
*
*
Besoknya, Xabiru kembali pergi ke pasar di kabupaten. Lebih tepatnya ke toko furniture, ia akan membeli meja yang telah di desain untuk toserba nantinya. Tapi lebih ke toko yang menjual bahan pokok, isinya hanya ada telur, beras, daging mentah, buah, sayur, beberapa bawang, dan bumbu seperti lengkuas, kunyit, dan lainnya, juga ada ikan nantinya. Serta akan di adakan penjualan hewan laut lainnya seperti kerang hijau, tiram, kepiting, lobster dan lainnya.
Untuk hewan seperti kura-kura, hanya akan dipajang saja di kolam, sebagai bentuk ketertarikan orang yang datang, bisa bermain dan berfoto dengan kura-kura tersebut nantinya.
Selain meja yang didesain khusus, juga ada beberapa meja yang dibalut kaca. Untuk penyimpanan bahan segar seperti daging ayam. Adapun beberapa kotak kaca yang nantinya akan dipajang, diisi dengan hewan hidup macam kepiting, lobster, gurita, kerang hijau, tiram, dan ikan lainnya.
Setelah memesan sebanyak masing-masing meja desain khusus sebanyak 20, dan kotak kaca sebanyak 10, Xabiru kemudian membayar uang muka sebanyak 5 juta. Karena pembuatan akan menghabiskan biaya sekitar 15 juta nantinya. Itupun diberi bonus 4 buah kursi kayu yang dipahat dengan cantik. Dengan panjang seperti sofa ke samping. Pesanan akan siap dalam dua hari. Sebab Xabiru meminta waktu cepat. Juga ada biaya tambahan sebanyak 1 juta untuk itu.
Setelahnya, Xabiru juga membeli paperbag dalam jumlah banyak. Tanpa merek, semuanya polos. Selain itu, membeli kresek dan plastik. Juga beberapa plastik mika yang nantinya akan dipakai membungkus hewan segar hidup. Tak lupa juga membeli 5 gantungan. Nantinya akan dipakai untuk menyimpan plastik dan kresek di setiap meja yang ditata.
Setelah selesai membeli kebutuhan pembungkusan, Xabiru kemudian membeli semen dan beberapa batu bata untuk membangun kolam kecil-kecilan miliknya, yang akan diisi kura-kura.
Semua menghabiskan biaya besar. Xabiru bahkan menghela nafas karena merasa uangnya saat ini sangat kurang. Hanya bisa membeli barang sampai sini, sebab sisa uang juga tidak banyak hanya sekitar 3 jutaan.
Setelah dikurangi uang muka pembelian rumah, sisa uang adalah sekitar 40 juta. Membeli furniture 16 juta, dan bungkusan 2 jutaan. Lalu semen dan batu bata menghabiskan 2 jutaan juga. Kemarin, ia belanja dengan Asta, membeli furniture untuk rumah baru sekitar 17 jutaan. Sisa uang 3 jutaan.
Cepat sekali uang habis. Padahal, uang yang dimiliki keduanya bukan uang sedikit untuk orang yang jatuh miskin seperti dirinya.
__ADS_1
Begitu sampai di rumah, Xabiru di sambut Asta yang sedang menyirami tanaman di halaman. Ada beberapa bunga yang sudah ditanam oleh Asta kemarin. Jadi, halaman rumah sudah lebih berwarna kini.
Asta tersenyum, kemudian menyimpan tempat penyiraman, dan menghampiri Xabiru. Membantunya membawa barang bawaan yang ringan. Setelahnya, Xabiru dengan cepat membongkar batu bata dan semen. Ia langsung membangun kolam kecil, dua di halaman depan dan dua di halaman belakang.
Jadi, Xabiru mengerjakan dua didepan lebih dulu. Asta hanya bisa melihatnya sebab tidak mengerti cara pembangunannya. Paling-paling, ia hanya membantu mengambilkan air dan memberi minum Xabiru. Ia juga melanjutkan kegiatan menyiram bunga yang sempat tertunda.
Selama dua hari, keduanya bekerja sama. Xabiru membangun kolam, dan Asta menyiram semua tanaman. Baik di dalam ruang maupun di luar. Asta akan selesai lebih cepat sebab menyiram tanaman, meski banyak, tidak rumit. Alhasil, ia akan pergi menyiapkan makan untuk keduanya setelah pekerjaannya selesai.
"Kita kehabisan uang." Keluh Xabiru. Selama dua hari, ada saja bahan yang kurang, alhasil kini uangnya hanya tersisa sekitar 500 ribu saja. Xabiru menatap Asta dengan tatapan sedih.
