Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Merajuk Ala Xabiru


__ADS_3

*


*


Di sisi perbatasan, tepatnya di Xabatasta's Restaurant, Teren dan Soni lebih kelimpungan. Karena jumlah pegawai benar-benar berkurang.


Restaurant tutup selama dua Minggu, dan para pegawai sebelumnya malah sudah pergi mencari pekerjaan lain. Alhasil, Xabiru hanya bisa menyerahkan para pengawal sementara untuk membantu.


Meski badan para pengawal kebanyakan tidak cocok, tapi dari pada tidak ada orang sama sekali, mau tidak mau mereka tetap turun tangan melayani para pelanggan besar yang datang.


Tapi siapa sangka, pengawal yang bertugas sebagai pelayan sementara cukup digemari pelanggan, khususnya para wanita, baik muda maupun paruh baya. Ada beberapa yang bahkan dimintai foto, dikerubungi, dimintai nomor telfon. Cukup membuat para pengawal ini kewalahan.


Teren senang dengan hasilnya, Soni hanya menghela nafas menggelengkan kepala. Tidak akan ikut campur masalah para pelayan tersebut. Tapi pikiran Teren, setelah melihat hal tersebut, ia langsung meminta pada Xabiru untuk membuat pengawal yang sudah dilatih ini untuk menjadi pelayan saja, karena menarik banyak perhatian pelanggan.


Restaurantnyang sudah ramai sebelumnya, menjadi semakin ramai khususnya pelanggan wanita yang langsung berdatangan. Makan hanya untuk sekedar menikmati pemandangan pria kekar dan tampan.


Tentu saja, ide ini langsung ditolak. Para pengawal tersebut masih harus dilatih untuk menjaga keamanan kelak. Karena Xabiru sendiri sudah memperhitungkannya. Masih ada dua masalah yang masih belum selesai, pengawal tidak boleh sampai kekurangan.


Tapi karen Teren terus mengganggunya, akhirnya ia mengijinkan satu pengawal tetap di sana. Meski tidak sebagai pelayan, tapi sebagai penjaga keamanan tambahan. Penjaga keamanan tambahan ini, hanya duduk sebagai maskot dari restaurant.


Dan syaratnya, orang yang akan menjadi maskot harus bersedia sendiri. Jika tidak ada yang bersedia, Xabiru juga tidak akan memaksa orang untuk bekerja disana. Dan hasilnya, ada satu orang yang bersedia karena ditawari gaji dua kali lipat oleh Teren.


Xabiru, menghela nafas. Pasrah saja, biarkan saja. Suka-suka Teren saja, yang penting restaurant tetap beroperasi dengan baik.


Asta dan Hana yang mendengar kabar, langsung terbahak atas ide nyeleneh dari Teren. Tapi cukup diacungi jempol karena hari-hari berikutnya, penjualan dan pemasukan restaurant meningkat tajam.

__ADS_1


Meninggalkan masalah Restaurant, di sisi Markas, Xabiru tidak hanya melatih para pengawal dan calon pengawal baru. Tapi ia juga memeriksa setiap dokumen, dan harus menandatanganinya. Dokumen perihal permintaan pengawal.


Clode sendiri, bergantian melatih. Dibarengi dengan tugas baru yang dititahkan Xabiru padanya. Mengawasi gerak-gerik keluarga Baskoro. Meski Dean sedang mengawasi juga, tapi Clode sangat berpengalaman. Clode tidak akan pernah melewati detail kecil apapun.


Untuk itu, K2 yang bertugas menerima permintaan sewa pengawal. Dan K3 bertugas mencari informasi seraya mengawasi keluarga Waverly.


Sementara, untuk menstabilkan kembali kekuatan, uang, dan kuasa yang masih dalam proses, Xabiru hanya memerintahkan orang untuk mengawasi. Menunggu semuanya stabil, maka Xabiru akan langsung turun tangan nantinya.


Mencari kesalahan keluarga Waveely lebih dulu. Kesalahan yang paling fatal, yang bisa membuat keluarga tersebut hancur seperti keluarga besarnya sebelumnya. Meski begitu, karena keluarga ini lebih kecil dari keluarga Alexander, dan kesalahannya tidak terlalu fatal, Asta sendiri meminta orang-orang yang sudah jahat pada pemilik tubuh saja yang harus dihukum.


