh-oleh buat yang dirumah ya nanti". Ajak Alma dengan semangat 45 nya.


"Apapun buat istri abang". Kirei yang mendengar ucapan Arka hanya bisa memutar bola matanya, malas mendengar gombalan kakak sepupunya itu.


"Gini nih kalo orang sirik. Makanya buru cari calon laki, daripada dijodohin ama ayah ama buna. Dijodohinnya ama rekan bisnis ayah yang seumuran". Tawa Arka menggema membuat Kirei mendengus kesal. Tak terbayang olehnya jika lelaki yang kelak dijodohkan dengannya seorang lelaki tua dengan perut buncit. Kirei bergidik membayangkannya.


"Amit-amit". Kirei mengetukkan kepalan tangannya keatas meja beberapa kali.


Tawa Alma dan Dirga ikut pecah melihat wajah Kirei yang tiba-tiba pucat.


"Udah ah buruan hayu..keburu siang. Panas ntar". Kirei mengalihkan pembicaraan dan segera bangkit dari duduknya. Meninggalkan ketiga orang yang masih menertawakan dirinya.


______


Tama dan kedua sahabat sablengnya tengah menyantap makan siangnya disebuah restoran cepat saji. Mereka baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka.


"Heh sableng! Baca doa dulu lo. Main caplok aja". Peringat Tama ketika melihat Saga langsung memakan hidangan yang mereka pesan.


"Lo kaga tau dia emang kaga pernah baca doa. KTPnya doang islam ni curut mah". Cibir Gery mulai memakan makanannya.


Saga mengunyah makanannya dan segera menelannya, setelah itu ia menatap kedua temannya dengan wajah serius.


"Lo bedua tau kaga kenapa gue barusan kaga berdoa?". Tanya Saga memancing kedua temannya.


"Kenapa?". Tanya Gery dan Tama bersamaan. Saga tersenyum, rupanya umpan yang ia lempar langsung dimakan oleh targetnya.


"Gue sengaja pas makannya nggak berdoa, biar setan ikut makan.." Jawaban Saga terhenti karena tangan Tama sudah lebih dulu menggeplak kepalanya.


"Sableng!". Seru kedua temannya bersamaan.


"Dengerin dulu..." Saga memasang tampang serius membuat dua temannya memasang telinganya untuk mendengarkan kelanjutan penjelasan Saga.


"Gue sengaja kaga baca doa pas makan biar setan ikut makan. Nah pas minumnya baru gue baca doa. Biar setannya keselek kaga minum. M*mpus kaga tu setan". Saga tertawa puas melihat wajah kesal kedua temannya.


"Lo s*tannya anj**!!!". Tama dan Gery yang merasa dibodohi oleh ucapan Saga langsung menghadiahi lengan pria itu dengan tinju.


Sebenarnya Saga pun sudah berdoa, hanya saja melihat kedua sahabatnya kesal merupakan kesenangan tersendiri untuk Saga.


Sementara dilain tempat, Kirei dan yang lain sedang berjalan-jalan.


"Disana mall juga ada Ki". Ketus Arka.


"Kan tadi udah jalan-jalan ditempat lainnya bang. Kasian bini lo, kepanasan". Ucap Kirei membela diri.

__ADS_1


"Lagian lo kaga laper apa? Gue laper". Kirei menggandeng tangan Alma dan membiarkan Arka dan Dirga mengikuti mereka.


Tepat didepan sebuah toko sepatu, langkah Kirei dihentikan oleh seorang gadis yang wajahnya sudah tidak asing lagi dimatanya.


"Lo!! Lo calon istrinya Tama kan?! Berani-beraninya j*l*ng kaya lo ngerebut Tama gue". Teriak Nathalie penuh amarah. Dirga dan Alma serta Arka masih menyimak obrolan yang belum mereka pahami. Hanya satu hal yang membuat dahi ketiganya berkerut dalam, kata 'calon istri' yang keluar dari mulut Nathalie. Mereka pikir gadis ini salah orang karena setahu mereka Kirei tidak memiliki hubungan dengan pria manapun.


