Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Gerutuan Xabiru


__ADS_3

*


*


Tok! Tok!


"Kak Asta?" Panggil Dean, seraya melongokkan kepalanya ke dalam ruang rawat.


"Oh, kau sudah datang. Masuk saja, aku masih menyiapkan meja. Supaya lebih nyaman diskusinya." Balas Asta seraya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Sudah satu jam setengah sejak Xabiru terlelap. Asta juga ikut terlelap sebetulnya, tapi setengah jam yang lalu ia bangun lebih dulu. Sedangkan Xabiru, biasanya akan tidur lebih dari dua jam karena ada pengaruh obat tidur dari obat yang diminumnya.


Begitu bangun, Asta langsung ke kamar mandi dan mencuci muka. Lalu menyiapkan meja kecil di samping tempat tidur Xabiru, dengan karpet dihamparkan sebagai alas, karena keduanya akan duduk di atas karpet tersebut.


Dean kemudian masuk dengan pelan ketika melihat Xabiru masih terlelap di atas tempat tidurnya. Ia kemudian mendudukkan diri begitu sampai di samping Asta. Meminum air yang disodorkan Asta, kemudian melepaskan tasnya, mengeluarkan laptop yang ada di dalamnya.


"Kau sendiri?" Tanya Asta.


Dean menganggukkan kepalanya. "Aku kabur dari Nira, kak. Kalau tidak mungkin ia sudah mengekoriku sampai kemari." Balas Dean seraya mengusap hidungnya yang terasa sedikit gatal.


Asta tertawa pelan. "Kenapa memangnya jika Nira ikut.", Tanya Asta jahil, menarik turunkan alisnya menggoda Dean.


"Aku tidak bisa fokus, oke. Dia menyebalkan, aku sering kesal, tapi kau tahu, aku suka padanya. Jantungku tidak akan aman jika dia selalu berada di dekatku." Bisik Dean dengan berani.


Semua orang tahu fakta ini, jadi Dean sendiri juga tidak lagi menutup-nutupi perasaannya. Lagipula, Dean disambut oleh Nira pada awalnya. Jadi, wajar saja kan jika lama kelamaan dirinya akhirnya suka padanya.


"Haha, baiklah, mari kesampingkan Nira. Bagaimana hasil penyelidikannya?" Tanya Asta, berubah ke mode serius.

__ADS_1


"Sebentar, kak." Ucap Dean, seraya membuka laptop, dan menyalakannya. Mengotak-atik sebentar, lalu menggesernya ke arah Asta, agar Asta dapat melihatnya dengan lebih jelas. "Seperti yang bisa kakak lihat. Keluarga Baskoro membayar sejumlah uang untuk membebaskan Sintia Gassha Baskoro." Jelas Dean.


Ya, Dean dan Asta kembali bekerja sama untuk melihat informasi keluarga Baskoro. Setelah pecahnya keadaan dan situasi di hari pernikahan Sintia, Sintia yang terlihat di video langsung diringkus dan dilaporkan oleh orang-orang yang setia pada Asta dulunya.


Tapi, berapa bulan berlalu sejak Asta berurusan dengan keluarga Baskoro. Lengah dan membuat Sintia hanya sekedar dipenjara dua hari. Asta kesal, karena ia tidak menuntaskan masalah tersebut.


Apalagi, hanya Sintia saja yang terlihat di video. Sedangkan mantan tunangan, dan dua orang tuanya tidak terlihat. Alhasil hanya Sintia yang menjadi tersangka.


Tapi kini, setelah tahu tentang kenyataannya, akhirnya Asta pasrah dan hanya bisa memulai semuanya dari awal. Tidak apa, anggap saja kemarin hanya sekadar pemanasan untuk keluarga Baskoro.


Pembalasan sesungguhnya masih diperjalanan, jadi santai saja. Pelan-pelan. Mari hancurkan keluarga Baskoro perlahan, gerogoti satu persatu dari setiap sisi, agar kehancurannya kian terasa menyakitkan. Terlebih, untuk Sintia yang katanya, terlahir kembali.


'Cih! memangnya kenapa jika terlahir kembali? Ia bahkan bisa pindah jiwa, kekuasaan besar juga ada ditangannya sejak ia membuka mata. Ya, meski ada beberapa masalah besar, tapi kini sudah teratasi. Xabasta menjadi salah satu jejeran penting di keluarga besar di negara tersebut setelah masalah besar yang telah diselesaikan.' Pikir Asta.


