Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Akting bersama K1


__ADS_3

*


*


K1 dan Soni berjalan beriringan memasuki salah satu hotel yang ada di kabupaten. Hotel yang ditinggali oleh Jordan dan wakil pimpinan perusahaan Farmasi. Ya, keduanya hendak menemui pimpinan tersebut untuk menegosiasikan masalah herbal.


Tapi, mengingat sifat dan perilaku Jordan, ia tidak hanya tidak akan meninggalkan wakil pimpinan sendiri, bisa juga ia meninggalkan penyadap di baju wakil pimpinan tersebut.


Dan satu-satunya cara yang terpikirkan K1 dan Soni adalah selain melakukan ketidaksengajaan yang disengaja, maka kesempatan keduanya tidak akan pernah datang kelak.


Alhasil, kini K1 dan Soni, sudah mengawasi Jordan dan wakil pimpinan yang sedang makan dengan satu orang laki-laki paruh baya. Bisa ditebak, ia adalah kolega dari Jordan dan wakil pimpinan tersebut.


Seraya menunggu keduanya selesai makan dan kembali ke kamarnya masing-masing, Soni dan K1 menginterupsi, dengan merencanakan rencana ketidaksengajaan yang disengaja.


Keduanya menunggu di luar pintu restoran, agak jauh dari restoran di hotel tersebut, agar ketika keduanya keluar restoran, kelak K1 dan Soni bisa mengeksekusi rencananya.


Kemudian tak lama, setelah beberapa saat menunggu, sekitar 30 menit. Soni yang ada di seberang kiri jauh dari restoran, dan K1 ada di seberang kanan. Keduanya bersebrangan.


Ketika Kedua orang yang ditunggu keluar restoran, K1 yang berada di belakang keduanya mengode Soni ketika kedua orang tersebut tidak fokus pada Soni. Membuat Soni yang menerima kode tersebut, langsung menjalankan aksinya.


Soni berlari dengan tergesa, sedangkan K1 yang ada di belakang Jordan dan wakil pimpinan juga berjalan agak cepat agar ia bisa lebih dekat jaraknya dengan Jordan dan wakil pimpinan tersebut.

__ADS_1


Sampai keduanya bertemu, Soni menabrak K1 dengan keras, membuat keranjang yang dibawanya berserakan, keranjang berisi 5 kotak yang ada herbalnya. 4 kotak sangat amat aman karena ditutup dengan baik. Sedangkan satu kotak dengan sengaja dibuka agar Astaragalus yang di plastiki sebelumnya, bisa keluar dan terbang, jatuh ke lantai.


Tubrukan yang terjadi antara K1 dan Soni berada tepat di belakang Jordan dan wakil pimpinan. Keduanya menimbulkan suara yang keras, apalagi jatuhnya keempat kotak dan keranjang ke lantai. Membuat perhatian semua orang teralihkan. Termasuk Jordan dan wakil pimpinan yang berada tepat di depan tabrakan tersebut.


"Tuan ini, punya mata tidak?!" Sentak K1 dengan mata tajam, "Ini koridor umum, tidakkah kau tahu tatakrama? Di larang berlari disini!" Lanjut K1 dengan emosi yang bagus. Ia terlihat benar-benar marah saat ini.


Di bawah, Soni yang bersimpuh, menatap K1 yang menatapnya dengan tajam. Ia membuat raut takut, dan bersalah. Tubuhnya juga dibuat gemetar. "M-maaf tuan, aku tidak sengaja melanggar aturan. Aku sedang buru-buru." Ucap Soni dengan kedua tangan yang ditangkupkan.


"Meski buru-buru, bukan berarti kau bisa berlari sesuka hati kan?! Kenapa tidak berangkat lebih awal agar tidak mencelakai orang lain?!" Teriak K1 naik pitam.


"B-bauk, tuan. Lain kali akan aku perhatikan. Mohon maafkan aku, aku harus segera pergi sekarang. Aku harus segera menjual herbal pada orang, orang yang mau membeli akan segera pergi ke bandara, jadi aku tidak ada pilihan lain selain berlarian. Mohon maafkan aku kali ini, tuan." Ucap Soni dengan raut bersalah, cemas, dan badan juga nada suara yang gemetar.


