Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Perubahan Sedikit Rencana


__ADS_3

*


*


"Xabasta's Restaurant resmi dibuka!" Pekik Soni yang langsung di soraki semua orang yang hadir. Semua yang diundang dan beberapa pelanggan yang sengaja hadir tanpa undangan juga sudah berada di depan restaurant.


Setelah kembang api dinyalakan, Teren yang berada di sebelah Soni yang ditugaskan membantu Soni juga langsung memberikan gunting yang telah dipakai Soni menggunting pita.


Kemudian semua orang dipersilahkan masuk. Hanya, saja, untuk para tamu VIP dan VVIP langsung dipimpin masuk ke dalam ruangan terpisah dari beberapa tamu yang yang sengaja datang tanpa undangan.


Perlakuan berbeda, tetapi tetap sama. Hanya dalam ruangan yang berbeda, pelayanan juga berbeda karena langsung di layani oleh manajer dan pemilik restaurant.


Hanya saja, karena semua pekerja, staff, dan pemilik semuanya memakai seragam yang membuat identitas diri sendiri tertutup, beberapa orang yang tidak tahu sempat beberapa kali bertanya. Tapi untungnya, ada beberapa pelanggan tetap Xabatasta's Store di kabupaten yang datang. Jadi tidak perlu menjelaskan pada orang yang penasaran, sebab mereka sudah menjelaskannya.


Perjamuan di adakan dengan aman, tentram, dan damai. Tamu di ruangan VIP dan VVIP semuanya puas dengan layanan dan makanan yang disajikan, karena rasa makanannya yang benar-benar berbeda dan enak sekali.


Selain itu, ada beberapa orang yang meminta menu tambahan juga yang tentu saja langsung diberi. Anggap saja, ajang promosi. Jadi, meski hari pertama gratis, keesokan hari sudah tidak. Hanya saja, masih ada potongan harga nantinya selama 3 hari.


Lalu tiga jam berlalu, ketika para tamu besar hendak meninggalkan restaurant, Soni dengan cepat mengantar orang-orang tersebut, dan hanya mencegah tangan kanan Alexander untuk pergi.


Ada perubahan rencana mengingat banyak keluarga besar yang datang. Tidak ingin mengambil resiko yang terlalu besar, alhasil semuanya menunggu orang-orang besar pergi lalu mencegat tangan kanan Alexander sendirian agar tetap diam di restaurant.


"Tuan Erik, perihal kerja sama, bisa kita bicarakan sekarang?" Tanya Soni dengan kedua mata terlihat melengkung. Meski wajahnya tertutup masker, tapi jelas terlihat jika Soni sedang tersenyum dengan kedua tangan tertaut.


Sebelumnya Xabasta's yang dikejar oleh pihak Alexander, berpura-pura tidak tahu jika mereka hendak dicelakai sebelumnya, dan mengirim undangan serta surat kerjasama pada keluarga tersebut hanya untuk hari ini.


"Oh aku hampir lupa. Tapi, melihat identitasmu masih sulit diketahui. Aku menambah persyaratan, kemukakan identitasmu pada kami. Karena kami tidak bisa bekerja sama dengan orang tanpa identitas." Ucap tangan kanan Alexander.

__ADS_1


"Tentu, tuan. Aku tahu dasarnya, hanya saja karena sudah peraturannya jika di restaurant. Jadi, kami bisa membicarakannya di ruanganku." Ucap Soni seraya mempersilahkan Erik untuk mengikuti dirinya ke tempat yang lebih pribadi.


Erik menganggukkan kepalanya. "Baik." Balas Erik yang kemudian berjalan berdampingan dengan Soni seraya mengobrol ringan masalah restaurant.


"AAAH!"


"Ah kenapa lampunya tiba-tiba mati?!"


"Ada apa ini?!"


Pekikan panik terdengar dimana-mana di telinga Soni dan Erik yang sedang mengobrol dan berjalan. Keduanya juga sama-sama terkejut, tapi Soni tentunya hanya berpura-pura terkejut karena ini termasuk salah satu rencana.


"Tuan Erik?! Kau baik-baik saja?" Tanya Soni seraya sibuk dengan kedua tangan yang hendak menyalakan cahaya dari ponselnya.


"Aman. Hanya mati lampu, tapi kenapa di hari pertama pembukaan restaurant kalian malah ada kesalahan teknis seperti ini? Ah, sangat disayang---"


Ucapan Erik langsung terhenti setelah terdengar suara pukulan yang cukup keras, yang langsung membuat Erik tak sadarkan diri.


