Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Kabar buruk dan Kabar baik


__ADS_3

*


*


Xabiru dengan wajah takut, berlari cepat menuju rumah sakit. Sepanjang lorong menuju kamar rawat tempat yang ditujunya, tak henti-hentinya ia merapalkan berbagai permohonan agar Asta berada dalam keadaan yang baik.


Pukul 9, Xabiru dikabari oleh anak buah yang menjadi sopir di keluarga Baskoro, anak buahnya mengabari jika Asta terluka dan dilarikan ke rumah sakit, bersamaan dengan Sintia.


Sintia jelas mengeluarkan darah karena terjatuh tertelungkup ketika ia di dorong oleh ibunya sendiri. Sedangkan Asta, tidak sengaja ikut terjatuh karena Sintia meraihnya sebelum terjatuh, berakhir keduanya jatuh.


Sintia jatuh telungkup, sedangkan Asta jatuh dan kepalanya mengenai ujung lemari yang runcing. Keduanya sama-sama berdarah waktu itu.


Kebetulan, anak buah Xabiru juga menonton adegan pertengkaran tersebut. Ia bahkan ada tepat di samping Asta, tapi ia kalah cepat dengan Sintia bahkan saat itu berada lumayan jauh. Tapi entah apa yang terjadi, Asta malah ikut terseret.


Pertengkaran hebat yang terjadi antara empat orang dewasa, membuat dua wanita muda mengalami kecelakaan dan mengeluarkan banyak darah. Keadaan bahkan lebih kacau ketika kedua wanita terluka.


Tapi bukannya dengan cepat menolong, tiga orang lain malah saling menyalahkan. Akhirnya, anak buah Xabiru memanfaatkan keadaan tersebut dan membawa Asta diam-diam, lalu pergi ke rumah sakit.


Ia tidak bisa menerima konsekuensinya jika sesuatu hal yang buruk terjadi pada Asta karena ia bergerak lambat. Jadi, meski ia diteriaki dan diumpati oleh orang-orang yang menjadi majikan sementaranya, ia bahkan tidak peduli.


Ia berlari dengan menggendong Asta dan pergi meninggalkan kediaman Baskoro. Bahkan Sintia yang merintih kesakitan waktu itu, ia tinggalkan. Tidak peduli karena disana masih ada tiga orang yang bisa mengurusnya.


Hal utama yang ia harus lakukan adalah menjaga dan melindungi majikan aslinya yakni Asta. Tapi ia gagal, dan entah apa yang akan Xabiru lakukan untuk menghukumnya. Ini pure kesalahannya, jadi ia akan menerima konsekuensinya, meski ia tidak yakin dengan itu.


"Bajingan! Kau aku suruh menjaga majikanmu dengan baik, apa yang kau lakukan disana sampai istriku masuk rumah sakit?!" Pekik Xabiru dengan nafas berguruh. Wajahnya memerah, dan kedua matanya menukik tajam.

__ADS_1


Terlihat seram, anak buah yang ditugaskan, yang ditinju begitu Xabiru datang, tidak berani melawan dan melihat Xabiru.


"Kenapa kau diam?! Jawab aku, brengsek!" Pekik Xabiru lagi, semakin emosi.


Tidak lagi bisa membendung emosinya. Ia benar-benar seperti orang yang akan memakan orang karena wajahnya terlihat sangat tidak bagus.


"Maaf, tuan, aku salah." Ucap anak buah tersebut akhirnya membuka suara.


"Persetan! Kau bahkan tidak becus menjaga majikanmu dari orang-orang bodoh disana!" Teriak Xabiru kehilangan kendali. Ia kembali meninju dan menendang anak buahnya membuatnya tersungkur ke lantai.


Beberapa orang yang ada di lorong saling berteriak, para suster dan pasien yang berlalu lalang diam dengan ketakutan. Bahkan ada beberapa yang menahan nafas disana.


Tak lama, Clode datang dengan K1 dan yang lainnya yang memang bertugas di lapangan.


Tanpa banyak bicara, Clode langsung menghampiri Xabiru dan melerainya. Xabiru berontak dan tidak sengaja memukul Clode. Tapi Clode tidak menyerah, ia menahan Xabiru sekuat tenaga, dan yang lainnya dengan cepat membantu anak buah yang sudah tergeletak tidak berdaya.


