Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Pujian


__ADS_3

*


*


Asta menatap Xabiru yang sedang beradu kekuatan dengan Clode. Setelah melatih Asta dengan keras, ia juga melatih dirinya sendiri, yakni dengan beradu kekuatan dengan Clode.


Kekuatan keduanya benar-benar terlihat gila di mata Asta, sangat menakjubkan bagi dirinya yang sebelumnya tidak pernah berlatih dan tidak punya keahlian dalam bela diri, juga keahlian lainnya seperti menembak.


Tapi ketika melihat Xabiru dan Clode, ia benaran menjadi merasa kagum. Juga sadar jika dirinya sendiri masih dikatakan lemah. Apalagi dirinya perempuan, ia jadi ragu pada dirinya sendiri, apakah bisa mencapai kekuatan Xabiru dan Clode tersebut atau tidak.


Karena dasarnya, dirinya juga di latih oleh Xabiru. Menyadari kekuatannya saat ini, ia rasa mustahil dirinya bisa mengejar sang suami dalam waktu satu bulan kurang. Apalagi rencana akan dimulai sebentar lagi.


Tapi setidaknya, meski tidak sekuat Xabiru, Asta bisa menjadi lebih pintar, cerdas dan gesit, juga bisa melindungi diri sendiri, tidak menjadi beban Xabiru dan semua orang jika ia ikut melaksanakan rencana kelak.


Setelah satu jam beradu kekuatan, Xabiru dan Clode akhirnya menyelesaikan pertarungan dengan kekalahan Clode. Ya, meski keduanya tampak seimbang di awal, tapi akhirnya Clode masih kalah dengan Xabiru. Membuat Asta bangga dan makin kagum dengan Xabiru.


Padahal Clode adalah pengawal pribadi yang sudah terlatih, tapi ia tidak menyangka jika Xabieu bahkan lebih terlatih daripada Clode. Semua gerakan, serangan, dan kegesitan lebih unggul dari pada Clode setelah beberapa waktu.


Yang paling penting adalah ketahanan Xabiru. Ia bisa tahan lama dari pada Clode. Terlihat dari raut lelah Clode yang setelah di kalahkan langsung tersenyum puas menatap Xabiru dengan tatapan bangga. Seolah merindukan kepuasan dikalahkan lagi.


"Kau hebat!" Ucap Asta seraya mengacungkan jempol pada Xabiru. Tak lupa memberikan air minum yang telah dicampur air ajaib dan handuk untuk mengelap keringat.


Xabiru tersenyum, ia mengambil air minum dan meneguknya, lalu mengambil handuk dan mengelap keringatnya. Setelahnya, mencium kening Asta sekilas.


"Kau juga harus berlatih, agar bisa kuat sepertiku." Ucap Xabiru eraya tersenyum pongah.


"Hm, baru dipuji sedikit, langsung sombong!" Gerutu Asta seraya mendelikkan kedua matanya.


Xabiru tertawa, tangannya juga terukur mengacak rambut Asta. "Hanya bercanda, sayang. Jika kau tidak kuat, maka biar aku saja yang kuat, aku akan melindungi mu apapun yang terjadi." Ucap Xabiru menatap Asta dengan lembut.

__ADS_1


Asta tersenyum, membalas tatapan lembut Xabiru dan menganggukkan kepalanya. "Aku menantikannya, tapi semoga aku selalu bisa melindungi diriku sendiri, agar tidak memberatkanmu." Balas Asta.


"Aku tidak keberatan sama sekali. Tapi untuk hal lain, kau harus kuat juga! Misal, ketika di kamar?" Ucap Xabiru seraya tergelak, kemudian dengan cepat menjauh dari Asta.


Keduanya juga sudah menjauh dari kerumunan anak buah Xabiru, keduanya berlari ke arah kamar dengan Asta yang mengejar Xabiru atas perkataan memalukannya.


Xabiru memang suka sekali membercandai dirinya perihal itu, tidak tahu tempat juga, Asta sudah sangat sering malu. Tapi Xabiru tidak tahu bertobat dan malah semakin menjadi. Alhasil, Asta hanya bisa memberinya pelajaran, memukulinya, atau menghentikan jatahnya.


"Lihat saja! Aku tidak akan memberikannya padamu malam ini!" Pekik Asta yang langsung membuat Xabiru menghentikan langkahnya. Ia langsung berbalik juga mendekati Asta.


"Sayang, pukuli aku oke?" Ucap Xabiru, meminta Asta, ia juga memegangi kedua tangan Asta, dan memukuli dirinya sendiri dengan tangan Asta, membuat Asta terkejut.


