Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Alasan pengusiran Xabiru


__ADS_3

*


*


Setelah sampai ke kampung dimana Xabiru dan Asta tinggal sebelumnya, Xabiru tidak buru-buru mengunjungi makam ibunya, tapi mengumpulkan semua orang. Terpenting adalah kakeknya dan Asta. Nira sendiri dibiarkan jalan-jalan di sekitar rumah.


Ketiganya kini duduk melingkar saling berhadapan di atas kang. Xabiru sendiri menatap keduanya bergantian, kemudian menghela nafas menenangkan dirinya sebelum ia mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.


Terlalu berat, sampai dirinya menghela nafas sebelum benar-benar berbicara. Tapi Asta mengerti, meski tidak tahu lengkapnya karena ia tidak ikut mendengarkan lebih lanjut kala Xabiru dan Ayahnya mengobrol. Ia hanya tahu garis besarnya, jika Ayahnya terpaksa melakukan hal ini atas dasar kebaikan keduanya, ibu dan anak.


Benar. Ayahnya sengaja merebut hak kepala keluarga untuk dirinya sendiri dan mengusir Xabiru serta ibunya ke kampung hanya untuk melindungi keduanya. Dengan dalih bajingan dan penghianat, ayahnya rela di cap begitu demi keselamatan keduanya.


Xabiru sendiri merasa berat karena ia masih menerima fakta yang baru saja diketahuinya tersebut. Ia terpukul, apalagi ibunya sudah tiada kini. Ayahnya juga dipenjara karena melindunginya. Ia merasa sangat bodoh dan tidak berguna karena tidak mencari tahu semuanya dengan jelas.


Tapi, ayahnya tidak menyalahkannya, karena itu memang keinginannya. Hanya saja, ayahnya juga menyesal atas kepergian ibunya. Ia juga terpukul karena tidak memerhatikan keduanya selama dirinya menjabat sebagai kepala keluarga.


Sekarang, Alexander juga telah hancur. Tapi masalah juga tidak hilang sepenuhnya. Hanya seperdelapan masalah yang selesai, dan sisanya, Ayahnya melimpahkan semuanya pada Xabiru untuk menyelesaikannya.

__ADS_1


"Kakek, sejak kakek ditangkap, paman kedua mengambil alih, tapi paman kedua sakit dan meninggal, lalu paman kedua mewasiatkan posisinya padaku, dan Xabiru mengambil alih posisi kepala keluarga akhirnya. Awalnya berjalan lancar, tapi tidak disangka hanya dalam satu tahun, Ayah mengambil semuanya, menghinatiku bahkan mengusir aku dan ibu ke kampung terpencil ini. Kami menjalani hidup yang sulit, sampai ibupun tidak tahan dan akhirnya meninggalkan aku dan Asta yang saat itu bahkan tidak bisa berjalan." Ucap Xabiru menjelaskan awal mula permasalahan yang terjadi.


Konflik pecah ketika sang kakek pergi, dan dinyatakan meninggal. Paman kedua mengambil alih, karena ia adalah satu-satunya orang yang ada di kediaman kala itu yang sangat mampu memimpin.


Tapi 9 tahun kemudian, pamannya jatuh sakit dan akhirnya meninggal, Xabiru pun mau tidak mau menggantikan pamannya karena saat itu, posisi Ayahnya ada di luar negara. Dan paman memberi wasiat agar Xabiru lah yang mengambil alih.


Meski ada paman pertama dan kakak sepupunya, tapi paman keduanya memberi Xabiru tanggung jawab besar. Dan Xabiru mengambilnya atas dasar wasiat terakhir paman keduanya. Tanpa banyak berpikir, tanpa tahu jika paman pertama yang mendukungnya, diam-diam ternyata merencanakan hal buruk padanya.


Masalah-masalah kecil telah ia selesaikan dan ia membuat keluarga Alexander menjadi semakin baik setiap bulannya. Tapi selang satu tahun, ayahnya kembali. Bukan hanya menghianatinya, tapi juga membawa perempuan di sisinya, lalu mengusir dirinya dan ibunya.