"Dia menyakiti Asta, Clode! Aku tidak terima! Di tidak becus!" Teriak Xabiru dengan marah.


"Tuan muda, mari tunggu nona muda bangun lebih dulu. Setelah mendengar penjelasan dari nona muda, maka kami akan memberinya sanksi atas kelalaiannya menjaga nona muda. Percayalah tuan muda, masih belum terlambat untuk menghukumnya nanti." Jelas Clode. Yang lagi-lagi memasukkan nama Asta ke dalam bujukannya. Karena hanya Asta yang bisa membuatnya lebih tenang.


Berhasil.


Xabiru menjadi sedikit lebih tenang. Clode mengkode anak yang lain untuk membawa anak buah yang sudah terlihat sekarat. Bahkan orang-orang yang ada di sekitar lorong sudah tidak ada karena sudah diamankan anak buah lainnya yang datang.


"Aku, Asta terluka Clode." Ucap Xabiru lirih. Wajahnya yang memerah karena emosi, berganti raut menjadi kekhawatiran besar.

__ADS_1


Xabiru terlihat rapuh dan berantakan. Clode bahkan seperti merasakan apa yang dirasakan Xabiru. Jika bersangkutan dengan Asta, Tuan mudanya memang serapuh ini. Bahkan kedua matanya sudah berkaca-kaca saat ini.


"Jangan salahkan dirimu sendiri, tuan muda." Ucap Clode penuh arti. Karena ia tahu tuan mudanya lebih dalam dari siapapun, ia yang paling mengerti tuan mudanya.


Meski awalnya ia marah pada orang lain, tapi akhirnya ia akan menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa bersalah karena tidak becus menjaga miliknya. Apalagi, kali ini dirinya sendirilah yang membiarkan Asta melakukan rencana. Jadi, penyalahan atas dirinya sendiri akan lebih dalam kali ini.


"Tuan muda, dokter sudah keluar." Ucap Clode membuat Xabiru langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar dari unit gawat darurat.


"Bagaimana keadaan istriku, dokter?" Tanya Xabiru.


"Kurang baik, kepalanya butuh 5 jahitan, dan mengalami geger otak ringan. Dalam beberapa waktu ke depan ia akan merasakan sakit kepala setiap harinya. Juga, tuan, tolong jaga kesehatan istrimu, jika tidak bayi yang ada dalam kandungannya tidak akan bisa bertahan lagi." Ucap Dokter.


Xabiru tertegun. Yang membuatnya tertegun adalah, "Bayi? Apa, a-apa maksudmu, Dok?" Tanya Xabiru seperti orang bodoh.


"Kau tidak tahu? Astaga, istrimu bahkan sudah mengandung jalan 1 bulan. Apa yang kalian lakukan sampai tidak menyadarinya?" Tanya Dokter bingung. "Sudahlah, sekarang kalian sudah tahu, jadi jaga baik-baik istri dan anak dalam kandungannya. Tidak boleh terlalu lelah, setelah kecelakaan ini, imun tubuhnya sangat menurun. Jadi, berhati-hatilah. Jaga istrimu dengan baik." Lanjutnya menjelaskan. Kemudian pergi setelah memerintahkan Suster mengurus sisanya.


"Tuan, istrimu sudah baik-baik saja sekarang. Ia bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa. Mari, urus lebih dulu administrasinya." Ucap Suster. Dan Clode lah yang mengikuti Suster, sedangkan suster lain memindahkan Asta ke ruang rawat VIP yang langsung di pesan oleh Clode.


Karena tuan mudanya masih shock, jadi Clode yang melakukan segalanya sendirian. Ia turut senang mendengar dua kabar baik. Asta sudah baik-baik saja, dan Asta sedang mengandung anak dari Xabiru.


Biarkan tuan mudanya berbahagia, dan untuk urusan kecil, biar Clode yang mengurusnya.


Sepeninggal Clode, Xabiru kemudian masuk sebelum Asta dipindahkan ke ruang rawat lain. Masih perlu persiapan, jadi Asta masih tetap di unit gawat darurat. Meski ada beberapa orang disana, tapi Xabiru tidak peduli. Yang ia pedulikan hanya ia ingin melihat Asta detik itu juga.


*

__ADS_1


*


__ADS_2