Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Hari kedua


__ADS_3

*


*


Asta memeluk adik sepupunya yang tertidur. Ia baru saja terlelap setelah diberi makan dan juga membersihkan diri. Sepanjang di atas tempat tidur, adik sepupunya juga bercerita seraya menangis.


Asta hanya bisa menghela nafas menahan emosi dan kilatan marah dihatinya. Adik sepupunya baru berusia 15 tahun, 16 tahun ini. Tapi semenjak kepergian Asta dari rumah, adik sepupunya lah yang menjadi bahan intimidasi.


Bahkan, paman Asta yang sejak awal baik, kini sudah tiada. Bukan main Asta terkejut. Adik sepupu hanya bilang, Ayahnya alias paman Asta sudah meninggal. Meninggalkannya sendirian di dunia yang kejam ini.


Satu Minggu setelah Asta pergi menikah, pamannya jatuh sakit. Asta tidak tahu, karena memang waktu itu masalah di keluarga Alexander sedang panas-panasnya, alhasil ia hanya bisa diam saja. Lalu ketika Asta dan Xabiru dikirim ke desa terpencil dan kabar kematian keduanya terbit, pamannya terkena serangan jantung, alhasil meninggal setelah satu Minggu Asta di desa tersebut.


Lalu adik sepupu yang sejak awal tidak punya ibu, diusir satu Minggu kemudian dari rumah karena hanya memecahkan Gucci, yang bahkan aslinya bukan dirinya yang memecahkannya, tapi saudara adik sepupunya yang lain, yang suka menindas Asta dulu.


Adik sepupu jahat itu melimpahkan kesalahan pada Nira, adik sepupunya yang sekarang berada dalam dekapannya. "Kasihan kau, sayang, hidup Luntang Lantung selama beberapa hari." Ucap Asta sendu. Sedih, tidak bisa membayangkan bagaimana kesulitannya selama berhari-hari ini.


Lalu bagaimana Nira bisa sampai ke kabupaten sini dari ibukota yang jauh? Ia menghindari pengejaran orang yang dikirim Tante jahatnya. Ia naik sebuah mobil pick up yang diisi sayuran. Tidak menyangka akan kemari. Hidup di pasar kabupaten dan mencari sisa makanan di tong sampah demi sesuap makanan.


Terkadang, ia juga mengemis, dan ada beberapa orang baik hati yang memberinya. Kejadian hari ini, Soni tidak sengaja menabraknya sampai pingsan, membuat Soni mau tak mau harus bertanggung jawab dan membawanya saja karena sedang buru-buru juga, membeli paper bag. Alhasil, sekarang, beginilah keadaan adik sepupunya.

__ADS_1


Ia tidak menyangka akan bertemu Asta. Ia hany mengira, kakak sepupunya ini tidak akan pernah kembali. Tapi ia salah, Tuhan masih sayang padanya, Tuhan masih mempertemukannya dengan Soni yang membawanya ke hadapan Asta. Apalagi, Kak Astanya kini sudah bisa berjalan.


Jadi, tidak salah kan jika dirinya memonopoli Asta saat ini? Sudah lama sejak dirinya ketakutan di luar sana. Berkali-kali bunuh diri tapi selalu gagal, dan gagal. Alhasil dirinya menyerah dan hidup Luntang-lantung saja. Lelah, benar-benar lelah yang ia rasakan. Bahkan sempat tidak makan berhari-hari, menunggu kematian tiba. Tapi, selalu ada orang baik yang memberinya makan saat itu. Membuat Nira bingung sendiri, padahal ia sudah pasrah saja. Tapi mungkin takdir hidupnya memang belum selesai.


Asta hanya bisa menangis mendengar pengalaman hidup Nira. Dirinya bersyukur masih bisa makan dulu. Sedangkan Nira kesulitan, sangat kesulitan sampai ia hanya bisa mengorek sisa makanan di tempat sampah. Sakit sekali mendengarnya, apalagi jika ia melihatnya langsung.


"Sekarang kakak yang akan menjagamu ke depannya. Jangan khawatir, ya." Ucap Asta seraya mengelus kening Nira yang mengerut di sela tidurnya. Sepertinya mimpi buruk.


Setelah di rasa Nira sudah sangat lelap, Asta pun keluar dari kamar dan menemui Xabiru juga Soni yang sudah menungguinya. Sekarang sudah pukul 4 sore. Soni juga hendak berpamitan pulang ke rumahnya. Takut kemalaman di jalan.


