
*
*
Tidak menunggu waktu sampai malam, Clode dengan cepat sudah mengatur beberapa tim untuk menyusup. Selain penyusup, ada tim penembak yang sudah siap sedia di atas gedung yang mengarah ke kediaman Alexander.
Dari atas gedung, meski gerbang kediaman Alexander tinggi, tapi tetap saja atasnya tidak tertutup. Lebih mudah menembak satu persatu penjaga yang kini sedang berlalu lalang.
Tapi meski begitu, gerbang tetap dipaksa dibuka. Clode membiarkan beberapa orang menyerang secara terbuka. Setelah gerbang terbuka dengan paksa, para penjaga yang tinggal beberapa orang di sekitar langsung berlarian ke arah gerbang.
Di gerbang, K2 sudah siap dengan SMR-3 nya, senapan mesin dari negara B yang kalibernya berukuran 5.56 x 45 mm, dengan panjang senapan 1040 mm, panjang larasnya 465 mm, dan Firing Ratenya 750-1000 peluru/menit. Dengan bobot kosong 6.2kg, sangat kontras tapi sesuai dengan ukuran tubuh K2 yang besar dan berotot.
Dengan untaian 100 butir peluru. Jarak tembak efektifnya mencapai 600 m. Untaian peluru terlihat jelas karena sistem penggunaan dibuat seperti belt atau sabuk.
Begitu gerbang terbuka, dan para penjaga di dalamnya menyerbu, K2 langsung menembak gila-gilaan. Setiap peluru keluar mengenai penjaga yang berlari mendekat. Tapi beberapa penjaga yang melihat temannya tertembak ada yang putar balik, melarikan diri menjauhi K2 dan bersembunyi melindungi tubuhnya sendiri.
Setelah peluru habis dalam hitungan menit, K2 membuang senapan mesinnya, dan langsung mengeluarkan pistol di belakang pinggangnya. Ia memimpin dan terus maju menerjang pintu masuk kediaman Alexander.
K2 adalah tim yang akan mengalihkan orang-orang di kediaman. Sedangkan tim lainnya, mengikuti Clode. Hanya sekitar 5 orang termasuk Clode, karena tim pengalihan mendapat resiko besar, jadi ditempatkan banyak orang disana.
Sementara Clode sendiri memimpin 4 orang lainnya menyusup diam-diam, lewat pintu samping yang langsung mengarah ke aula. Tapi pintu masuk aula hanya ada di dalam kediaman. Alhasil Clode hanya bisa melihat situasi dengan melihat melalui jendela.
"Bunuh mereka, ikuti aku naik ke atas. Kita coba masuk dari atap!" Ucap Clode memerintah.
DOR!
DOR!
__ADS_1
DOR!
3 orang penjaga yang melihat Clode langsung dibuhlnuh oleh empat orang yang mengikutinya. Ada satu jendela, tapi terlalu berisiko mengingat keadaan Aula yang disebutkan Xabiru dalam keadaan gelap gulita. Alhasil, ia hanya bisa menyusup diam-diam ke dalam lewat celah atap.
Dalam penyerangan, Semua warga biasa telah di evakuasi sebelumnya. Jadi meski terdengar riak suara yang membuat takut, tidak ada warga biasa yang melihat. Selain alun-alun pinggiran, tidak ada lagi rumah disana. Hanya ada ruko kecil terhitung jari. Dan ruko sudah diambil alih oleh Clode satu hari sebelumnya, ketika orang-orang yang ditugaskan mengintai kediaman datang kesana.
Tim pengalihan dan tim penembakan yang ada di gedung berkoordinasi dengan baik. Sejauh ini tidak ada yang terluka, karena begitu ada lawan yang hendak melukai tim yang dipimpin oleh K2, Sniper yang sudah siap sedia langsung menembak orang tersebut. Alhasil, lawan menjadi lebih waspada ketika tahu ada sniper yang melindungi tim K2.
Di sisi lain, Xabiru terengah dengan tangan berdarah. Masih di dalam aula, masih dikepung oleh puluhan orang. Kacamata night visionnya bahkan sudah retak sebelah. Pelurunya hampir habis, dan tenaganya sudah hampir mencapai batasnya.
