Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Kembali ke Kampung


__ADS_3

*


*


Asta duduk dengan gugup di samping Xabiru. Di depannya, ada Kakek Xabiru juga Clode. Xabiru baru saja memperkenalkannya padanya begitu ia bangun tidur pada saat jam makan malam.


Di depannya, kakek juga Clode menelisik Asta dengan tatapan memindai. Seolah Asta adalah barang yang bisa saja berbuat jahat/mengandung niat jahat.


Tapi setelah 5 menit, akhirnya kakek Xabiru tersenyum lebar. Ia menganggukkan kepalanya puas, apalagi saat tahu jika Asta lah yang menjadi istri Xabiru.


Kakeknya tentu saja kenal dengan Asta. Hanya saja, Asta sudah lupa akan kakek Xabiru. Ingatannya benar-benar samar, jadi kini ia hanya bisa tergugup ketika sedang berhadapan dengan kakekknya tersebut.


Clode sendiri tetap memasang wajah datar, tapi patuh. Tatapan hormat ia berikan pada Asta setelah kakek Xabiru melebarkan senyum. Clode memang tidak suka pada Asta, karena Asta adalah salah satu penyebab tuan mudanya jatuh.


Tapi setelah dipikir-pikir, Asta sama sekali tidak salah. Ia hanya perantara, meski tanpa Asta sekalipun, kelak Alexander akan tetap membuat Xabiru jatuh. Cepat atau lambat, karena Xabiru setiap hari semakin di atas, membuat para tetua ketakutan sendiri.


Ketika Asta, datang, mata tetua langsung menjadi terlihat rakus. Semua langsung menentang Asta, berdalih jika Asta sangat tidak pantas dengan Xabiru. Dan ketika Xabiru menentang para tetua, disitulah ajang menjatuhkan Xabiru dimulai.


Melihat masa kini, Xabiru telah lebih banyak berubah, dalam artian lebih santai dan bahagia, juga lebih sering tersenyum, Clode merasa puas diam-diam dalam hatinya. Ia pun tenang, melepas Xabiru dengan Asta, dan lebih memilih menghormati keputusan tuannya.


Setelah perkenalan singkat, Xabiru kemudian menjelaskan maksud dan tujuan rencana yang akan dilangsungkan pada malam hari ini. Yakni kembali ke kampung untuk hidup susah, untuk mengecoh para Alexander yang pastinya akan turun tangan mencari informasi.


Asta setuju, dan keduanya akan berangkat malam itu juga, setelah keduanya selesai makan malam.

__ADS_1


Xabiru juga telah membagi tugas pada semua orang ketika ia akan pergi selama beberapa hari, bahkan mungkin satu bulan, karena pengawasan Alexander.


Soni dan Hana akan tetap menjaga toko, toko akan tetap beroperasi selama Xabiru dan Asta pergi. Untuk stok dan pasokan Asta sudah mengisi gudang dengan penuh. Hewan-hewan, juga sudah dimasukkan ke dalam kolam dan beberapa Aquarium yang tersisa di gudang. Bahkan 4 kamar di lantai tiga dan dua yang tersisa telah ia isi sebelum keduanya berangkat. Gudang di markas juga telah terisi penuh kemarin sebelum Asta pulang ke kediamannya.


Pasokan untuk restoran masih terbilang cukup untuk jangka satu bulan. Karena restoran Antana's meski masih ramai, bisa dibilang tidak seramai dua bulan pertama penjualan. Jadi pasokan bahan pun tidak satu Minggu sekali lagi permintaannya. Hanya dua Minggu sekali, jadi pasokan yang disiapkan sangat aman.


Lalu Clode akan ditugaskan dengan Ketiga keamanan di markas. Clode akan ikut menjalani pelatihan ketat untuk memperkuat tubuhnya lagi. Lalu, ia juga akan dibuat melatih pasukan, sedangkan ketiga keamanan tetap pada perekrutan ketat.


Nira tetap di rumah, dengan Kakeknya. Karena Nira dan Kakek posisinya di mata Alexander, sedang dalam keadaan hilang. Jadi keduanya tidak diperbolehkan ikut meski keduanya ingin.


