Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

*


*


Xabiru berdiri gagah dengan K2 dan K3 yang ada di sisi kiri dan kanannya. Di belakang, ada mobil baru miliknya yang diisi Asta, Nira, juga keluarga Soni.


Semuanya telah bangun, kecuali anak Soni yang masih terlelap. Soni dan Hana terlihat khawatir kini pada Xabiru, Nira terlihat ketakutan melihat Ini, tapi ia akan karena disisinya ada Hana yang menenangkannya. Sedangkan Asta, ia masih diam membisu. Meski sudah berkurang gemetarnya, bayangan perubahan Xabiru masih tetap ada.


Tapi yang terpenting bukan hal ini. Meski takut, Asta tetap mengkhawatirkan Xabiru. Ia tahu, Xabiru berdarah dingin dari orang-orang yang membicarakannya dulu, tapi ia tidak tahu, apakah Xabiru benar-benar bisa bela diri?


Asta kini fokus menatap Xabiru dengan memeluk dirinya sendiri. Sesekali, ia menenangkan Nira yang ada di pelukan Hana. Asta masih ada di kursi samping kemudi, sedangkan Nira di kursi tengah dengan Hana, sedangkan Soni di kursi jajaran ketiga dengan anaknya. Meski di tengah masih ada space untuk duduk, tetapi Soni tetap saja lelaki. Jadi ia mengalah dan duduk di belakang.


Kembali pada Xabiru, dan dua keamanan. Ketiganya menatap orang-orang berpakaian hitam yang baru saja keluar dari mobil off-road. Xabiru semakin menajamkan matanya melihat sekitar 6 orang yang keluar dari sana.


Orang-orang ini sebagian memakai penutup wajah, tapi ada dua diantaranya tidak pakai jadi Xabiru dan dua keamanan jelas melihat wajah orang-orang ini. Tidak ada dua dari mereka yang dikenali ketiganya.


"Ada urusan denganku?" Tanya Xabiru dingin.


"Yah, kami tidak ada urusan pada awalnya. Tapi, bos kami telah menerima uang, jadi mau tidak mau kami turun tangan. Untuk apa?" Tanya satu dari ke enam orang tersebut. Kemudian dijawab serentak oleh yang lainnya. "Membereskan mu!" Ucap semuanya.


Xabiru menyeringai sinis, "baik, cukup kompak! Tapi mari lihat, apa kalian akan terus kompak sampai akhir?!" Ucap Xabiru.


"Hoi, tunggu! Kami tidak akan menyerang, mari negosiasi." Ucap orang berpakaian hitam yang tadi menjadi kepala pembicara.


"Negosiasi? Kau bercanda?!" Tanya Xabiru tajam. "Ah, apakah kalian bercanda atau tidak, bukan urusanku! Bereskan!" Lanjut Xabiru mengedipkan dagunya, membuat dua keamanan langsung maju dan menyerang.


Karena tidak siap, dua dari enam orang yang masih diam, langsung tumbang terkena tendangan K2 dan K3 yang bergerak cepat. Meski kedua orang tersebut sempat terkejut dan refleks menyilangkan tangannya di depan dada, tetap saja mereka kalah tenaga dengan serangan mendadak.

__ADS_1


Setelah tumbangnya dua orang, K2 dan K3 beralih pada dua orang lainnya yang lebih siap, membuat masing-masingnya adu tinju. Tesisa dua orang, dan saat dua orang sisa mau maju menghentikan K2 dan K3, Xabiru maju, menyerang keduanya.


Dua lawan satu, tapi Xabiru adalah yang unggul diantaranya. Xabiru menendang dan memukul perut dua orang di depannya dengan kuat. Membuat keduanya mundur dengan memegangi perutnya masing-masing.


Kepala pembicara yang mewakili, berdecak seraya mengumpat, kemudian menerjang Xabiru lagi. Diikuti satu lainnya. Tapi kemudian bertambah dua orang yang tadi ditendang K2 dan K3, alhasil, kini Xabiru berdiri dengan empat orang yang memandang ganas padanya.


4 lawan 1, tidak membuat Xabiru takut. Justru Xabiru terlihat menyeringai dan sedikit semangat.


"Serang bersama!" Teriak orang yang dari awal mewakili lima orang lainnya berbicara.


Keempatnya langsung menyerang Xabiru dari segala sisi, tapi Xabiru berhasil menangkis serangan tangan dan kaki keempat orang ini dengan cepat.


Xabiru tidak lantas diam menahan serangan, ia juga ikut melawan, menendang dan memukul wajah satu orang berpakaian hitam, dan orang tersebut langsung jatuh tersungkur dengan mulut yang memuntahkan seteguk darah.


