ISTIKHARAH CINTA KUSUMA

ISTIKHARAH CINTA KUSUMA
BAB 94. USAHA PARA JOMBLO


__ADS_3

Satu pekan selanjutnya.


Jakarta.


Acara walimah pasangan Qavi digelar. Laskar akhwat juga Queennaya sigap mengatur kelancaran acara. Kolega bisnis kedua keluarga mulai memadati ballroom dengan kapasitas seribu manusia disalah satu hotel.


Family private table terbagi tiga section.


Keluarga Kusuma, Qavi juga untuk para pejabat kolega Ezra dan Mahendra.


Kusuma nampak solid berkumpul dalam meja panjang yang sengaja Naya buat agar semua dapat bercengkrama. Lain hal dengan Wardhani, konsep round pola, Naya susun bagi keluarga sepuhnya itu.


Mempelai sibuk diatas pelaminan. Tiada gaun bagai putri barbie, Shan dan Maira meminta busana yang mereka kenakan sesimpel mungkin agar nyaman dan leluasa. Sejatinya kedua insan enggan mengadakan resepsi, ini hanyalah wujud penghormatan bagi kedua orang tua mereka.


"Assalamu'alaikum, Pak Mahendra, selamat ya dapat menantu stunning," sapa dokter Nuha saat Mahen turun dari atas pelaminan.


"Wa'alaikumsalam, thanks Dokter sudah datang. Do'anya ya ... silakan nikmati sajian," ujar sang sohibul hajat.


"Sudah, terima kasih. Ini sekalian mau pamit. Aku pindah tugas keluar Jakarta," ujar nya.


"Pindah tugas? kemana?" tanya Mahendra.


"Hmm, permisi, Ayah. Kata Bunda, ada sahabat Ayah, pak menteri di depan private vip," Athirah menyampaikan pesan.


"Ke kota Ci--" Nuha menoleh ke sisi kanannya, nampak gadis ayu nan bersuara lembut menjeda obrolan mereka.


"Eh, aku baru lihat kamu, ini Kakaknya Mifyaz?" tanya Nuha pada Mahendra.


"Bukan. Sepupu, itu Abinya ... syukron, Sayang. Nanti bentar Ayah ke sana," balas Mahen pada Nuha dan Athirah seraya menunjuk ke arah Amir yang duduk di meja private family.


Sang dokter muda terpana. Dia cantik sekali. Mahendra pun tak lama pamit dari hadapan mantan petugas medis Maira.


Baru saja Nuha ingin keluar gedung, suara yang akrab memanggilnya. Pria tampan itu menoleh. "Dokter Rayyan, diundang juga?" tanyanya.


"Kudu bin wajib. Aku dan Kusuma itu karib kental meski tak sedarah. Buyut beliau pasien aku, wanita itu dulu incaran ku namun ujungnya aku menemukan Dwi, sahabat Aeyza. Juga yang disebelahnya lagi, Dokter Dewiq itu rekan sejawat ... sini, aku kenalkan," tutur Rayyan menunjuk satu persatu anggota Kusuma, dia bangga menjadi bagian dari acara ini.


"Halo semua. Reuni seru ya, Kusuma emang gak ada tanding ... aku bawa kawan kerja dari RSPP. Siapa tahu bisa jadi referensi calon menantu," seloroh Rayyan mengenalkan Nuha.


Lelaki tampan berprofesi dokter syaraf itu tersenyum ramah. Dia menaikkan telapak tangan kanannya.


"Hai semuanya, salam kenal. Aku Nuha Tsaqif, junior Dokter Rayyan juga sahabat Ryuki putri beliau...." Nuha mengucap salam.


"Hai Nuha. Sini duduk," tawar Ryuki, dia tengah menyantap dessert, duduk disebelah Athirah dan Dwi.


"Salam kenal, Dokter. Mari gabung sini, sudah makan?" ajak Abah.


"Oh teman Ryu, koleksi dokterku banyak," kekeh Danarhadi.


"Atau mau ke mempelai dulu, Dokter? mari saya antar kedepan," ujar Amir bersiap bangkit.


Abyan bahkan menarik kursi bagi pria itu agar duduk bergabung. "Mari, Dokter, silakan."


"Gak boleh sejajar, ini lajur pria," tegas Rayyan mengingatkan putrinya.


"Maksudnya, dia duduk seberang aku, Pa," balas Ryuki.


"Alhamdulillah ... bener ya Kusuma itu maa sya Allah," kagum Nuha atas sambutan hangat mereka.


Jika Nuha memilih bercengkrama dengan para Sepuh untuk mengetahui Athirah lebih jauh. Berbeda dengan Syaharan, dia bergabung dengan Fayyadh, Mifyaz, Farhan, Hanan, si kembar, Kaffa di meja Wardhani sebab Gamaliel dan Ahmad, menjadi oase hiburan para jomblo. Juga misi jalan ninja, pencitraan pada Fayyadh agar mulus ketika mendekati Athirah.


Dalam pandangan Nuha, gadis Kusuma semua terlihat spektakuler hari itu, terutama Fathia yang dia nilai lebih matang, supel dan humoris ketimbang Athirah.


Acara yang berlangsung hingga malam terbagi dari beberapa sesi. Saat awal tadi hiburan live music diisi oleh akustik duet perkusi Dwiana dan Ryuki. Kali ini, giliran para Jomblo satu persatu jajal mental tanpa sepengetahuan orang tua mereka.


Didukung oleh Gamaliel, Syaharan mulai meraih mic menuju panggung di sudut kanan, sejajar dengan privat table Kusuma.

__ADS_1


Suara berat namun pembawaannya yang ringan menjadi daya tarik tersendiri kala intro dimulai olehnya.


