Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Sifat Manja Xabiru


__ADS_3

*


*


1 Minggu berlalu, keadaan Xabiru berangsur-angsur membaik. Meski begitu, ia masih tetap dianjurkan menerima perawatan dari rumah sakit. Membuat Asta yang sudah sepenuhnya pulih, juga ikut diam di rumah sakit, menjaga dan mengurusi Xabiru.


Tidak meninggalkan ruang rawat barang sedetikpun karena Xabiru sendiri sangat enggan ditinggalkan oleh Asta. Asta sendiri hanya bisa pergi diam-diam ketika Xabiru tertidur setelah meminum obatnya.


Tapi kadang, meski Xabiru tertidur, jika Asta pergi, Xabiru akan otomatis terbangun. Seolah ada alarm yang mengingatkannya jika Asta akan pergi keluar ruang rawat.


Padahal, Asta hanya ingin keluar sebentar, melihat-lihat sekitar karena bosan sendiri terkurung di ruang rawat dengan Xabiru. Apalagi, selain terkurung, Xabiru juga selalu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Menggunakan kelemahannya untuk akhirnya menipu Asta yang berkali-kali selalu tertipu dan berakhir dimakan Xabiru.


Tentu, sebelum benar-benar memakan Asta, Xabiru membawa Asta ke dalam ruang. Agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan, misal terpergok oleh suster yang mau memeriksanya. Akan sangat memalukan jika benaran terlihat.


Di sisi lain, keadaan toko ditutup karena pasokannya berada di tangan Asta. Jika mengandalkan kebun di halaman belakang rumah maka tidak akan mencukupi, lagipun, hanya bisa dipanen dua Minggu sekali. Sedangkan keadaan restoran juga tidak beda jauh dengan toko. Hanya saja, baru ditutup selama 1 hari, tidak berbeda dengan toko sudah sekitar 2 mingguan lebih.


Persediaan di restoran lebih banyak, dan baru kemarin kehabisan persediaan. Jadi, hari ini adalah hari libur dari restoran yang setiap saat di datangi pelanggan kelas atas.


Adapun markas, inilah satu-satunya yang tetap berjalan meski Xabiru dan Clode masih di rawat di rumah sakit. Karena ada K1 dan yang lainnya, jadi markas bisa tetap terurus. Hanya saja, khasiat air dan rasa makanan yang disajikan berbeda dengan biasanya karena Asta tidak memasok di markas lagi.


Meski begitu, markas tetap ramai dan bahkan lebih banyak orang yang datang untuk mendaftar. Kini, markas berubah operasi menjadi perusahaan yang menyediakan pengawal. Jadi, orang-orang yang masuk, selain diberitahu tentang tugas keamanan setiap orang di keluarga, juga diberi tugas untuk bekerja sebagai pengawal.


Operasi markas yang baru menjadi dikenal dan banyak orang penting yang meminta pengawal dari markas. Perusahaan jasa tersebut, kini kian melambung juga.


"Xabiru, bukankah Clode adalah orangmu sejak kecil?" Tanya Asta dengan bibir megerut, menahan cemberut karena kesal dengan sikap Xabiru.

__ADS_1


"Memang benar, lalu kenapa?" Tanya Xabiru dengan wajah tanpa dosa.


"Kenapa kau bilang? Maka izinkan aku mengantarkan air dan makanan padanya. Astaga! Apa tidak kasihan? Dia sendirian sedari dia di rawat, orang-orang memang datang tapi tidak menginap. Lagipula dia di ruangan sebelah, sebentar saja. Aku janji memberikannya dengan cepat, um?" Bujuk Asta berusaha sabar, tak lupa memberikan senyum manis dan lembut pada Xabiru.


Xabiru mengerutkan bibirnya, kemudian menggelengkan kepalanya. Kedua tangannya bahkan sudah merangkul pinggang Asta yang kini berdiri di samping tempat tidurnya. Tak lupa kepala yang menempel pada perut Asta, membuat Asta semakin sulit melepaskan diri.


"Sayang... Aku tidak akan kemana-mana. Ada apasih? Hanya mengantar air dan makanan saja, lhoo?" Tanya Asta jengah.


"Ada suster, air dan makanan, Clode juga mendapatkannya dari suster, tidak mungkin tidak diberi kedunya." Gumam Xabiru pelan.