"Kak, kau tidak mendengarkanku." Ucap Dean frustasi, tapi masih berbisik karena takut membuat ribut dan membangunkan Xabiru.


"Oh, maaf. Jelaskan sekali lagi?" Pinta Asta dengan senyum bersalah.


Tapi Asta tidak percaya hanya itu saja. Meski uang dan posisi itu menggiurkan, untuk ukuran polisi yang bertahta tinggi di kepolisian, pasti ada hal lainnya yang ditawarkan keluarganya. Lagipula, Sintia ini merupakan orang yang terlahir kembali. Pasti ada hal yang tidak diketahui yang diberikan pada petugas tersebut, yang mana berkaitan dengan kelahiran kembalinya.


Sintia ini, memang terlahir kembali, informasi apapun pasti ia ketahui. Tapi, di masa lalu Asta tidak mungkin pindah tubuh juga kan? Jadi, meski ia terlahir kembali, ia masih tidak dapat memprediksi semuanya.


Ada efek kupu-kupu, dan ada beberapa hal yang tidak akan sesuai dengan prediksinya karena secara tidak langsung, Sintia juga mengubah masa depan. Alhasil, Asta adalah salah satu hal yang berubah di masa depan tersebut, dan hal yang tidak dapat di prediksi Sintia.


Asta menyunggingkan senyumnya. Ia kemudian menganggukkan kepalanya setelah mendengar penuturan Dean dan mengungkap pikirannya secara berkala.


Memang benar. Keuntungan Asta adalah Sintia tidak tahu jika Asta masih ada. Sintia juga tidak akan tahu jika disisi lain kota, Asta sedang merencanakan pembalasan dendam pada keluarga Baskoro. Senjatanya, Kartu as nya, tidak akan bisa dipakai untuk menghadapi Asta.

__ADS_1


"Kak! Apa yang kau tertawakan?" Tanya Dean seraya bergidik ngeri.


Di rumah sakit, Asta melamun sebentar sebelum tertawa kecil sendirian. Dean tentu saja merasa sedikit takut. Lagipula ia hanya anak sekolah menengah atas yang masih percaya takhayul.


"Tidak. Kau teruskan jelaskan, aku dengarkan. Jangan lewatkan detail kecil apapun. Lalu terus pantau pergerakan semua orang di keluarga Baskoro dan laporkan padaku setiap satu Minggu sekali." Ucap Asta seraya tersenyum lebar, kemudian menepuk pundak Dean dengan menganggukkan kepalanya.


"Jika kau terus membiarkan bahumu disentuh istriku, jangan salahkan aku menyayat tempat yang tersentuh!"


Suara dingin, datar, dan kejam tiba-tiba terdengar di telinga Asta dan Dean. Keduanya bergidik ngeri. Asta juga dengan refleks menghentikan pergerakan tangan yang akan menepuk bahu Dean.


Dan Dean, adalah orang yang paling tersudut. Gemetar hebat, dan ketakutan dengan suara Xabiru yang tiba-tiba terdengar. Dean bahkan belum melihat wajahnya, dan ia sudah sangat ketakutan.


"Uh, kapan kau bangun?" Tanya Asta seraya berdiri dan menghampiri Xabiru, tak lupa senyum kecil ia tunjukkan.


"Hmp! Kau bahkan meninggalkanku ketika aku tidur! Bukankah kau bilang iya untuk menemaniku tidur sebelumnya? Tapi lihatlah, bahkan sebelum aku bangun kau malah sudah berduaan dengan lelaki lain!" Gerutu Xabiru seraya membuang muka.


Dean meringis di tempatnya. 'Celakalah aku!' Pikirnya.


"Aiyo, Dean lho, itu Dean! Kau juga tahu ia sukanya pada Nira. Astaga, tolong bedakan Dean dengan lelaki yang kau maksud oke? Dia hanya anak kecil, sayang." Ucap Asta pelan. Tak ingin menyinggung manusia yang sedang marah di depannya. Jangan sampai ia semakin marah.


"Memangnya dia bukan lelaki?! Sejak kapan ganti jenis kelamin?!" Tanyanya seraya mendengus.


Asta dan Dean saling menatap, lalu meringis bersamaan.


*


*

__ADS_1


Maaf telat ya gaes, aku lupa lho makanya baru up 🙊


Tolong dimaafkan yaa 😚🤍


__ADS_2