"Cepat, bawa ke tempat yang sudah direncanakan oleh Nona." Bisik Soni.


Suara grasak grusuk kecil terdengar, kemudian disusul langkah kaki beberapa orang dan setelah beberapa saat, lampu pun kembali menyala. Soni yang berada di lorong sepi sebelumnya juga menghilng, mengikuti bawahan Xabiru yang membawa Erik yang tidak sadarkan diri ke ruang bawah tanah.


Sampai akhirnya ruang bawah tanah dibuka, Erik langsung didudukkan di kursi kayu dan diikat dengan kencang. Selain diikat, untuk menahan Erik, ia juga diberi obat pelumpuh, jadi ia hanya bisa membuka mata dan membuka mulutnya nanti, untuk badannya, akan terasa lemas tidak bertenaga.


Tentu untuk mengorek informasi nantinya.


Setelah mengikat Erik, kemudian K1 menggeledah tubuhnya, mengeluarkan alat komunikasi dan senjata yang di bawanya. Selain itu ada kunci mobil juga, yang langsung diberikan pada Asta.

__ADS_1


Asta menerimanya, dan langsung pergi menyerahkan urusan di restaurant pada K1 dan Kakek serta yang lainnya. Sedangkan dirinya pergi mengemudikan mobil yang di bawa Erik menuju tempat sembunyi Xabiru.


Butuh sekitar 2 setengah jam, Asta mengemudikan mobil dengan cepat. Sampai akhirnya ia sampai, dan Xabiru di kabari jika mobil Erik telah sampai. Tapi sebelum Xabiru menyamar sebagai Erik dan pergi, Xabiru terkejut bukan main melihat Asta di depannya.


"Sayang?! Kenapa kau disini?!" Tanya Xabiru dengan nada tajam. "Aku sudah bilang, di sana lebih aman. Kenapa kau malah kemari?!" Desis Xabiru terlihat kesal, tapi khawatir secara bersamaan.


"Aku akan menunggu disini dan bergabung denganmu. Kau pergilah dengan tenang, aku bisa menjaga diriku sendiri." Ucap Asta. "Jangan khawatir, disana sangat terkendali, dan kau harus percaya padaku. Aku tidak akan membebanimu, dan akan menjadi bantuan besar untukmu. Aku tidak tenang berada di sana, jadi biarkan aku tetap disini." Lanjut Asta dengan tatapan memohon.


Xabiru mengacak rambutnya kasar. Kemudian menghela nafas, menatap Asta dengan tatapan pasrah.


"Tuan muda, sebaiknya kau bersiap sekarang. Waktunya akan segera tiba. Perjalanan dari perbatasan ke rumah Alexander sekitar 3 jam. Dalam 20 menit kau harus sudah sampai di sana." Ucap Clode mengingatkan Xabiru yang malah beradu mulut dengan Asta.


"Pergilah, jangan khawatir, aku punya kartu as pada diriku. Yang harus kau khawatirkan adalah dirimu sendiri, hmm? Kau harus sangat berhati-hati." Ucap Asta maju dua langkah dan mengecup bibir Xabiru membuatnya tenang.


Xabiru memeluk Asta dengan tubuh gemetar. "Kau harus sembunyi jika ada bahaya. Jangan biarkan orang jahat melihatmu." Ucap Xabiru. "Aku pergi, dan kau harus berjanji untuk menjaga dirimu sendiri." Lanjut Xabiru.


Asta tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya. Keduanya kini saling menatap dengan tatapan lembut. Tidak lama sampai Xabiru bergegas memakai topengnya dan pergi di dampingi Clode. Asta juga mengikuti sampai di depan pintu.


Close harus ikut turun untuk memantau situasi di perusahaan dan di sekitar kediaman sebentar. Sore hari nanti ia akan kembali dan memantau semuanya dari rumah sama seperti beberapa hari ini ketika dirinya dengan Xabiru.


Setelah melihat dua mobil menjauh dari rumah sewa yang sangat sepi, meninggalkan dirinya juga dua orang yang disuruh menjaga rumah dan Asta, Asta akhirnya masuk ke tempat dimana pengawasan dilakukan.


"Aku, perasaanku sangat tidak nyaman sejak kemarin. Aku merasa akan ada hal buruk yang terjadi. Makanya aku bergegas kemari." Gumam Asta, dengan tatapan kosong, duduk menatap beberapa layar yang menampilkan rekaman.


*


*

__ADS_1


__ADS_2