"Memangnya aku peduli dengan urusanmu?! Memangnya kau saja yang punya urusan?! Aku dan semua orang disini masing-masing juga punya urusan! Jangan so, menyedihkan di depanku!" Pekik K1 sinis.


"Lain kali hati-hati! Hmph!" Desis K1 langsung pergi meninggalkan Soni dan Jordan ketika Jordan maju membela Soni. Aura Jordan bukan main membuat tertekan, jadi untuk ukuran orang biasa, akan membuat orang-orang ini langsung pergi tidak akan mau berurusan dengannya.


Melihat K1 pergi, Soni langsung setengah berdiri dan membungkuk dalam-dalam mengucapkan terimakasih juga meminta maaf karena sudah mengganggu perjalanan tersebut.


Jordan langsung memegang bahu Soni dan membantunya berdiri, sedangkan wakil pimpinan membantu memungut Astragalus dan barang-barang Soni yang lain, dengan perasaan antusias.


Setelah selesai mengumpulkan dan melihat Astragalus, wakil pimpinan langsung mendekati Soni dan menyodorkan keranjang yang dipegangnya, membuat Soni kembali berterimakasih.

__ADS_1


"Tuan, aku lihat herbalmu kualitasnya sangat baik. Apakah kau menanamnya sendiri? Lalu, tadi aku dengar kau mau menjualnya, bisa jual saja padaku, tidak?" Tanya wakil pimpinan. "Ah, yang di 4 kotak itu juga, maaf lancang tadi aku melihatnya satu persatu jadi tahu isinya juga herbal jenis lain yang sulit ditanam, hanya bisa dibudidayakan secara khusus." Lanjut wakil pimpinan.


Jordan diam-diam juga terkejut mendengar pernyataan wakil pimpinan tersebut, membuat Jordan meminta izin untuk melihat herbal yang ada dalam kotak.


"Aku menanamnya sendiri, dan maaf aku hanya bisa menolak permintaanmu kali ini. Orang yang mau membeli herbal sudah menunggu di bandara, tuan." Ucap Soni berpura-pura. "Ah, tapi jika kau mau, aku bisa mengirimkan herbalnya lusa, karena aku masih ada urusan disini sekarang dan besok. Herbal di tanam di rumahku." Balas Soni lagi.


"Benarkah?! Itu bagus! Maka aku akan berikan kontakku, kau hubungi aku nanti. Jika herbalnya memenuhi syarat dan kuantitasnya banyak, aku bisa membelinya dalam jumlah besar!" Seru wakil pimpinan dengan senyum lebar.


"Baiklah, tuan. Aku harus pergi dulu sekarang. Sekali lagi terimakasih, dan maafkan aku untuk penolakan sebelumnya. Sampai jumpa tuan." Ucap Soni, kembali undur diri dengan terburu-buru. Karena alasan awal memang sedang dikejar waktu.


Sepeninggal Soni, Jordan dan wakil pimpinan saling bertatapan. "Bagaimana? Kualitasnya bagus kan? Sejak 8 tahun yang lalu, aku baru melihat herbal dengan kualitas tinggi lagi. Jika kita bisa bekerja sama ke depannya, bukankah pembuatan obat tidak akan tertunda lagi? Ah khasiat obat juga akan semakin tinggi, kan?" Ucap wakil pimpinan dengan semangat.


"Kau benar, kualitasnya sangat baik. Selain itu, aura herbal nya juga kuat, apa kau merasakannya?" Tanya Jordan. "Aku setuju, akan lebih bagus jika dia mau menghubungi kita dan bekerja sama dengan kita kelak. Kita juga bisa bertanya tentang pembudidayaannya bagaimana nanti kan?" Lanjut Jordan.


Keduanya terus mengobrol seraya melanjutkan langkah kaki. Meninggalkan tempat kejadian, dimana Soni sudah keluar dari lobi hotel, dan menunggu di parkiran, di dalam mobil.


Berikutnya, K1 masuk ke dalam mobil dan langsung melakukan high five dengan Soni.


"Kau keren! Aktingmu bisa masuk kategori akting terbaik! Haha!" Ucap Soni pada K1.


*

__ADS_1


*


__ADS_2