"Itu berbeda, kau tahu air dan makananku bisa membuatnya lebih cepat sembuh, bukan?" Tanya Asta.


"Ya memang, tapi-- pokoknya tidak boleh kesana. Tunggu orang saja, suruh orang mengantarkannya kesana. Oh atau panggil K1 saja untuk mengantarkannya." Usul Xabiru.


"Temani aku tidur, um?" Pinta Xabiru seraya mengangkat kepalanya, kemudian mendongak menatap mata Asta dengan puppy eye nya. Memelas, minta dikasihani, bahkan Asta menyerah pada akhirnya ketika Xabiru sudah bersikap manja seperti itu.


"Baik, baik, aku suruh Dean saja nanti. Kebetulan dia akan kemari sepulang sekolah nanti." Final Asta, mengangkat tangannya, dengan helaan nafas pasrah.


Xabiru melebarkan senyumnya. Kemudian ia dengan pelan menggeserkan tubuhnya sedikit demi sedikit, lalu menepuk space yang kosong, dengan menatap Asta. Menyuruh Asta untuk naik dan tidur di sampingnya.


Tempat tidurnya bahkan sudah diganti dengan yang lebih lebar dan besar yang cukup untuk dua orang. Jadi Xabiru juga leluasa jika ingin berduaan dan tidur bersama Asta.


Asta menghela nafas, menggerutu dalam hati, tapi masih tetap menuruti mau dari Xabiru yang semakin lama semakin lengket padanya. Setelah naik, ia berbaring dan menyamping menghadap Xabiru.


Xabiru tersenyum kecil, ia menatap wajah kesal Asta dengan tangan terangkat, menyampirkan rambut ke sela telinganya. Kemudian mengelus kepala Asta lembut.

__ADS_1


"Apa kau tahu jika kau sangat cantik?" Bisik Xabiru.


"Um. Kau setiap hari bilang begitu, siapa yang tidak akan tahu nantinya?! Bahkan lebih dari satu kali." Ucap Asta seraya mendelik dan mendengus sebal. "Tapi kali ini, aku tidak akan tertipu lagi, jadi cepatlah tidur dari pada memikirkan bagaimana cara memakanku kali ini." Lanjut Asta dengan nada suara yang ditekankan.


"Kau tahu tapi kau malah langsung menolaknya." Ucap Xabiru cemberut. "Sudah dua hari kau selalu menolakku, apa aku kurang memuaskan mu, um?" Lanjutnya bertanya dengan dahi mengerut.


Asta menghela nafas, menatap Xabiru dalam, tangannya juga terangkat, mengusapi alis tebal Xabiru. "Apanya yang tidak puas? Tidakkah kau kasihan padaku? Aku kelelahan jika setiap hari melakukannya. Memangnya aku boneka silikon, huh?!" Tanya Asta diakhiri dengan nada kesal. Bahkan jarinya menarik alis yang di usapnya lembut barusan.


"A-ah baik, baik, aku salah. Ampuni aku!" Ringis Xabiru, memegangi jari Asta yang menarik alisnya agar melepaskannya. "Aku salah, sayang, aku tidak akan memintanya lagi, um? Oke? Aku janji, aku janji, sssh, sakit, sakit!" Ucap Xabiru.


"Hmph! Menyebalkan." Dengus Asta seraya melepaskan jarinya.


Terkadang, Xabiru ini memang egois. Hanya mau enaknya saja, tapi tidak memikirkan dirinya. Memang, sih, ada air ajaib yang bisa menyegarkan Asta kembali, tapi hei! Jika setiap hari begitu Asta lama-lama tidak akan sanggup lagi.


"Sayang..." Panggil Xabiru pelan.


"Hmm." Gumam Asta, ia berbaring telentang dengan kedua tangan disedekapkan. Wajahnya menghadap langit-langit tapi kedua matanya terpejam. Mengabaikan Xabiru yang mencoba membujuknya.


Tidak berbicara lagi, akhirnya Xabiru hanya memeluk Asta, diam, sampai akhirnya terdengar hembusan nafas pelan yang tenang dari Xabiru.


"Akhirnya tertidur juga." Lirih Asta gemas sendiri. "Manja bukan main, ckck, kalau saja orang luar mihatmu begini, apa yang akan mereka katakan kira-kira?" Tanya Asta bergumam.


*


*

__ADS_1


__ADS_2