
*
*
Satu bulan berlalu, pelatihan dilakukan dengan intens setiap hari, dan konsentrasi pelatihan juga ditambah dan diperkuat. Membuat orang akan kewalahan. Tapi, karena semuanya meminum air ajaib dari Asta, akhirnya meski semuanya kelelahan, begitu istirahat dan meminum air putih yang aslinya air ajaib, badan dan tenaga semua orang kembali segar dan kuat.
Semua orang bahkan sempat bertanya-tanya, tentang mengapa air di markas lebih menyegarkan dari pada air-air di tempat lainnya. Padahal kelihatannya sama saja. Tapi tentu saja, pertanyaan tersebut hanya mengudara saja tanpa pernah terjawab.
Kecuali Xabiru, sisanya tidak ada yang tahu. Tapi Soni dan Hana, sudah tahu jika ada yang berbeda dari Asta. karena keduanya tinggal di rumah yang sama sebelumnya, juga sering membantu menyiram tanaman sampai ke memanen tanaman. Selain air ajaib, Soni dan Hana juga tahu ada yang aneh ketika Asta memasok stok bahan.
Kecurigaan keduanya menguat sendiri ketika Asta dan Xabiru harus kembali ke kampung malam itu. Pasokan bahan di gudang yang sebelumnya habis, tiba-tiba terisi penuh padahal tidak ada mobil apapun yang memasok. Juga jangan lupakan tambahan beberapa gudang lainnya di lantai dua dan tiga. Padahal tanaman di belakang juga masih belum panen.
Selain itu, tanaman di belakang, panen lebih awal dan lebih segar juga lebih besar buah dan sayurnya daripada tanaman lain. Soni dan Hana curiga, tapi keduanya memakan informasi yang diketahui keduanya diam-diam, tidak bertanya bahkan tidak menyebarkannya.
Asta dan Xabiru begitu baik, Soni dan Hana lebih dari percaya, karena Asta terlihat ajaib di mata keduanya. Pernah sekali, Hana melihat Asta mengeluarkan barang dari udara kosong. Tapi ia tetap diam dan hanya terkagum-kagum atas kehebatan Asta tersebut.
Tidak ada yang salah. Asta tidak berbuat jahat. Asta malah yang menolong keduanya tetap hidup ketika preman di pasar yang dulu hampir membunuh Soni. Hana juga tahu, air yang diberikan pada Soni bukan sembarang air, karena ketika melihat kondisi Soni yang sekarat waktu itu, sangat tidak mungkin bagi Soni sadar dalam waktu dekat, tapi tiba-tiba Soni malah sadar setelah meminum air yang diberikan Asta.
Asta adalah penyelamat keluarganya. Nyawa Soni diberikan oleh Asta, menurut Hana. Jadi, apapun yang akan terjadi ke depannya, keduanya akan terus mengabdi pada Asta dan Xabiru. Terlebih Asta, wanita ajaib penyelamatnya.
__ADS_1
Ada juga Nira dan kakek Xabiru yang akhir-akhir ini juga semakin sehat dari waktu ke waktu setelah diberi air putih oleh Asta setiap pagi dan malam. Selalu Asta yang menyajikan air untuk keduanya.
Nira untuk penguatan dan kesembuhan mentalnya, yang masih trauma atas kejadian masa lalu. Dan kakek Xabiru untuk penguatan sendi dan otot yang selama ini selalu terasa menyakitkan setelah pulang dari penjara.
Di penjara dingin, tulang tuanya selama bertahun-tahun mendapati dingin tak henti-henti, tentu saja tidak akan tahan. Keluar penjara juga sering mengalami sakit dan nyeri pada tubuhnya. Tapi berkat Asta, semuanya akhirnya sembuh perlahan, bahkan tubuhnya terasa lebih kuat dan segar.
Jadi, dimata semua orang yang serumah dan pernah serumah dengan Asta, tentu merasakan hal ajaib yang diberikan Asta. Tapi semuanya dengan baik menyimpan rahasia tersebut. Karena semuanya diberi kebaikan oleh Asta sendiri. Terlebih, semuanya juga keluarga dan saling mendukung juga menyayangi satu sama lain.
