Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Rencana Agen (2)


__ADS_3

*


*


Setelah berdiskusi tentang rencana tersebut, Xabiru dengan cepat memanggil K1, K2, dan K3 ke ruang kerja di lantai 3.


Xabiru tidak akan menunda hal yang akan menjadi penting ke depannya. Apalagi, ke depannya ini akan membantu Xabiru, melindungi dirinya juga Asta.


Pertama-tama, Xabiru menjelaskan rencana, kemudian ia menyuruh salah satu dari ketiganya mencari satu gedung dan merenovasi dalamnya dengan sebaik mungkin. Merenovasi dalam artian mengubah satu bagian menjadi arena tembak dan arena lainnya.


Persyaratan gedung juga harus ada di tempat yang lumayan terpencil. Meski tidak terpencil, Xabiru menyarankan satu gedung dengan ruang bawah tanah. Jadi, ruang bawah tanah tersebut yang akan digunakan untuk pelatihan khusus. Hanya saja, harus ada kamuflase dengan gedung yang dipakai. Seperti perusahaan, atau tempat makan sejenis kedai makan.


Setelah menjelaskan semua hal, dan K1, K2, serta K3 paham akan rencana Xabiru. Keempatnya pun bubar menjalankan tugas masing-masing.


Sudah pukul 1 sejak ia berdiskusi. Toko sudah tutup, menyisakan para pekerja yang sedang membersihkan toko dan menghitung laba.


Xabiru menemui para pekerja dan mengumumkan jika besok adalah hari libur untuk semuanya. Selain itu, Xabiru juga menggaji para pekerja lebih awal. Tapi sesuai dengan lama para pekerja bekerja. Masing-masing, adalah 3 juta.


Para pekerja tentu saja senang. Itu setengah dari gaji bulanan yang dijanjikan Xabiru. Apalagi besok diliburkan, jadi para pekerja juga bisa berlibur dengan orang-orang terkasihnya.


Setelahnya Xabiru pergi meninggalkan para pekerja yang masih membersihkan toko, ia keluar dengan masker dan kacamata hitam. Membeli makanan untuk makan siang semua orang kali ini. Iantidak sempat memasak, alhasil hanya bisa membeli. Xabiru juga melarang Asta memasak, jadi Asta juga hanya bisa menurut.


Sebelum membeli makan, ia pergi ke bank untuk mencaiekan cek yang diberikan Teren. Xabiru langsung membuat uang 5M nya masuk ke rekeningnya sendiri agar ia lebih mudah melakukan pembayaran dan transaksi lainnya. Apalagi, kini ia harus mengirim 2M pada K1 untuk membeli gedung dan renovasi tempat lainnya.


Setelah selesai dengan urusan di bank, Xabiru pergi ke dealer mobil terlebih dahulu, dan membeli satu mobil dengan merk Toyota Alphard. Kenapa ia memilih satu merk mobil ini, karena Mobil Toyota Alphard adalah MPV dengan 7 seater dengan kabin luas dan berbagai fitur interior yang mampu memberikan kenyamanan selama perjalanan. Selain itu, dalam hal keamanan dan keselamatan juga terjamin.


"Gesek kartu." Ucap Xabiru setelah mengetahui harga mobil yang dibelinya.

__ADS_1


Saldo kartu berkurang 1.66 M kemudian. Menyisakan 3.44M di kartunya.


Uang 2M untuk K1 masih belum diberikan, karena memang Xabiru memiliki persyaratan dalam pembelian gedungnya. Selain gedung yang harus khusus, dalam hal pembayaran, Xabiru juga akan turun tangan untuk negosiasi. Selain itu, ke 3 keamanan belum dipercaya sepenuhnya oleh Xabiru. Jadi, ia tidak lantas melepaskan semua urusannya begitu saja.


Sebelum melatih nanti dan menyerahkan semua urusan, Xabiru juga akan menguji ketiganya dengan menugaskan ketiganya untuk menyelamatkan pengawal pribadi yang sudah sejak kecil dengannya.


Clode namanya. Pengawal hebat yang sialnya ditangkap dan disekap oleh keluarganya. Sampai saat ini, Xabiru tidak tahu keadaannya bagaimana. Tapi ia tahu, Clode disekap di satu tempat terpencil milik Alexander.