Tersisa tiga orang, Xabiru langsung menyerang yang lainnya setelah menumbangkan satu diantara keempatnya. Tendangan, pukulan, tendangan, pukulan, bertubi-tubi memukul, dua orang kembali tumbang setelah memuntahkan seteguk darah.


Xabiru menyeringai. ia berhenti dengan nafas memburu. Menatap tajam pada orang di depannya, dengan darah di ujung bibir. Xabiru sempat terkena pukulan oleh orang di depannya, tepat dipipi sebelah kiri. Tapi Xabiru tidak hanya tidak menghiraukan lukanya, ia malah dengan ganas membalas serangan dengan menjatuhkan dua orang lainnya. Membuat lawannya tersisa seorang diri.


"T-tuan, mari negosiasi. Aku hanya suruhan, aku tidak berniat mencelakaimu!" Ucapnya sungguh-sungguh. Raut dan tubuhnya sudah gemetar, tapi ia menggerakkan gigi menutupi ketakutannya.


"Apa maksudmu? Negosiasi dengan cara begini? Memangnya aku orang bodoh?" Tanya Xabiru sinis.


"K-kami, hanya---"


"Hanya apa? Hanya ingin memberi pelajaran dengan teknik bela diri yang tidak seberapa itu?!" Tanya Xaniru kemudian tertawa sinis. Membuat orang di depannya semakin gemetar. "Cih! Aku sudah sering melihat orang sepertimu sebelumnya!" Xabiru menghentikan tawanya seketika dan berdesis keras.


Kemudian Xabiru berjalan mendekati orang di depannya. Membuat orang di depannya seketika berlutut, raut, gerakan, dan aura Xabiru terlihat mengerikan di mata orang di depannya.

__ADS_1


"Sekarang, beritahu aku. Siapa yang membayarmu?!" Tanya Xabiru dengan suara rendah, dengan nada mengancam.


"Aku tidak tahu, bos kami yang menerima uangnya.", Balas orang tersebut. Dirinya terlihat sangat kecil saat ini. Matanya melihat ke kiri dan ke kanan, tidak berani melihat Xabiru. Kedua orang yang beradu dengan K2 dan K3 juga sudah mulai ditekan, dan akhirnya kalah.


Xabiru mencengkram dagu orang berpakaian hitam di bawahnya dan menatap matanya dengan tatapan dingin dan tajam. Auranya terlihat gelap saat ini.


"Aku tanya sekali lagi, siapa yang menyuruhmu mencari masalah denganku?" Tanya Xabiru, menekan setiap kata yang diucapkannya.


"Aku benar tidak tah---ARGH!"


Xabiru membanting orang yang berlutut di bawahnya, membuat orang tersebut membentur tanah dengan kuat.


"Urus dia, sampai dia mau bicara." Perintah Xabiru pada K2 dan K3. Membuat orang yang baru saja terbanting, dan mencoba bangkit lagi, kembali gemetaran dihampiri oleh dua orang berbadan besar dengan seringai tajam.


"Aku benar-benar tidak tahu! Kalian bisa mencari bos ku di markas, dia ada dipinggiran daerah kabupaten! Markas macan kumbang! Cari saja markas macan kumbang!" Teriak orang yang tersisa, ia berteriak sebelum K2 dan K3 benar-benar menyerangnya.


"Tidak berguna!" Desis Xabiru sinis. "Buat dia sama seperti teman-temannya, lalu pergi, lanjutkan perjalanan." Perintah Xabiru, membuat K2 dan K3 langsung bertindak. Menyisakan suara teriakan dan ampunan dari orang terakhir. Sampai akhirnya, ia memuntahkan seteguk darah dan jatuh pingsan dengan keadaan babak belur.


Xabiru berdecih sinis, kemudian mengkode K2 dan K3 agar kembali menaiki motor besar keduanya, melanjutkan perjalanan dan pengawalan kembali ke kabupaten.


Begitu masuk ke mobil, pandangan semua orang mengarah padanya. Xabiru yang masih mengeraskan wajahnya, berangsur melunakkan wajah kembali ke semula. Terlebih, pada Asta. Ia bahkan berniat mengusap kepala Asta tapi secara tidak sadar Asta mundur dan memejamkan matanya takut.


Xabiru menghela nafas dan menarik tangannya kembali dengan tangan yang sudah terkepal. Ia merasa tidak nyaman melihat respon Asta, tapi tidak banyak bicara dan kembali melajukan kemudi. Mari pulang lebih dulu, kemudian membujuk Asta. Ia terlalu lelah kini. Alhasil, kini mobil dalam keadaan sunyi senyap.


*


*

__ADS_1


__ADS_2