
*
*
Besoknya, setelah semuanya siap dan segala peralatan juga sudah lengkap, Xabiru pun mengendarai mobilnya ke salah satu tempat wisata yang sangat jarang dikunjungi. Karena selain jauh, tempat tersebut juga hanya diketahui oleh beberapa orang saja seperti dirinya yang memang dulu sering kesana bersama sang ibu.
Area air terjun di salah satu kota, di kampung terpencil. Xabiru mengunjungi area tersebut atas dasar ketidak sengajaan karena tersesat. Akhirnya karena indah dan sejuk, juga membuat tenang, tempat tersebut menjadi lebih sering dikunjungi setelahnya.
Kali ini, ia akan membawa Asta, Nira, dan keluarga Soni kesana. Dan Xabiru yakin, Asta akan sangat menyukainya. Terlebih, kali ini suasana nya memang sesuai request Asta. Seperti yang Asta mau. Hanya saja, ada tambahan air terjun sebagai pemandangan.
K2 dan K3 ikut mengawal mobil Xabiru dengan menggunakan motor di belakang mobilnya. Berjaga-jaga saja ditakutkan ada hal yang tidak terduga terjadi. Sedangkan K1, tetap pada tugasnya, mencari info dan gedung, karena Xabiru hanya memberi waktu sekitar 3 hari untuknya.
Setelah 4 jam menempuh perjalanan, Xabiru akhirnya sampai. Semuanya berangkat pukul 5 pagi, agar tidak terjebak macet, apalagi hari libur, pasti sangat ramai di jalan.
Alhasil, pukul 9 lebih, karena tempatnya yang jauh, meski Xabiru cepat dalam mengendarai mobilnya, tetap saja baru sampai di tempat.
Xabiru memarkir mobil, Asta dan Nira sudah lebih dulu keluar dari mobil ketika mobil di hentikan. Sudah jelas terlihat dari dalam mobil, pemandangan Padang rumput yang luas, air terjun, dan aliran sungai di bawahnya.
Lalu langit yang terlihat cerah, dengan awan yang menambah keindahan. Asta dan Nira sangat suka dengan tempat tersebut. Keduanya terkagum-kagum dengan mulut terbuka.
Bahkan Hana, ikut senang, apalagi anaknya yang melihat Padang rumput luas, tempat main menyenangkan bagi anak-anak.
Xabiru menatap Asta dan Nira yang sudah mengambil pose dengan latar belakang air terjun. Asta berdiri, dengan Nira yang memotret Asta. Begitupun sebaliknya, bergantian mengambil foto.
__ADS_1
Setelahnya, Hana dan anaknya juga bergabung, membuat suasana semakin meriah. Jadi Asta dan Nira bisa berfoto berdua di sana. Begitupun Hana, difotokan oleh Soni.
Sementara Xabiru mengeluarkan barang-barang dari mobil. Dan menghamparkan tikar di atas rerumputan yang terawat tersebut.
K2 dan K3 menghampiri Xabiru. Dan mengambil alih pekerjaannya. Alhasil, Xabiru bergabung dan dipotret dengan Asta, berdua. Kemudian bertiga dengan Nira. Soni satu keluarga juga diberi kesempatan untuk berfoto. Kemudian terakhir adalah semua orang dipotret. Para keamanan juga tak luput dipotret karena disuruh Asta rileks saja.
Jadi semuanya menikmati piknik tersebut.
Setelah puas berfoto, Asta kemudian menghampiri tikar dan mulai menyalakan kompor portabel yang biasa dibawa oleh para pendaki. Dibantu Xabiru, ia memasak makanan karena memang semuanya juga belum sarapan. Hanya camilan dan beberapa buah sebagai ganjal perut ketika dijalan.
Ada dua kompor, Xabiru membelinya. Jadi, selain Asta dan Xabiru, juga ada Soni dan Hana yang memasak. Sementara Nira dan anak Soni bermain kejar-kejaran di Padang rumput yang terawat, karena rumput di sana sama sekali tidak tinggi.