Dan setelah mendapat gedung, Xabiru akan membuat ketiga pengawalnya melakukan uji coba penyelamatan Clode di tempat terpencil milik Alexander nantinya.


"Terimakasih banyak, tuan." Ucap Pegawai dealer, membungkuk sampai Xabiru yang sudah ada dalam mobil benar-benar pergi. Xabiru tidak banyak bicara, ia hanya mengangguk dan menjawab seperlunya ketika ditanya.


Xabiru menghentikan mobil, dan berhenti di restoran Antana's. Membeli makan siang untuk Asta, keluarga Soni dan Nira yang satu jam lagi akan sampai ke rumah. Pukul 3 adalah waktu pulangnya.


Xabiru tidak memberitahu Teren ia datang, jadi setelah mendapat semua pesanan, Xabiru dengan cepat pergi meninggalkan restoran, karena Asta sudah menungguinya dengan perut lapar.


Asta menunggu Xabiru, tapi malah Nira yang lebih dulu sampai di rumah.


"Kak, kau sudah baik-baik saja?" Tanya Nira setelah menyapa Asta yang sedang memainkan kura-kura.


"Hmm? Memangnya aku kenapa?" Tanya Asta bingung.


"Hah? Kata kakak ipar kau sakit, tadi pagi." Ucap Nira bingung, tapi respon Asta malah membuat Nira semakin bingung.


Asta terbatuk kecil, dengan pipi memerah ia menjawab. "Tidak apa-apa, hanya kelelahan kemarin menyetok barang." Ucap Asta tersenyum.


Nira menganggukkan kepala, paham. "Kak, kau sudah lama disini kan? Sebaiknya masuk, wajahmu sudah memerah terkena matahari." Ucap Nira mengingatkan.

__ADS_1


Asta kembali terbatuk. Dia sedang malu oke, ini tidakada hubungannya dengan sinar matahari. "Tidak apa, pergilah ganti baju. Aku sedang menunggu kakak iparmu. Sebentar lagi sampai." Balas Asta.


"Baiklah, jika lama tunggu di dalam. Kulitmu gampang terbakar." Ingat Nira lagi, membuat Asta kembali mengangguk dengan senyum lebar.


Asta kemudian menghela nafas, begitu Nira masuk ke dalam. "Xabiru ini bodoh ya. Apa tidak bisa mencari alasan lain? Huh, kan aku jadi malu sendiri." Gerutu Asta kesal.


Kemudian terdengar suara gemuruh mobil, membuat Asta mengernyit, ia dengan cepat meraih satu masker bersih yang di sediakan di dalam toko. Kemudian kembali ke depan dan membuka gerbang, melihat siapa yang datang.


Tapi setelah melihat didalam adalah Xabiru, Asta melotot padanya. Berbeda dengan Xabiru yang melambai dan melepas masker di wajahnya, kemudian tersenyum lebar. "Sayang, buka gerbangnya." Seru Xabiru membuat Asta menurut dan membukakan gerbang.


Setelah Asta mundur dari gerbang, Xabiru kemudian memasukkan mobil dan memarkirnya di samping rumah. Dimana tempat parkir semua mobil yang mengunjungi toko biasa disimpan.


Asta menutup gerbang dengan cepat, dan menghampiri Xabiru. "Kau membeli mobil?" Tanya Asta. "Bukankah uangnya akan dipakai membeli gedung?" Tanya Asta.


"Masih cukup. Lagipula kita butuh kendaraan untuk piknik besok bukan?" Tanya Xabiru menyadarkan Asta.


Asta kemudian menghela nafas. "Memang sih, yasudahlah, sudah dibeli juga. Ngomong-ngomong seleramu bagus juga. Ruangan mobilnya besar, juga ada 7 tempat duduk. Bagus, bagus." Puji Asta senang, membuat Xabiru mendongak dengan bangga.


"Tentu saja! Tuan muda ini pintar dalam memilih! Contohnya istriku ini!" Serunya seraya mengecup kepala Asta. Membuat Asta melotot dan memukul bahu Xabiru.


"Kita ada di luar, kau ini!" Tegur Asta melotot.


"Tidak ada orang, lagipula kita sudah menjadi pasangan yang sesungguhnya. Jadi tidak masalah." Bisik Xabiru seraya tersenyum.


*


*

__ADS_1


__ADS_2