Xabiru menghirup nafas dalam, menatap kakeknya dengan mata berkaca-kaca. "Lalu kemarin Ayah bilang padaku, ia melakukan semuanya untuk kebaikanku dan ibu. Ia menanggung semua masalah besar hanya untuk melindungi kami. Masalah yang dimaksud datang dari keluarga paman pertama. Mereka berniat membunuhku dan ibu, tidak segan juga akan mencelakai Asta yang lumpuh kala itu, yang baru saja masuk sebagai istriku." Ucap Xabiru dengan suara gemetar. Ia kembali menghirup nafas dalam-dalam. "Mereka ingin kekuasaan yang telah dibangun kakek, mereka ingin merebutnya dariku. Lalu, kakek, sebelum membunuh mereka berniat menjatuhkan kami bertiga, berniat memfitnah dan membuat berita buruk tentang kami bertiga. Tapi Ayah mengetahuinya lebih dulu, akhirnya ia mengambil langkah besar dengan mengusir kami. Itu membuat kami aman sementara, tapi sebaliknya, Ayahlah yang ditekan oleh mereka." Lanjut Xabiru menjelaskan. "Dan masalah paman kedua, ternyata paman pertama adalah orang dibalik jatuh sakit dan meninggalnya paman kedua."


Xabiru tidak berpengalaman, dan ia hanya tahu jika paman pertamanya sangat baik padanya, tidak berpikiran buruk sama sekali, jadi ia tidak pernah mencurigainya sama sekali.


"Kakek, beberapa bulan ini, Ayah beberapa kali ditangkap oleh orang suruhan paman pertama dan melakukan percobaan pembunuhan. Punggungnya penuh bekas luka, tangannya penuh bekas suntikan, perutnya bahkan terdapat bekas jahitan. Aku melihatnya kemarin, tapi Ayah masih tersenyum padaku. Dan meminta maaf atas semuanya. Dia sayang pada kami, kakek. Aku, aku, aku merasa ukh---huhuhu." Ucap Xabiru, tidak melanjutkan ucapannya karena sudah tidak sanggup.


Tangisnya pecah, bahkan Asta yang sudah beralih memeluknya ikut menangis tanpa suara, meski dalihnya menenangkan Xabiru, tapi dirinya juga malah ikut menangis.

__ADS_1


Kakeknya bahkan sudah membuang muka dengan wajah memelas, menahan tangis meski air matanya sudah keluar. Ia juga menyalahkan dirinya sendiri yang dengan bodoh terjebak, membuat keturunannya ikut tersiksa. Awal mula masalahnya adalah dirinya juga, bukan?


Jika dirinya tidak terjebak dan dikurung di penjara, semuanya sangat tidak mungkin terjadi di bawah pengawasannya. Lalu anak pertamanya, meski bukan anak kandung dan di adopsi olehnya, ia tidak menyangka jika dirinyalah yang akan menghancurkan keluarga besar ini.


Selama dirinya memimpin, keluarga besar hidup damai meski beberapa kali ada konflik dengan para pesaing. Bahkan dengan negara, meski negara merasa di tekan oleh kekuasaan keluarganya, tapi semuanya hidup berdampingan dengan aman.


Siapa yang akan menyangka ini semua akan terjadi? Bahkan keponakan, yang diangkat menjadi anak malah berani menghianatinya begini? Betapa terpukulnya dirinya.


Keponakan ini, adalah anak pertama sekaligus anak adopsi dari kakek Xabiru yang merupakan keturunan asli keluarga Alexander. Kakeknya yang telah mengadopsi paman pertama Xabiru, tiga tahun kemudian hadir paman kedua yang merupakan anak kandung kakeknya. Lalu ada adik dari paman keduanya yakni Ayah Xabiru.


Paman keduanya tidak punya anak, dan istrinya sakit-sakitan, tidak lama meninggal setelah paman keduanya naik ke posisi kepala keluarga menggantikan kakeknya. Di sisi lain, ada Ayah Xabiru yang telah menikah lebih dulu dan akhirnya ada Xabiru. Tapi kejadian kala pamannya meninggal, Ayahnya sedang mengurus cabang perusahaan di luar negara.


"Kakek, maaf." Ucap Xabiru setelah tenang beberapa menit kemudian. "Aku tidak menyelidikinya dengan jelas kala itu. Tapi kini aku tahu, juga Ayah memberitahuku jika keluarga paman pertama tidak ada di kediaman, mereka telah melarikan diri. Jadi, meski keluarga kita hancur keluarga paman pertama masih ada. Ayah menyuruhku menyelesaikan sisa urusan dengan paman pertama, juga menyuruhku, menyuruh kita lebih berhati-hati ke depannya. Karena paman pertama, tidak akan pernah puas sebelum dia melihat kita semua benar-benar sengsara dan tidak berdaya." Ucap Xabiru lagi dengan mata berkilat penuh emosi, emosi yang tercampur aduk.


"Paman masih belum tahu aku dan kakek masih hidup. Jadi, kakek, topang Xabiru agar Xabiru bisa menyelesaikan semuanya nanti." Ucapnya dengan nada yang langsung berubah, terdengar serius dan penuh kegeraman.


*

__ADS_1


*


__ADS_2