Nira dengan patuh akhirnya mengangguk menurut. Ada kakek dan yang lainnya nanti yang akan menjaga Nira, Asta juga tidak khawatir. Masih ada Hana yang bisa menjadi teman mengobrol jika Nira sedang bosan.


Halaman belakang juga bagus, menyiram tanaman akan menjadi hal yang membuat tenang dan tidak bosan. Juga tidak melelahkan karena kini tanaman bisa disiram otomatis, tidak perlu lagi susah-susah mengangkat air dengan ember.


Ketika tengah malam, Asta dan Xabiru akan menjadi lebih nyaman nantinya ketika memasuki desa, meski keduanya harus melewati jalanan yang sangat sepi. Tidak apa, masih ada Clode dan K1 nantinya yang akan mengawal sampai keduanya sampai di rumah.


Setelah sampai, keduanya akan pergi, kembali ke kota dan menjalankan tugas yang diperintahkan Xabiru.


"Kau takut, sayang?" Tanya Xabiru. Kini keempatnya sedang berjalan memasuki kampung. Mobil tidak dimasukkan karena akan mengundang rasa penasaran warga kampung dengan suara mesin yang menderu di tengah malam.


"Tidak, aku tidak akan takut jika ada dirimu disini, disampingku." Ucap Asta, keduanya berjalan dengan lengan saling merangkul, memberi kehangatan. Asta sedikit gemetar karena rasa dingin yang menusuk di kampung sini.


"Bagus, sayangku harus berani." Puji Xabiru membuat Asta tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Meski harus diintai oleh seluruh orang, aku tidak akan gentar kecuali kau tidak ada bersamaku." Ucap Asta lagi, "Karena aku tahu, kau akan melindungiku dengan baik." Lanjut Asta.


Xabiru terkekeh, ia mengacak rambut Asta pelan. Asta tersenyum hingga kedua matanya menyipit. Di belakang keduanya, Ada dua manusia tanpa ekspresi yang diam-diam merasa hal di depannya memuakkan.


Keduanya sangat tidak tahu tempat, oke. Masih ada dua manusia di belakang, bahkan belum sampai rumah, tapi sudah tidak sabar memamerkan kemesraan di jalanan yang gelap dan sepi tersebut. Membuat keduanya hanya bisa menghela nafas saja.


Sampai akhirnya sampai di depan rumah bobrok Asta dan Xabiru. Clode dan K1 pun pamit, kembali ke kabupaten. Meninggalkan Asta dan Xabiru di kegelapan malam.


Begitu sampai, Xabiru langsung menyalakan lampu minyak yang biasa dipakai oleh Xabiru dan Asta sejak keduanya tinggal di rumah tersebut.


Ada 3 selimut hangat dan tebal yang dibawa oleh Xabiru. Jadi ia menjadikan dua lainnya sebagai alas tidur, menghamparkannya di atas dipan kayu yang ada di kamar. Setelahnya, untuk bantal, Xabiru juga khusus membawanya dari kabupaten. Clode dan K1 lah yang selama perjalanan kemari membawakan semua barang yang diperlukan.


Xabiru tidak menata yang lainnya, tapi keduanya langsung istirahat setelah menutup pintu dengan rapat dan menguncinya. Keduanya berabring bersampingan, tapi keduanya tidak bisa terlelap. Alhasil, Asta mengajak Xabiru ke dalam ruang. Menikmati kehangatan dan kesejukan di ruang sana.


Sudah lama sejak keduanya masuk ke cincin ruang, Kini keduanya berbaring di atas kasur empuk yang sebelumnya dipindahkan ke dalam. Menatap langit bersamaan, dan mengobrol ringan perihal kehidupan di masa lampau, sebelum keduanya bisa sampai ke tahap ini.


Selain mengobrol, karena Asta sedikit bosan, akhirnya ia mengajak Xabiru membuat api dan makan ayam bakar dengan langsung membakarnya di sana. Selain Ayam bakar juga masih ada ikan bakar. Keduanya mendadak makan di alam terbuka, seolah keduanya sedang di hutan.


Malam ini, keduanya pun bisa kembali istirahat dengan tenang, setelah pekerjaan yang begitu melelahkan di siang hari.


*


*

__ADS_1


__ADS_2