"Sepertinya anda salah orang nona". Bela Dirga yang tak terima ada yang mengatai kakak sepupunya j*l*ng.


"Wah..wah..wah, liat lo sekarang. Belom puas sama Tama, lo sekarang ganti cowo baru. Bener-bener p*****r!". Sarkas Nathalie seolah menguji kesabaran Kirei.


"Jaga mulut anda nona. Saya tidak akan diam saja anda menghina adik saya". Bentak Arka membuat mereka menjadi tontonan beberapa pengunjung lain.


"Bang..udah. Kalian duluan aja. Dia urusan gue". Kirei tersenyum mencoba meyakinkan. Namun belum sempat yang lain meninggalkannya, Nathalie yang gelap mata sudah menarik rambut Kirei yang diikat rapi hingga hancur berantakan.


"Lo j***ng s*alan!!!". Teriak Nathalie semakin menarik rambut Kirei hingga terasa hampir terlepas dari kulit kepalanya.


"Aaaaaa...Abang tolong Kirei". Pekik Alma yang melihat Kirei diserang oleh wanita yang mereka tidak kenali.


Kirei yang tidak terima dengan perbuatan Nathalie akhirnya membalas menarik rambut panjang gadis itu, menekan kepala Nathalie hingga gadis itu mengaduh. Belum tahu dia berhadapan dengan siapa.


"Lo bakal gue hancurin karna udah ngerebut Tama gue!!". Ucap Nathalie sambil terus menarik rambut Kirei.


"Gue kaga peduli! Mau Tama goci, tamia atau apapun itu. Bodo amat!!". Balas Kirei tak mau kalah.


"Lepasin gue pe****r!!". Teriak Nathalie


"Gue apa lo yang pe****r hah!! Seenaknya aja lo ngatain gue". Balas Kirei tak terima.


Keduanya menjadi tontonan pengunjung mall. Kirei tidak peduli lagi, kesabarannya sudah habis menghadapi kelakuan Nathalie yang menyebalkan dan kurangajar.


"Ki..lepas dek". Arka coba melepaskan tangan Kirei dari rambut Nathalie, namun nihil. Arka tahu betul seperti apa kekuatan adik perempuannya itu.


"Udah bang biarin aja, kayanya ni anak udah lama kaga olahraga, lumayan itung-itung pelemasan bang". Ucap Dirga santai, membuatnya mendapat lirikan tajam dari Arka dan Alma. Dirga hanya mengangkat dua jarinya sambil nyengir.


Pria itu menarik Nathalie menjauh dari Kirei yang rambutnya sudah seperti singa yang bangun tidur.


"Lo gapapa? Ada yang sakit?". Tanya Tama khawatir sambil memutar tubuh Kirei untuk memastikan tidak ada luka ditubuh gadis itu.


"TAMAAAAA!! Kamu keterlaluan!". Teriak Nathalie membuat Tama yang selama ini bersikap masa bodoh menjadi muak dengan tingkah Nathalie.


"Cukup Nath!!!". Bentak Tama membuat Nathalie terkesiap. Sementara Kirei hanya memperhatikan Tama yang menatap Nathalie dengan tajam.


"Gue udah bosen ya ngasih peringatan buat lo. Cukup! Udah cukup! Jangan pernah ganggu hidup gue lagi". Ucap Tama tegas.


Kirei belum pernah melihat Tama semarah ini kecuali saat dirinya pertama kali bertemu dengannya dirumah sakit tempo dulu. Itupun karena kesalahan si sableng Tama.


"Dan berhenti ganggu Kirei. Paham lo? Gue nggak akan segan-segan ngasih lo pelajaran kalo lo masih berani ganggu Kirei!". Peringatnya tegas tak ingin mendengar bantahan.


