
Keesokan Siang.
FaFi kembali ke kediaman setelah dua jam berada di rumah sakit untuk memeriksa kandungan Fiora.
Respon yang Aiswa berikan diluar ekspektasi keduanya. Jiddah muda nan sedikit bawel itu mewanti Fio dengan banyak hal, mengingat hasil diagnosa yang menyatakan bahwa usia janin masih sangat riskan.
Di ruang keluarga.
Fiora tengah diberi wejangan mertua wanitanya. Dia berkali mengangguk meski kadang Fayyadh membantah argumen sang Bunda.
"Pokoknya nurut Umma. Gak usah balik ke Solo sebelum kandungannya kuat, atau jika kalian maksa pulang ke sana, tunda satu minggu lagi dan mulai saat ini Fio harus bedrest. Gak boleh enggak, titik."
Fayyadh berkali mengingatkan ibunya bahwa dokter tidak melarang untuk bepergian atau beraktivitas secara normal sebab Fiora mengatakan dia baik saja pun keluhan yang muncul masih dalam batas wajar.
Lagi, adu mulut antara Fayyadh dan Umma terjadi. "Kenapa sih, Mas. Ngeyelan," sergah Aiswa jengkel.
Amir hanya menggelengkan kepala pelan atas sikap keduanya. "Rohi, inget gak waktu hamil Fayyadh? kita keliling Eropa, Dubai juga beberapa kota lain. Kamu baik aja meski usia kandungan belum genap dua bulan. Jangan berlebihan," ujar sang suami.
"Ish Biii, kan aku ingin menjaga cucuku, biar predikat Jiddah termuda tersemat padaku," kekehnya kemudian.
"Ya ampun. Cuma demi itu, Umma bersikukuh?" tanya Fayyadh tak habis pikir.
"Iya donk. Bangga kan, masih kece badai gini, udah mau punya cucu. Kamu sih Mas, nikah kecepatan, ngehamilin anak orang juga gak kira-kira ekspres amat," cebik Aiswa sambil lalu.
"Astaghfirullah, Rohi." Amir tak henti mengkritisi sikap istrinya. "Ini yang ngidam, Umma kamu, Mas. Kelakuannya gitu tuh, abnormal. Gak nyadar dulu juga kita ekspres," Amir tergelak diikuti tawa renyah Aiswa dari pantry.
Fio terhibur, tak henti mata sipitnya dia tampilkan dan kekehan samar kerap terdengar melihat interaksi keluarga suaminya. Hingga Fayyadh mengajaknua untuk beristirahat sebab lusa resepsi Kaffa dan Ryuki di gelar.
...***...
Ballroom Hotel.
Hampir tiga jam keluarga besar Kusuma bercengkerama setelah melewati berbagai rangkaian prosesi adat Jawa dan Sunda yang menjadi tema pagelaran walimah kali ini.
Seperti biasa, Shan terlihat fokus meski dia wara wiri terlihat menyapa para tamu yang sepertinya dikenal baik.
Danarhadi antusias akan menyambut dua anggota cilik Kusuma, namun hatinya risau. Apakah akan berumur panjang hingga dapat melihat wajah sang cicit.
"Makin gede aja nih Kusuma, produktif semua," sapa Syaharan yang hadir sebab mendapatkan undangan dari Kaffa, pria muda itu menyambangi private table Kusuma. Mengalami para sesepuh.
__ADS_1
"Alhamdulillah. Lekas nyusul, Nak Aran," imbuh Abah.
"Athirah nya belum mau lirik aku. Padahal gak muluk sih Bah, di lirik doank aku tuh udah happy. Kalau dia mau lihat aku, yaa kayaknya langsung sah," kelakarnya disambut tawa Amir yang duduk tak jauh dari para Sepuh.
"Emang kamu berani, minta Athirah sekarang langsung sama Abi Amir, Ran?" tantang Abyan.
Syaharan tersenyum, menimbang tantangan semu. "Aku gimana Athirah, Umma dan Bunda. Restu kedua wanita ayu diatas segalanya."
"Bagai sepeda motor matic yang baru keluar dari leasing. Cakram nya masih pakem ya, Mir," ujar Abyan menahan senyum.
"He em. Kudu," tegas sang Abi Athirah.
Yang disindir hanya diam tak bergeming, wajahnya kian menunduk dalam, bersembunyi dibalik bahu Aiswa.
"Asik, lolos nih." Syaharan tersenyum sambil melirik gadis incaran diseberang sana.
"Lolos pripun toh Mas. Gas juga belum," sambar Danarhadi, menepuk bahu Aran yang duduk disebelahnya.
"Aran udah punya apa aja emang, Umma mau jadi calon mertua jahat nih," kekeh Aiswa.