Xabiru yang sudah kembali dari membeli benih baru dan bibit hewan baru, kemudian membungkuskan beberapa makanan dan ikan segar. Tak lupa upah hari ini, juga diberikan Xabiru pada Soni.


"Tidak, kak, anggap bonus. Kau tahu kan hari ini pelanggan yang datang memang tidak sebanyak pelanggan di pasar, tapi daya belinya besar. Keuntungan sangat besar juga. Jadi jangan khawatir, jangan sungkan kak." Ucap Xabiru seraya menepuk pundak Soni.


"Tidak, kali ini jangan. Sudah cukup makanan dan ikan ini saja. Ini bahkan melebihi gaji pekerja pabrik sehari. Kalau ditambah uang lagi, aduh, aku ini apa sih? Tulus membantumu." Ucap Soni, tidak lagi yang ia keluarkan dari mulutnya.


Xabiru menyerah, kemudian menyuruh Soni berpamitan pada Asta sedangkan ia membantu membawakan kresek besar yang tadi diberikannya pada Soni. Dan begitu Soni tidak melihat, ia diam-diam memasukkan uang tersebut ke dalam kresek, menimbunnya dengan bingkisan kecil di dalamnya agar Soni tidak mengetahui jika ia memasukkan uang ke dalam sana.


Sepeninggal Soni, Asta dan Xabiru menutup gerbang. Kemudian mengisi ulang stok di lantai pertama untuk penjualan esok hari. Yang tersisa disini hanya beras, telur dan kerang hijau yang tinggal sedikit sekali. Alhasil, keduanya bekerja keras mengisi semuanya.

__ADS_1


Besoknya, hari kedua pembukaan Xabasta's Store. Teren tidak datang kali ini. Tapi orang kelas atas yang datang mmebludak. Tokonya penuh, Xabiru dan Asta kelimpungan melayani para pembeli. Tapi untung ada Nira. Ia sudah menjadi lebih baik sejak semalam. Alhasil, ia ikut memakai pakaian kerja dan ikut membantu melayani setelah ia diajari Asta.


Nira menggantikan Asta menjaga kasir. Jadi Asta dan Xabiru turun tangan melayani banyak orang yang bertanya dan memesan. Baik hewan hidup, buah, sayur, maupun hewan yang siap diolah.


Dan yang tidak disangka-sangka, dihari kedua yang menjadi sangat populer adalah ikan Channa, jenis Barca. Xabiru hanya mengeluarkan 4 ikan jenis ini hari ini. Tapi yang bertanya lebih dari 10. Membuat Xabiru hanya bisa menjanjikan akan membawakan ikan jenis ini besok. Setiap harinya hanya bisa mengeluarkan 4, jadi setiap hari 4 orang yang bisa mendapatkannya.


Disisi lain, Asta juga kelimpungan melayani orang yang ingin membeli buah serta sayur. Bertanya tentang harga yang padahal sudah sangat jelas ada di setiap mejanya.


Nira tidak beda jauh. Ia shock setiap kali men scan harga setiap yang dibeli pelanggan. Harganya bukan main, mahal. Tapi, ia sebisa mungkin menghitung dengan sangat baik. Bahkan dua kali mengecek hitungan karena takut salah. Sebab jumlah setiap pembelian sedari tadi tidak ada yang dibawah 500 ribu.


Toko apa ini, gila, yang belanja orang kaya semua. Pikir Nira meringis. Ia bahkan dulu hanya belanja kebutuhan sampai 300 ribu maksimalnya. Tapi, orang-orang kaya ini benaran mampu menghabiskan uang.


Selain membeli, ada juga kalangan atas yang berkali-kali membujuk Xabiru dan Asta untuk mau memasok bahan bahan dari tokonya ke restoran miliknya. Bukan hanya satu, lebih dari 5 orang yang menanyainya.


Xabiru dan Asta tentu saja menolaknya, sudah ditulis di perjanjian jika dirinya tidak akan memasok ke restoran lain selain Antana's. Xabiru berprinsip tinggi, jadi sebanyak apapun bayaran, Xabiru tidak goyah.


"Sayang, aku lelah sekali." Keluh Xabiru begitu toko sudah ditutup, pukul 12 lebih 15 menit. Pelanggan kali ini banyak, jadi stok yang terbatas juga sudah ludes habis. Kemarin Sisa, hari ini tidak sama sekali. "Bagaimana dengan mencari pekerja, untuk besok?" Lanjut Xabiru, karena jika ini terus berlanjut maka pinggangnya akan seperti kakek kakek dalam satu bulan.


*

__ADS_1


*


__ADS_2