"Tamaaa". Lirih Nathalie dengan mata berkaca-kaca.


"Lo beneran gapapa Ki?". Tanpa mempedulikan Nathalie yang terisak, Tama memilih berbalik dan kembali memindai tubuh Kirei. Takut jika gadis itu terluka.


Sementara Arka dan Dirga saling pandang melihat kekhawatiran yang ditunjukkan Tama pada Kirei. Seulas senyum tersungging dibibir keduanya ketika mereka menyadari ada sesuatu diantara sepupunya dan lelaki yang kini berdiri tepat didepan mereka.


"Gu..gue gapapa". Jawab Kirei gugup. Entah mengapa jantungnya selalu berdetak berlebihan jika berdekatan dengan Tama. 'Dasar lebay'. Batin Kirei kesal sendiri dengan reaksi jantungnya ketika dihadapkan dengan Tama.


"Leher lo luka. Ayo ikut gue, gue obatin dulu". Tama menarik tangan Kirei menjauh dari kerumunan dan meninggalkan Nathalie yang histeris memanggil nama Tama.


Sementara Arka dan Dirga, juga Alma mengikuti keduanya dari belakang. Saking khawatirnya melihat luka di leher Kirei, Tama sampai tidak menyadari kehadiran orang lain disekelilingnya.

__ADS_1


"Gue gapapa tamia. Kaga usah lebay deh". Kirei mencoba menghindar saat Tama berusaha mengobati luka goresan kuku dileher Kirei.


"Diem". Satu kata yang keluar dari mulut Tama mampu membuat Kirei bungkam. Nada bicara Tama yang biasanya selengean tiba-tiba berubah menjadi tegas tak terbantahkan.


Dirga dan Arka semakin melebarkan senyumannya kala melihat ada seorang pria yang mampu membuat Kirei menuruti perintahmya.


"Lo bisa kan tadi ngehindar. Kaga usah ngeladenin orang gila kaya Nathalie. Akhirnya lo sendiri kan yang luka". Omel Tama yang masih sibuk menempelkan perban pada luka dileher Kirei.


"Lo tu udah gede. Ngapain juga ribut kaya tadi sih. Kaya anak kecil tau. Udah tau kalo Nathalie sinting, lo malah ladenin". Cerocos Tama tak memberikan kesempatan Kirei membalas ucapannya.


"Kalo lo luka kaya gini kan..." Tama tak bisa meneruskan kalimatnya, karena bibirnya sudah dibekap oleh Kirei yang kesal karena terus diomeli oleh Tama.


"Lo berisik tau. Ngelebih-lebihin emak gue aja sih. Diem". Sengit Kirei kemudian melepaskan tangannya dari mulut Tama.


Eeehhmm..


Deheman dari Arka membuat kedua orang yang berdebat itu menoleh. Mata Tama membola melihat lelaki yang pernah dipeluk oleh Kirei berada disana.


Apakah Kirei datang bersama lelaki itu? Lalu siapa perempuan hamil yang berdiri disebelah lelaki itu? Dan siapa pula lelaki yang satunya? Banyak pertanyaan didalam otak Tama saat ini.


"Lo gapapa kan dek? Aturan lo tadi narik rambut tu cewe lebih kenceng. Tenaga lo payah sekarang". Ucapan Arka membuat Kirei melotot tak percaya.


"Abang!". Peringat Alma memelototi suaminya.


"Laki lo ya Al..emang dasar dari dulunya kaga kebagian akhlak sih. Susah". Cibir Kirei membuat Arka mendengus kesal.


Dahi Tama semakin berkerut melihat interaksi orang yang baru ia temui dengan Kirei. Dalam hatinya, ia menyimpan sedikit harapan bahwa lelaki itu bukanlah kekasih Kirei. Namun masih ada satu pria yang sejak tadi masih diam. Apakah dia kekasih Kirei? Tama berperang dengan batinnya.