"Masih kismin, Umma. Kalau dibandingkan dengan Kak Shan atau Bang Fayyadh. Cuma punya Ninja H2 carbon aja, kalau yang lain pergi gak kepanasan dan kena angin. Beda cerita bila Athirah jalan sama aku, keknya bakalan kerokan tiap malam sebab masuk angin," kekeh Syaharan disambut tawa Abyan.
"Kenapa sih, suka sama Zeda? yang kain gak kalah ayu malah. Circle Ayah Ezra mumpuni buat Aran memilih wanita," imbuh Aiswa lagi masih disela tawa.
"Karena dia Athirah, dengan segala yang dia punya lah Umma, gak bisa dibandingkan antara satu dan lainnya."
Jawaban standar namun terlihat ketegasan kala mengucapkan kalimat yang dia sampaikan.
"Semoga berjodoh ya. Lulus dulu, kejar cita-cita dulu baru pikirkan masa depan untuk berkeluarga. Athirah gak kemana-mana kok, rumahnya masih di Cirebon," ujar Amir memberikan signal.
Syaharan tersenyum. "Di cu-p-in aku dulu boleh gak sih Abi?"
"Gak boleh, emang dolanan apaan main cap cip c-up. Sabar, minta Allah dekatkan jika memang kalian pasangan di masa depan," imbuh Abah, menepuk lengan Aran, pemuda tampan keturunan Turki.
"Semoga bibit import masih bisa trending untuk beberapa waktu kedepan," kekeh Syaharan dibarengi para pria seraya bangkit, dia undur diri sebab dipanggil sang Kakak juga Fayyadh yang berada di meja keluarga Wardhani.
...***...
Dua pekan kemudian.
__ADS_1
Bila Maira ngidam mengkoleksi berbagai alat panahan untuk para anak didiknya, mencoba banyak makanan baru hingga bobot tubuhnya naik drastis, lain hal dengan Fiora.
Sabun kopi yang pernah dia beli beberapa bulan silam dari seorang ibu di kedai bakso, dia temukan dikediaman Tusakti, lalu meleburkan menjadi cairan guna memberikan efek bau wangi kopi pada benang yang akan digunakan untuk membuat tas crochet. Fio tergila-gila dengan bau kopi.
Kedua pasangan itu kini bersiap melakukan syukuran di Solo. Maira syukuran empat bulanan meski sudah terlewat, selisih tiga bulan dengan Fiora.
Pesan aneh bertubi datang dari Danarhadi yang seakan mengisyaratkan bahwa beliau akan berpulang. Namun Kusuma tak mengindahkan keluhan sang Buyut, mereka terus menstimulasi pada beliau untuk selalu berpikiran positif hingga mereka lahir nanti.
Pada akhirnya, semua bahagia. Menemukan belahan jiwa meski jalan yang ditempuh tak serta merta mudah dan selalu mengundang tawa.
.
.
...___________________...
...TAMAT...
Banyak pertanyaan : Kenapa gak boleh menikah dengan sepupu? Boleh kok apalagi jika untuk mempertahankan nasab seperti para dzuriyah, atau ma'had, atau nasab ilmu... intinya jika lebih banyak maslahat daripada mudhorotnya, maka boleh. Meski ditilik dari segi medis, itu kurang baik. Apabila ada kandidat lain yang memenuhi kriteria tadi, silakan dipilih mana lebih baik. Agar silaturahim silsilah keluarga juga makin luas.
Ketika menghadapi keputusan sulit, tetap utamakan adab dulu baru ilmu.
Kiranya misi moril di sini tercapai ya. Gak ada konflik berat, semua mommy bahas tentang adab dalam interaksi keluarga besar. Semoga bisa dipahami.
Terimakasih banyak buat kalian yang udah support full ya. Luv sekebon sawit. ❤
...________________________...
...SPOILER JUDUL KARENA AKU, ANAKMU. ...
Harta peninggalan suami kaya raya pun ludes, sedangkan Neera si pecandu narkoba, terbiasa hidup berfoya-foya. Hanya tersisa Nareswari Sajani, anak tiri yang baru lulus SMA.
Nyawa Neera terancam jika tidak segera membayar hutang pinjaman online yang kian membengkak untuk gaya hidup hedon. Serangan sakau pun kerap datang. Dia lalu mengemis pada Sheraz Qadri, sang CEO buruk rupa dan cacat dengan mengimingi gadis perawan, si anak tirinya sebagai imbalan.
Saat terjadi penagihan hutang pinjol, Neera dihajar babak belur dan hampir mati.
Iba dengan ibu sambungnya, Sajani terpaksa menerima permintaan Neera di saat genting, untuk menikah dengan seorang pria sebagai penebus hutang.
Bagaimana kehidupan Sajani setelah ini? Hingga batas mana, dia berbakti?
__ADS_1
...(Mampir ya, mommy tunggu di karya event lomba terjerat benang merah S2) Syukron kesayangan ❤...