Tempat wisata. Jadi, sudah pasti dirawat. Hanya saja, harganya memang lumayan, jadi selain orang-orang yang mau datang dan mampu, yang lain sepertinya tidak berminat. Juga, tidak ada iklan apapun. Pemilik hanya berkata, orang-orang yang berjodoh yang bisa datang kemari.
Pemilik bahkan sangat kenal dengan Xabiru. Ia juga ditanyakan soal keberadaan ibunya. Dan pemilik langsung ikut bersimpatik atas keadaan Xabiru.
Tidak berlama-lama, Karena kompor sudah menyala dan Asta sudah bisa memasak sendiri, Xabiru mengajak Soni berenang di aliran sungai di bawah air terjun. Selain dua ini, dua keamanan juga diajak. Dengan sedikit paksaan, akhirnya kedua keamanan pun mau ikut berenang di bawah air terjun.
Asta juga mengabadikan momen tersebut, Ia memotret setiap kegiatan Xabiru, dirinya, dan Nira. Juga merekam video untuk kegiatan semua orang. Tapi tidak merekam para lelaki yang berenang, sebab Xabiru memarahi Asta.
Asta tahu Xabiru marah, karena ia tidak mau Asta melihat tubuh laki-laki lain, jadi ketika berenangpun, dua keamanan dan Soni tetap memakai bajunya masing-masing.
Asta memanggil Xabiru, begitu makanan sudah siap. Ia tidak mengganti baju basahnya, membuat Asta menatap lekukan tubuh Xabiru yang tercetak jelas karena kaosnya basah.
__ADS_1
"Ganti bajumu dulu." Ucap Asta menatap Xabiru.
"Hm? Kenapa? Nanti masih mau berenang, tanggung loh." Balas Xabiru bingung.
"Ganti dulu saja. Jangan banyak bertanya." Balas Asta kesal.
"Kan hanya bawa satu baju ganti." Timpal Xabiru.
"Tidak, aku menambahkan bajuku di tas ku. Ganti saja dulu sana, nanti gampang ganti lagi kalau mau berenang. Menurutlah, Xabiru. Nanti kau masuk angin." Ucap Asta seraya tersenyum. Ia merubah nada kesalnya menjadi ramah. Membuat Xabiru tidak bisa menolaknya.
Xabiru masuk ke mobil setelah mendapat kaos baru. Dan menggantinya. Hanya atasannya saja, jadi celana pendeknya tetap basah saat itu. Asta juga tidak mempermasalahkannya, jadi Xabiru pun mulai makan bersama yang lain.
Semuanya membantuk lingkaran dengan macam-macam hidangan. Nasi tentu saja, Asta membawanya tadi dari rumah. Sedangkan yang dimasak ada Sosis, ayam, dan ikan, juga ada membuat hot pot ala Korea. Dengan menu mie juga seafood yang dibawanya dari gudang, yang aslinya dari dalam cincin ruang, karena di gudang sudah benaran kosong.
Sementara semua orang masih makan, Xabiru mengajak Asta untuk berenang. Yang kemudia disetujui Asta. Yang lain paham keadaan, dan sengaja memberi keduanya waktu berdua, jadi berlama-lama memakan hidangan. Termasuk Nira, ikut senang karena sedari awal Asta terlihat sangat bahagia ketika datang ke tempat ini.
Tidak ada lagi kekhawatiran tentang perlakuan Xabiru pada Asta. Ia percaya Xabiru memperlakukan Asta dengan baik, bahkan lebih baik dari hari ini. Ia percaya, Xabiru bisa melindungi dan menjaga kakak sepupunya tersebut.
Nira beralih pada ponsel, dan memposting momen dirinya yang difoto oleh Asta dengan latar air terjun. Di aplikasi chat yang memang ada fitur statusnya. Kontak yang ada, hanya Asta, Xabiru, dan teman-teman barunya di sekolah baru. Itupun baru sekitar 5 orangan saja yang kemarin datang kerja kelompok ke rumah.
Jadi, Nira juga tidak khawatir ketika ia memposting momen tersebut. Tidak akan ada yang mengenalinya. Meski ia memposting foto dengan Asta juga Xabiru.
*
__ADS_1
*