Selain menjaga semua orang dengan air ajaib, Asta juga tidak kalah dengan Xabiru yang mencari informasi musuh-musuhnya dengan mengandalkan K1 dan Clode. Asta sendiri mengumpulkan informasi dari keluarga terdahulu, keluarga Baskoro. Bukan keluarga dari pemilik tubuh sebelumnya, tapi ini adalah keluarga miliknya, keluarga angkat yang mengkhianatinya ketika ia ada di puncak sukses.
Satu bulan mengumpulkan informasi, Asta akhirnya tahu jika dalam beberapa bulan ini, sahabat dan tunangan penghianat tersebut sedang mempersiapkan pernikahan. Selain itu, ternyata sahabat baik yang berakhir berhianat ini, ada di puncak kesuksesan dengan berinvestasi pada real estate.
Asta tersenyum sinis mengingat perkataan hidup kembali dari si penghianat tersebut. Luka lama, membuat perasaan dan hatinya menggelap. Kedua tangannya bahkan mengepal menahan emosi.
Keluarga Baskoro, sudah sangat makmur dan lebih sukses dari sebelumnya. Perusahaan Unind sama hal nya dengan kesuksesan yang di raih keluarga Baskoro karena Sintia yang ternyata mengambil alih perusahaan tersebut.
Asta berdecih kesal. Tunggu sampai saatnya, jika ia telah menyelesaikan urusan balas dendam dengan keluarga Alexander dan keluarga pemilik tubuh sebelumnya, juga musuh-musuh lain Xabiru, ia akan langsung berurusan dengan keluarga Baskoro, dan mengambil alih haknya, yakni perusahaan Unind yang dibangunnya dari nol, kembali ke tangannya.
Sekarang, masih Asta berikan waktu untuk mereka berbahagia dan menikmati kehidupan mewahnya. Hanya masalah waktu, sebelum Asta merebut hak dan miliknya, juga menghancurkan keluarga Baskoro.
__ADS_1
Tapi, mengingat pernikahan, ia rasa ia bisa membuat sedikit pengaturan disini. Kejutan kecil untuk hadiah pernikahan. Bukankah ide yang bagus? Baik, bisa di atur oleh Asta nanti. Pernikahan di selenggarakan Minggu depan. Dan Asta langsung terpikir satu rencana bagus di otaknya. Satu rencana yang akan membuat pernikahan tersebut, gagal, mungkin?
Selagi membuat rencana, Asta kembali meminta bantuan Dean nantinya. Dan Asta dengan Dean lagi-lagi membuat perjanjian kerhasiaan. Jangan sampai membocorkan hal-hal yang bersangkutan dengan keluarga Baskoro bocor keluar, membuat Xabiru tahu dan akhirnya mencurigainya.
Asta tidak ingin hal tersebut terjadi. Asta masih belum siap menjawab semua pertanyaan yang akan keluar dari mulut Xabiru nantinya. Karena Asta masih dianggap Asta dari keluarga lama pemilik tubuh sebelumnya. Ia masih menggantikan orang lain disini. Jadi, lebih baik tutupi beberapa informasi dari Xabiru dulu saja. Tunggu waktu yang pas, Asta juga akan memberi penjelasan dan mengaku dengan jujur pada Xabiru.
Lagipula, Xabiru juga masih disibukkan dengan Alexander saat ini. Jadi, masalah keluarga Baskoro masih bisa di simpan rapat. Jangan sampai membuat fokus Xabiru teralihkan. Jangan sampai membuat Xabiru tidak fokus, dan membuat rencana yang di rancang gagal total.
Asta tidak ingin semua terjadi. Jadi, untuk urusannya, simpan di belakang lebih dulu. Masih banyak waktu, ia juga masih bisa menahan rasa dendamnya yang sudah mengakar.
"Sayang, apa yang kau pikirkan?" Tanya Xabiru, ketika melihat raut dan kening Asta yang berkerut. Ia memeluk Asta dari samping.
Keduanya sedang ada di markas, sedang melakukan pelatihan menembak. Xabiru menemani dan mengajari Asta langsung. Jadi keduanya bersama saat ini.
"Tidak ada, aku hanya sedang mengingat perkataanmu tentang metode menembaknya. Itu sulit diingat." Balas Asta seraya tersenyum. Membuat Xabiru mengangguk dan percaya begitu saja.
*
*
__ADS_1