Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Kembali beroperasi


__ADS_3

*


*


3 hari berlalu, Xabiru yang di perkirakan akan bisa pulang tepat setelah satu bulan perawatan, kini hanya sekitar 2 mingguan saja. Lebih cepat dari jadwal. Karena penyembuhan tubuhnya yang bisa dibilang sangat baik.


Dokter dan suster tidak tahu, tapi Asta tahu betul penyebab sembuhnya Xabiru yang sangat cepat tersebut. Tapi ia tidak cukup bodoh untuk mengatakan penyebabnya, alhasil hanya mengatakan jika imun tubuhnya lebih baik dari pada yang lain.


Tak hanya Xabiru, Clode yang jarang dikunjungi Asta, juga sembuh lebih cepat dari perkiraan. Hanya saja, jadwal pulangnya lebih lama 5 hari dari jadwal pulang Xabiru sendiri.


Kini, keduanya sudah kembali ke rumah dan ke markas untuk meneruskan pekerjaan yang terbengkalai, dan yang dihandle semua oleh K1 dan yang lainnya.


K1 ternyata sangat sibuk, mengingat jasa sewa pengawal di markas melambung, Alhasil ia hanya bisa mengerahkan beberapa orang yang benaran dipercaya olehnya, yang juga unggul agar tidak menjadikan nama markas turun.


Selain memilih orang sendirian, K1 juga menganalisis data dari setiap orang yang akan ditugaskan. Pemasukan dan pengeluaran ia serahkan pada anak buahnya K2, dan pengenalan pengawal pada orang yang mau pengawal di serahkan pada Teren sendiri, karena restoran sementara tutup kala itu.


Pelatihan anak buah tetap dilakukan oleh K1. Selain itu, ia masih harus mengawasi gerak-gerik para pesaing baru Xabasta's. Baik toko, markas, maupun Restoran.


K3 sendiri bersama beberapa orang, bertugas turun ke lapang untuk mencari informasi. Selain itu, juga untuk menjaga dari kejauhan keluarga dari Xabiru.


Lalu begitu Xabiru dan Clode keluar, ia akhirnya dapat menghela nafas lega. Xabiru mengambil alih pelatihan dan pengurusan dokumen dan Clode mengambil alih sisa tugasnya, sesekali bahkan Clode yang melatih.


Sedangkan K1 diberi libur selama 3 hari oleh Xabiru untuk mengistirahatkan dirinya sendiri, agar ia bisa rileks dan kembali fokus juga semangat dalam bekerja nantinya.


Di sisi lain, begitu pulang, Asta langsung pergi membereskan rumah. Maksudnya adalah pekerjaan yang membutuhkan dirinya, seperti mengisi air ajaib ke sumur, menyirami tanaman, juga mengisi stok gudang toko dan restoran. Selain dua ini, ia juga langsung mengisi air di markas, dan memenuhi stok makan untuk gudang juga.


Alhasil, seminggu setelah kepulangan Xabiru, semuanya bisa beroperasi lagi seperti biasa. Para karyawan kembali bekerja dan baik toko maupun restoran, kembali ramai oleh pengunjung yang merindukan rasa khas dari produknya.

__ADS_1


"Ah, akhirnya kalian buka juga. Aku hampir mati kelaparan, karena sayur yang kubeli dari orang lain terasa hambar. Nafsu makanku banyak berkurang, lihat berat badanku turun banyak." Keluh seorang pembeli yang sedang melakukan pembayaran di kasir.


"Benar-benar, aku juga merasakan hal yang sama. Astaga, bukan hanya aku tapi anak dan ibu mertuaku juga begitu. Mereka bahkan tidak mau makan masakan dari restoran favorit mereka."


"Ugh, aku kira aku saja yang merasa begitu."


"Lagipula, sayur dan bahan pokok disini lebih enak, lebih lezat, dan bergizi. Tenagaku kala itu juga naik dua kali lipat, aku yang biasanya tidak bisa mengangkat galon, mendadak bisa, haha."


"Eh, aku juga! Sama sepertimu, tapi bukan galon, aku bahkan bisa memindahkan satu karung beras sendirian, hahaha."


"Aiya, syukurlah kalian buka lagi setelah sekian lama. Semua orang merasa tersiksa dalam satu bulan ini."


Orang yang melayani di kasir, kebetulan adalah Asta sendiri yang tidak mengikuti Xabiru ke markas untuk pelatihan. Asta tersenyum kecil mendengar keluhan para ibu yang ada di depannya yang sedang mengantri untuk membayar.