"Tidak apa-apa, bukankah pesanan kita semuanya akan diantar hari ini? Dua hari lagi kita bisa berjualan dan menghasilkan banyak uang lagi." Ucap Asta menenangkan Xabiru.
"Cukup, untuk makan, nanti kita makan yang ada saja yang ada di dalam cincin ruang. Meski bosan, tapi kita harus berhemat, oke?" Balas Asta tersenyum.
Xabiru mengangguk pasrah, " Tapi, ngomong-ngomong apa nona Teren dari restoran Antana's belum menghubungi kita lagi?" Tanya Xabiru.
Asta menggelengkan kepalanya, "Belum ada kabar. Sepertinya pemilik restorannya belum menyetujui proposal nona Teren. Kita tidak tahu juga, tapi masih ada waktu sebelum perjanjian dilangsungkan. Jika memang tidak ada kabar sampai waktu perjanjian, kita cari restoran lain saja." Ucap Asta tersenyum.
"Kau benar. Masih ada dua hari ya? Itu artinya ketika kita membuka toko, bukan?" Tanya Xabiru, menganggukkan kepalanya. "Tapi, selain antana's menurutmu, kira-kira restoran mana yang cocok dengan bahan pokok dari kita?" Tanya Xabiru lagi.
"Ada, sih, hanya saja yang paling cocok selain restoran Antana's, hanya ada restoran milik Alexander, dan Granian." Ucap Asta pelan. Dua ini, merupakan milik keluarga Xabiru dan keluarga Asta sendiri. Yang sama-sama membuang keduanya.
__ADS_1
"Apapun yang terjadi, kita tidak akan memasok ke kedua restoran ini. Lebih baik tidak punya uang saja." Ucap Xabiru dengan tatapan dingin.
"Sudahlah, jangan rusak mood mu. Ayo, makan lagi. Sebentar lagi, barang yang kau pesan datang. Kita masih harus menatanya di lantai satu." Ucap Asta seraya mengelus punggung Xabiru lembut. Membuat Xabiru kembali rileks.
Selesai makan siang, barang pesanan datang tidak lama kemudian. Xabiru menyelesaikan transaksi sisa sebesar 11 juta yang sudah ia pisahkan uangnya. Sedangkan Asta memantau orang-orang yang menurunkan barangnya.
Asta juga menyuruh mereka agar mengangkutnya sekalian ke dalam rumah, di lantai satu. Pun dengan beberapa meja polos dengan cat coklat mengkilat, yang diatasnya akan disimpan akuarium besar. Tidak lupa meja desain khusus juga dimasukkan. Kursi kayu seperti sofa juga tidak ketinggalan.
Sisanya, Asta dan Xabiru yang menata semuanya di dalam. Untuk meja polos, Asta dan Xabiru buat di setiap samping dekat tembok. Jadi di sekeliling lantai satu ada meja dengan aquarium besar. Sedangkan di tengah, ada meja desain masing-masing 10 disejajarkan dengan space di setiap 5 meja. Sisanya adalah meja untuk kasir. Xabiru simpan di dekat pintu masuk. Agar orang yang mau kembali, sekalian membayar.
Semua selesai disusun keesokan harinya. Dan siangnya, Xabiru juga Asta mengisi setiap aquarium dengan air yang dicampur air ajaib. Begitu juga dua kolam yang didepan dan dua kolam yang di belakang.
10 aquarium besar masing-masing diisi satu jenis hewan hidup. Gurita, Kepiting, Lobster, ikan Channa disatukan meski jenisnya berbeda, Ikan Tuna, ikan Arwana, tiram, kerang hijau disimpan di aquarium lebih kecil, Ada juga ikan mas dan satu jenis ikan tambahan, ikan koi warna warni.
Semua hewan diambil dari dalam cincin ruang Asta. Setiap Aquarium juga ditambahi tanaman dan hiasan lain yang tidak gampang rusak. Agar lebih menarik dilihat orang. Jadi, selain untuk makanan, ikan disini juga bisa dipelihara bagi orang yang memang tertarik tentang budidaya ikan.
Kemudian Asta dan Xabiru mengeluarkan empat kura-kura di dalam cincin. Masing-masing dua kura-kura di simpan di kolam kecil yang lumayan tinggi dan lebar. Agar kura-kura tidak kabur. Selain empat yang sudah berukuran sedang, ada juga beberapa anak kura-kura yang ternyata keempat kura-kura ini berkembang biak selama di danau. Begitupula dengan ikan lainnya. Jadi, danau lebih penuh terisi hewan jika bisa dilihat dengan mata telanjang.
*
*
__ADS_1