Asta tidak tahu mau tertawa atau menangis melihat perilaku Xabiru ini. Benar-benar membuat orang tergelitik. Ia rela memukuli dirinya sendiri daripada dihentikan jatahnya oleh Asta.


"Sudah, apa yang kau lakukan? Kau menyakiti dirimu!" Ucap Asta kesal, seraya menarik kedua tangannya dengan paksa dari cekalan Xabiru.


"Tidak sakit, pukul saja, ya? Jangan yang itu ancamannya. Ayo, ayo, pukul saja." Ucap Xabiru, dengan nada sedikit merengek.


Asta berlari ke arah kamar keduanya di markas. Tapi Xabiru dengan cepat dapat menangkapnya. Kecepatan lari Xabiru lebih hebat, alhasil Asta dengan mudah ditangkapnya.


Selain ditangkap, Asta juga langsung di gendong oleh Xabiru ala bridal style. "KAU MAU APA?!" Teriak Asta was-was. Matanya melebar, menatap Xabiru horor.


"Sssst, kita sudah lama tidak mandi bersama, kan?!" Tanya Xabiru seraya tersenyum penuh arti.


Dan Asta, terperangkap oleh kejahilannya sendiri.


*


Soni dan K1 kembali dengan hasil yang memuaskan. Keduanya langsung pergi ke markas setelah berhasil mendapatkan apa yang diincar. Xabiru yang mengabari dan menyuruhnya langsung ke markas.

__ADS_1


Ketika sampai, keduanya langsung pergi ke ruang khusus, ruang yang biasa di pakai oleh Xabiru dan tim inti kemanan dalam merencanakan strategi.


Xabiru dan Clode sudah menunggu di dalam. Sedangkan Asta sendiri, tertidur di kamar karena kelelahan.


"Bagaimana?" Tanya Xabiru begitu keduanya masuk ke dalam ruangan khusus tersebut.


Soni dan K1 menganggukkan kepalanya bersama. "Berhasil, Xabiru! Mereka juga memberikan kartu nama pada kita. Mereka juga memberi tahuku untuk menghubungi mereka secepatnya." Ucap Soni menjelaskan.


"Bagus! Masalah keuangan segera teratasi." Ucap Xabiru puas. "Apa yang kalian lakukan ketika menegosiasikan herbal tersebut?" Tanya Xabiru.


"Tidak negosiasi, tuan. Kami membuat rencana sendiri. Karena saat itu, tidak memungkinkan kami untuk negosiasi dengannya. Mereka akan curiga pada kita. Jadi aku dan kak Soni membuat ketidak sengajaan yang disengaja untuk menarik perhatian wakil pimpinannya, dan berhasil. Mereka percaya, juga tertarik dengan herbalnya. Mereka juga mengatakan herbal kita berkualitas tinggi." Ucap K1, giliran ia menjelaskan dengan rinci.


"Sangat bagus! Baiklah, untuk negosiasi aku serahkan pada kalian. Hubungi mereka paling lambat besok malam. malam ini, siapkan dulu kontrak kerja samanya." Titah Xabiru pada K1 dan Soni.


Keduanya mengangguk menerima titah. Dan keluar lagi setelah semua urusan selesai. Di dalam tinggal Xabiru dan Clode.


"Ah, aku awalnya tidak begitu yakin ketika mengirim mereka berdua bersama. Tapi setelah penjelasan mereka, kini aku sudah bisa percaya sepenuhnya pada mereka, kan?" Tanya Xabiru, seraya menatap layar laptop miliknya.


Clode di samping, mengangguk singkat. "Kau bisa percaya, tuan muda. Mendengar rencana dadakan yang mereka gunakan, mereka cukup mampu mengatasinya. Apalagi ada K1, ia sebetulnya sangat berpengalaman." Balas Clode.


"Baiklah! Kalau begitu, mari diskusikan rencana lanjutan untuk ke depannya. Jangan sampai ada kesalahan dan hambatan yang tidak perlu. Mari minimalisir resiko yang ada juga. Bantu antu cari referensi, Clode." Ucap Xabiru, seraya memberikan MacBook miliknya yang menganggur. "Juga bantu gambarkan rincian jalan di ibukota." Lanjut Xabiru tidak segan-segan.


Setelah Clode menerima MacBook dan setuju, kemudian keduanya bekerja dalam diam. Sesekali bersuara hanya untuk sekedar bertanya.


*


*


Hai, maaf atas keterlambatan tidak up dua hari berturut². Authornya tumbang alias sakit, sksk. Jadi harap maklum ya.

__ADS_1


Makasih udah dukung aku sampe sejauh ini, dan maaf banget hanya bisa up 1 bab sehari. ❤️


__ADS_2