"Maaf, suamiku mengalami kecelakaan sebelumnya jadi stok untuk toko juga diberhentikan selama dia di rawat. Dia yang bertanggung jawab atas stok, jadi kami hanya bisa menutup toko." Balas Asta setelah penuh pertimbangan, agar tidak menyinggung para ibu sosialita tersebut.


"Aiya, maaf ucapan kami sedikit keterlaluan tadi, mengeluh seolah menyalahkan kalian."


"Ya, benar-benar maaf."


Satu persatu, ucapan maaf dari ibu yang mengeluh tadi terdengar di telinga Asta, Asta yang seperti biasa menutupi diri dengan seragam dan masker ketika melayani langsung berterimakasih. Ia bahkan mengibaskan tangannya untuk menghentikan para ibu yang terus meminta maaf.


"Tidak perlu, tidak perlu. Jangan meminta maaf, tidak apa-apa, wajar untuk kalian mengeluh. Juga, terimakasih, suamiku telah sehat sekarang, makanya toko juga sudah kembali buka." Ucap Asta seraya tersenyum, dan mengangguk. Meski senyumnya tidak terlihat, tapi kedua matanya menunjukkannya.


"Baiklah, syukurlah kalau begitu. Itu berarti ke depannya kami juga bisa terus berbelanja!"


"Senangnya, aku tidak perlu membujuk anak dan mertuaku makan lagi."

__ADS_1


"Ah, akhirnya, nafsu makan keluargaku akan kembali, hahaha."


"Benar-benar."


Haru dan keceriaan jelas terasa di toko yang selama ini tutup tersebut, pembukaan hari pertama sudah diserbu. Jadi, jangan khawatir kehilangan pelanggan. Karena aslinya semua orang juga merindukan rasa dari bahan yang dijualnya.


Para pegawai yang selama ini di liburkan juga bekerja dengan senang dan semangat. Tapi karena selama dua Minggu di tutup, ada beberapa orang yang kini sudah keluar, karena sudah mendapat pekerjaan baru.


Asta tidak mempermasalahkannya sama sekali, lagipula mereka butuh uang untuk makan dan minum, jadi wajar saja mereka melakukan hal tersebut. Tapi jika mereka mau kembali, Asta dengan senang hati akan menerimanya. Karena kinerja para pegawai di toko sangat bagus.


Itulah sebabnya, Asta menjaga kasir. Karena ada 3 pegawai yang tidak masuk. Jadi ia menggantikannya sebelum ada pekerja baru yang masuk.


Selain Asta, Hana juga membantu setelah menyelesaikan tugas di halaman belakang. Sedangkan Soni, kembali ke perbatasan membantu Teren membuka Xabasta's Restaurant.


Semua orang sibuk dan punya tugas masing-masing, kecuali kakek dan anak-anak. Nira dan Dean, tentu saja sekolah setiap pagi sampai sore pukul 3. Meski begitu, semuanya juga suka berinisiatif membantu jika mereka merasa luang dan bosan.


"Asta, senang rasanya toko kembali beroperasi. Pemasukan kita kembali, haha." Ucap Hana seraya tertawa. Ia tahu, karena selama Soni di restaurant, Hana lah yang mengambil alih memegang akun untuk toko bahan tersebut.


"Ya, aku juga. Selama di rumah sakit, aku merasa sangat tercekik karena uang habis untuk biaya berobat semua orang." Keluh Asta. "Tapi untungnya, meski uang habis, kami masih punya makanan yang layak untuk semua orang." Lanjutnya seraya mengangguk semangat.


"Kau benar, ada halaman belakang yang menjadi sumber makanan kita selama dua Minggu ini. Aku juga tenang meski tidak punya uang." Timpal Hana. "Tapi sekarang, tidak perlu khawatir lagi! Uang sudah mengalir masuk kembali. Kau mau makan apa? Aku belanja sekarang juga!" Lanjut Hana bersemangat.


Kemudian keduanya tertawa karena merasa konyol. Uang memang kebutuhan setiap orang. Tapi kesehatan adalah yang paling dibutuhkan. Jika uang banyak tapi kesehatan buruk, apa yang masih bisa dinikmati dengan benar? Aih, tidak sama sekali. Tapi sebaliknya, jika tubuh sehat dan uang tidak ada, maka uang bisa dicari. Untuk itu, setelah dapat uang, maka bisa menikmati hidup dengan baik.


Bukan begitu?


*

__ADS_1


*


__ADS_2