Juga, jangan lupakan perebutan hak dari harta yang ditinggalkan kedua orang tuanya untuk pemilik tubuh. Karena jika tidak diambil kembali, Asta sendiri tidak merasa tenang.


Tidak mencuri, tapi mengambil kembali hak yang telah dicuri. Jadi, yang seharusnya merasa bersalah pun pihak lain bukan Asta dan Xabiru.


"Kok, lama sekali datangnya?" Tanya Xabiru, seraya berjalan menghampiri Asta yang berdiri dengan paper bag berisi bekal makan siang untuk Xabiru.


"Hmmm..." Gumam Xabiru yang berhasil memeluk Asta. Dagunya ditaruh di kepala Asta, dengan kedua mata terpejam. Rasa lelahnya seketika lenyap, digantikan kenyamanan yang datang dari Asta.


Asta menepuk-nepuk punggung Xabiru. "Lepaskan, tidak nyaman begini. Aku kesulitan bernafas, lehermu tepat di wajahku." Gerutu Asta.


Xabiru tertawa kecil, lalu melepaskan pelukannya. Kedua tangannya beralih menangkup kedua pipi Asta, dan secepat kilat mencuri ciuman darinya.


Dengan wajah memerah, Asta memelototi Xabiru, kemudian memukul lengan atasnya. Tak hanya memukul, tangannya juga langsung mencubit perut Xabiru.


"Sakit, sayang." Rajuk Xabiru.

__ADS_1


"Hmp! Rasakan!" Desis Asta mendelik sebal. "Selalu saja tidak tahu tempat! Kau tidak punya malu, tapi aku masih punya! Kita dilihati oleh mereka, lihat itu!" Lanjutnya kesal. "Hah, sudahlah, cepat makan siang dulu." Kemudian ia berbalik dengan Hela nafas.


Xabiru mengekori Asta dengan senyum tertahan. Tidak peduli pada anak buahnya yang melihatu keduanya, ia bahkan tak segan merangkul Asta setelahnya, dan berjalan beriringan dengan Asta yang mencoba melepaskan rangkulan Xabiru.


Tapi sampai keduanya sampai ke tempat keduanya biasa makan, Asta bahkan tidak berhasil memindahkan tangan yang merangkulnya. Membuat Asta kembali menghela nafas.


"Ayolah, sudah sampai. Kau bis melepaskannya, bukan? Cepat duduk dan makan. Kau masih harus melatih dan memeriksa dokumen nanti. Aku juga harus kembali, toko masih kekurangan pegawai." Ucap Asta, lebih ke mengeluhkan sifat Xabiru yang semakin hari semakin mengada-ada. Manjanya bukan main, selalu menempel dimanapun keduanya ada di satu tempat.


"Buru-buru sekali, temani aku memeriksa dokumen saja disini, um? Toko kan ada kak Hana, juga Kakek. Nira juga tidak lama lagi pulang sekolah." Bujuk Xabiru.


Asta menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa ya, mengiyakan ucapanku saja?!" Ucap Asta seraya melotot.


Xabiru terkekeh gemas. "Siap, tidak!" Balasnya.


Asta berdecak. "Pokoknya setelah makan siang aku akan kembali." Ucap Asta final.


"Sayang..." Bujuk Xabiru dengan kedua mata dibuat puppy.


Asta memejamkan kedua matanya, tangannya memijit pangkal hidungnya. "Tidak bisa oke? Hari pertama sangat penuh. Aku tidak mau memperkerjakan kakek. Lagipula pegawai yang pergi ada sekitar 3 orang. Ditambah kakek pun masih kurang. Nira masih 3 jam lagi datang, kak Hana akan kerepotan sendirian. Mengertilah, jangan berbuat ulah." Jelas Asta.


Xabiru berdecak tak puas, kemudian membuang muka dan lanjut makan sendiri tanpa memandang Asta. Membuat Asta menghela nafas. "Kalau begitu aku pergi sekarang saja. Kau makanlah sendiri, ya." Ucap Asya seraya beranjak, hendak pergi.


"Kau bahkan tidak mementingkanku lagi, aku minta ditemani selalu tidak mau, begitu saja terus, sibuk saja sendirian." Gerutunya pelan. "Memang mungkin hanya aku saja kan yang sayang padanya." Lanjutnya bergumam lirih.


Tapi jelas terdengar oleh Asta. Membuat Asta menghentikan gerakannya.

__ADS_1


*


*


__ADS_2