Sejauh ini, sudah ada belasan orang yang tumbang di tangan Xabiru yang bersembunyi di kegelapan. Dan ia masih harus bertahan. Apalagi ketika mendengar suara senapan mesin. Orang-orangnya sudah datang, setidaknya ia masih harus mengulur waktu sampai orang-orangnya datang, membantunya keluar dari tempat tersebut.
Matanya terus menatap waspada sekelilingnya. Ia kini berpindah tempat berada di bawah meja. Dan berhasil membunuh satu orang lagi. Melihat orang yang terjatuh di depannya, Xabiru segera mengambil pistol dan peluru di sakunya, setelahnya ia dengan cepat kembali bersembunyi lagi.
Ada beberapa orang yang sama-sama memakai kacamata night vision. Xabiru berpindah tempat sebelumnya karena ketahuan oleh orang-orang tersebut. Lengannya yang berdarah karena goresan peluru. Xabiru menghindari peluru tapi ia tetap tergores karena kurang gesit.
Di samping meja, ada sofa. Dan Xabiru langsung beralih ke belakang sofa yang terpojok oleh dinding. Dengan pistol dan peluru yang didapatkannya, ia bisa membunuh beberapa lagi sekarang.
DOR!
DOR!
DOR!
"Sialan! Nyalakan saja lampunya! Semakin banyak yang jatuh dari kita!" Teriak lawan marah. Karena mendengar suara teriakan sakit dan tembakan berkali-kali.
"Nyalakan saja! Tidak semuanya memakai kacamata malam!" Timpal satu lawan lagi.
__ADS_1
Sampai akhirnya, Lampu benar-benar menyala. Dan jantung Xabiru semakin berdebar. Dengan begini, ia bisa dengan cepat ketahuan.
"Sialan! Banyak sekali yang mati!" Geram lawan emosi.
"CARI DENGAN BENAR! SEKAP DAN SIKSA!" Teriak lawan lagi dengan suara yang sangat nyaring.
Clode yang sudah berhasil naik ke atap, bahkan mendengar teriakan tersebut.
"Bos! Kediaman dikepung! Sisakan beberapa orang di aula, ruang tengah kediaman sudah rusak!" Teriak seorang lawan yang berlari, berteriak, dan menggedor pintu aula dengan panik. Terdengar jelas jika nafasnya juga terengah.
"TIDAK BERGUNA! Kalian ada banyak tapi kalian masih meminta bantuan dari sini?!" Teriak orang yang dipanggil bos marah. Mengumpat kesal setelahnya.
"15 orang tetap di aula! Sisanya pergi bantu di luar!" Perintahnya kemudian, memekik dengan wajah memerah marah.
Kemudian setelah semuanya di bagi, pimpinan lawan tetap di aula untuk mencari Xabiru. Tapi sampai saat Xabiru hendak ditemukan, Clode meluncur dari atap rumah bersama 4 orang lain yang mengikutinya.
Seraya meluncur, tangannya juga tidak tinggal diam. Ia menembak dan menembak, membuat beberapa orang jatuh. Begitupula 4 orang lainnya.
Menyisakan sekitar 8 orang lawan di aula, termasuk pimpinan yang sudah menjadikan anak buahnya sebagai tameng untuk dirinya sendiri agar tidak tertembak.
"BAJINGAN!" Teriaknya emosi, dan langsung menembaki Clode yang baru saja mendarat. Tapi Clode dengan gesit menghindar, berguling ke arah berlawanan dengan Xabiru.
Mengambil apapun yang bisa dijadikan tameng. Termasuk meja yang sudah disiapkan di sana. Ada banyak meja, jadi Clode berhasil menahan tembakan beberapa kali. Begitupula ke 4 orang lainnya. Selain pimpinan lawan yang mengarahi Clode, sisa anak buahnya menembaki anak buah Clode. Dua orang di pihak Clode tertembak di bahu dan lengan. Sisanya tergores oleh peluru. Dan berhasil melindungi alat vital.
Xabiru yang melihat hal tersebut juga tidak tinggal diam. Ia muncul ke permukaan dan menembaki anak buah lawan satu persatu. Sampai 3 orang jatuh, dan rasio tembakan dari lawan menurun, Xabiru kembali bersembunyi, karena kini dirinyalah yang di tembaki.
"HAHAHA! Maju! Semuanya maju! Tembak dan bunuh!" Teriak pimpinan lawan, tertawa sinis, dan dengan emosi berteriak memerintah.
__ADS_1
*
*