"Tau lo, giliran ngehajar kita aja lo pake tenaga penuh. Lawan perempuan kaya gitu tadi aja kalah". Cibir Dirga membuat Kirei kesal.


"Lo berdua jadi orang kaga ada simpatinya blas sama gue ya. Ada juga lo tadi tolongin gue, bukan malah nonton". Amuk Kirei pada dua sepupunya yang justru tertawa.


Arka beralih pada Tama yang terlihat kebingungan mendengar obrolan mereka. Arka mengulurkan tangannya didepan Tama.


"Oh iya..kenalin, gue Arka. Abang sepupunya ni orang sableng. Ini Dirga..pacar Kirei". Arka memperkenalkan dirinya dan Dirga pada Tama.


Sontak saja ucapan Arka bukan hanya mengejutkan Tama namun juga Kirei dan Alma. Arka sengaja mengenalkan Dirga sebagai kekasih Kirei lantaran Arka dapat melihat tatapan waspada yang Tama layangkan padanya dan Dirga.


"Tama". Lelaki itu menerima uluran tangan Arka, bergantian dengan Dirga. Namun matanya tak lepas memandangi wajah Kirei yang sedikit berantakan namun tetap cantik.


Arka ingin melihat sejauh mana Tama akan berusaha mendapatkan Kirei, jika ada lelaki yang mengaku sebagai kekasih adiknya itu.


"Lo kesambet bang?". Tanya Kirei bingung. Awalnya Dirga dan Alma ingin protes, namun melihat kode mata Arka, keduanya memilih mengikuti permainan yang sedang diperankan oleh Arka. Keduanya yakin, Arka memiliki rencana untuk Kirei dan lelaki bernama Tama ini.


Tama menatap Kirei dan Dirga bergantian. Entah ada apa dengan hatinya, namun dadanya terasa sesak. Ada rasa perih dan kecewa yang menghinggapi relung hatinya mendengar Kirei memiliki kekasih. Padahal selama ini dirinya lah yang selalu bilang bahwa tidak tertarik pada Kirei dan akan dengan mudah menakhlukkannya.


"Kita duluan ya. Makasih tadi udah nolongin pacar saya". Dirga merangkul pundak Kirei yang tiba-tiba menjadi orang oon karena permainan kedua sepupunya itu. Ia hanya menurut saja saat Dirga merangkul pundaknya dan meninggalkan Tama yang masih mematung memandangi punggung Kirei yang semakin menjauh.


"Yaaaaaah..kalah start lo bro". Tiba-tiba Saga dan Gery sudah berada disamping Tama dan menepuk pundak lelaki itu penuh keprihatinan. Memang dasar teman sableng. Bukannya ikut sedih melihat Tama kecewa, mereka malah menggoda lelaki itu.


Sejak tadi Saga dan Gery sudah melihat apa yang terjadi, bahkan mereka melakukan siaran langsung dengan kedua orang tua Tama melalui panggilan video. Demi menambah angka nol didalam rekening mereka. Dasar memang teman laknat.


Mereka yakin bahwa Tama sudah terjebak pada pesona seorang dokter muda yang selalu berani melawan dirinya itu. Akmal dan Riana selaku orang tua Tama justru tertawa melihat wajah pias anak mereka ketika mendengar Kirei memiliki kekasih.


Sungguh lengkap penderitaan Tama saat ini, memiliki dua sahabat sableng dan orang tua yang subhanallah tengah menertawakan nasibnya.


_______


Hai..haii semuanya...semoga suka ya sama ceritanya Kirei..

__ADS_1


Tadinya percakapan Tama sama dua temen sablengnya pas makan nggak akan aku tulis, tapi pas aku ngebayangin ada setan keselek aku jadi ketawa sendiri😂😂 semoga reader juga bisa terhibur ya sama kisah Tama yang memprihatinkan ini🤭🤭


Semoga suka semuaaa😉😉🥰


__ADS_2