"Njajal elmu mental," kekehnya.


Dilara melihat putranya mulai berulah meminta Ezra mencegah Syaharan, namun respon pria Turki itu justru membiarkan anak keduanya. "Biarin Sayang, sesekali kan ini di acara kakaknya," ujar Ezra tak meladeni keluhan Dila kali ini.


"Disponsori Baba, semoga enak didengar. Kagem Ayank yang duduk disana," ujar Syaharan lagi, menunjuk privat table Kusuma, diiringi tawa para Jomblo.


"Siapa?" tanya para wanita di table Kusuma. Mereka lantas melirik Athirah yang menunduk.


"Ciyyyeee, Athirah di kode ayank," ujar para wanita Kusuma lagi.


🎶🎶


"Tak sawang-sawang kowe ayu tenan, Rasane aku pengen kenalan."


"Kenalan ning lesehan, Wonge ayu nganggo klambi biru."


"Yen ra kleru aku tau ketemu, Naliko kowe bareng ro kancamu."


"Lungguh kemayu karo ngguya-ngguyu, Ombenane es jus jeruk karo su-su."


Kusuma yang melihat, hanya senyum dari kejauhan atas ulah Gamaliel yang mensawer Syaharan diatas panggung.


Riuh tepuk tangan para wanita, kala Fayyadh ikut bergabung dengan pria itu menjelang akhir part.


"Come On, Bang Fayyadh...." seru Syaharan.


"Biiii, anakmu," tepuk Aiswa agar Amir mencegah.


"Biarin, hiburan sesekali," balasnya enteng. Aiswa merajuk, dia meminta Danarhadi dan Abah untuk hal serupa namun jawaban yang di dapat sama.


"Gas Maaass, Uyut modalin," Danarhadi malah meminta uang pada Abah untuk sawer.


🎶🎶


"Joko Tingkir ngombe dawet, Jo dipikir, marai mumet."


"Ngopek jamur nggone Mbah Wage. Pantang mundur, terus nyambut gawe."


Riuh hadirin kala suara merdu Fayyadh menggema.


"Rokok klobot ning ngisor wit mlinjo. Paling abot ninggal anak-bojo."


"Tuku donat ning Kalimantan. Tetep s'mangat kanggo masa depan."


"Untuk kedua mempelai, in sya Allah hattal Jannah," ujar Fayyadh di sela lagu.


"Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah. Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah."


Gara-gara Kusuma, suasana sesi kedua tamu undangan riuh dan meninggalkan kesan kaku. Aiswa dan Dilara uring-uringan, sementara Dwi dan Dewiq tertawa melihat sisi lain Fayyadh.


Nuha memperhatikan setiap gerak gerik Athirah juga gadis yang baru saja datang, Kamila dan Farhana.


"Lah, si Fayyadh ngapain itu? di sebelah nya siapa? ganteng amat," celetuk Farhana.


"Adiknya Shan," balas Kamila seraya menarik kursi, duduk di depan Nuha.


"Sumpah, cantik-cantik amat ya. Pantas Maira idola, dia masternya."


"Buya, tamu?" tanya Farhan pada Abyan saat melihat Nuha.


"Dokter Nuha, Farhan. Rekan sejawat Ryuki dan Dokter Rayyan," jawab Fathan.


"Lah manten baru kirain gak menapak bumi, daritadi asik duaan mulu," sindir Farhan, kembaran Farhana, putra Dewiq.

__ADS_1


Keakraban tak sirna hingga waktu ashar. Satu persatu Kusuma pamit menuju kamar mereka masing-masing dilantai lima hotel yang sebagian telah di booking Danarhadi.


Disalah satu kamar.


Seorang pria muda menatap jendela, dia membuka salah satu pengunci nya.


"Dimana kamu, Fio?"


"Siapa wanita itu? ya Allah, beri petunjuk," lirih Fayyadh.


"Bang, Fio siapa?" tegur Syaharan.


"Ada deh."


"Salam buat Athirah ya, Bang. Gue cabut ah, pulang. Daritadi di cuekin mulu," rajuknya lagi menepuk lengan Fayyadh.


"Dekati Abi atau Umma kalau mau dapatkan adikku, Sya," saran Fayyadh.


"Hmm, dipikirkan. Syukron," balas Syaharan berlalu keluar kamar Fayyadh berpapasan dengan Hanan.


...***...


Sementara di Kota lain.


Menjelang petang.


Gadis cantik tengah berkeluh kesah diponsel yang tengah ia genggam. Pandangan matanya fokus pada stiker yang entah kapan akan berkedip.


"Kamu sehat kan? aku hanya bisa membayangkan mu."


"Jika aku sukses disini, pasti akan lekas pulang. Semoga Tuhan belum memasangkan jodoh untukmu," lirihnya.


.


.


...________________________...


Pasangan & anak



Dwi + Rayyan \= Ryuki


Dewiq + Ahmad (kakak Aiswa) \= Farhana, Farhan


Rey + Mega \= Raline


Gamaliel Arbi Wardhani + Almahyra \= Kaffa, Kamila


Amirzain + Aiswa (adik ahmad) \= Fayyadh, Athirah, Hanan


Abyan (kakak Amir) + Qonita \= Fatima dan Fathan (menantu), Fathia


Ainnaya (adik Amir) + Mahendra \= Maira, Mifyaz.


Ezra Qavi + Dilara \= Shan, Syaharan, Shafiq, Syamil


Arjuna fawwaz Wardhani + Ermita (adik Ezra) \= Abrizam Azri


Matthew (anak Galuh Kusuma) \= Manggala, Melviano



Nama tokoh Di antara 3A dan Suara untuk Dilara, yang pernah mommy sebut disini ya.

__ADS_1


__ADS_2