
*
*
K1 menyeringai di balik penutup wajah setelahnya, ia mengisi peluru baru, kemudian kembali menembaki penjaga yang mendekatinya sebanyak yang ia bisa seraya berjalan mundur, agar ketika ia melarikan diri dan dikejar, para penjaga yang tersisa tidak akan terlalu banyak.
Xabiru mengangguk puas ketika K1 berhasil membunuh sekitar 18 orang penjaga, dan melarikan diri dengan dikejar oleh sekitar 10 orang penjaga. Menyisakan 12 penjaga yang siap siaga dengan mata yang lebih tajam menyusuri tempat. Kewaspadaan 12 penjaga yang tersisa meningkat tajam. Tapi bagi Xabiru, bukan masalah besar. Ia bahkan menyeringai menatap tajam ke 12 penjaga sebelum akhirnya keluar dari tempat persembunyian dan langsung membunuh satu persatu penjaga yang tersisa.
Satu penjaga yang melihat keadaan krisis, ia dengan cepat menekan tombol merah yang ada di dekatnya. Seketika, suara kencang peringatan penyusup pun menggema keras.
Xabiru menembak mati orang yang menekan tombol peringatan. Sebelum akhirnya masuk ke balik dinding yang menghubungkan lobby dengan ruang bawah tanah.
Sebelum para penjaga yang lainnya datang, Xabiru harus dengan cepat menemukan Clode.
Mendengar alarm berbunyi, guru bela diri yang sedang bersantai, akhirnya menjadi waspada. Dengan cepat ia memerintah semua penjaga yang tersisa agar membereskan para penyusup yang datang. Sedangkan dirinya, diikuti 5 orang penjaga, masuk ke dalam lift dan turun ke ruang bawah tanah untuk melihat situasi.
"Bergerak cepat! Jangan biarkan tahanan lolos satu pun! Sekarang!"
Penyusup datang bukan hanya satu dua kali. Tapi sudah setahun sejak kedatangan penyusup baru, maka dari itu guru bela diri ini sedikit bersantai selama satu tahun ini.
Para penyusup yang datang juga tidak akan membuat anak buahnya membunyikan alarm, para penyusup biasanya langsung di bereskan dan tidak perlu dirinya untuk turun tangan.
Tapi kali ini, berbeda. Firasatnya dengan keras menyuruhnya untuk mengecek ruang bawah tanah. Guru bela diri berumur sekitar 45 tahunan. Satu umur dengan Clode yang menjaga Xabiru dari ia kecil. Dengan raut tajam juga cemas karena ia sedikit khawatir tentang kedatangan penyusup kali ini.
Anak buahnya sampai membunyikan Alarm. Itu artinya keadaan sudah pasti gawat.
__ADS_1
Disisi lain, karena alarm berbunyi, K1 yang awalnya dikejar oleh 10 penjaga, kini dikejar oleh sekitar 20 penjaga. 10 penjaga tergabung dan membantu 1p penjaga sebelumnya yang mengejar K1.
Tidak berbeda dengan K1, situasi K2 dan K3 juga sama. Keduanya dikejar dua kali lipat dari penjaga yang sebelumnya mengejar.
"Mayday! Bala bantuan telah datang! Bertahan dan tetap siaga di posisi!"
Mendengar kabar dari earpeace yang dipakai, K1, K2, dan K2 yang berlari di 3 arah berbeda, langsung menghela nafas lega. Tapi ke tiganya tidak lengah, karena ke 3 nya benar-benar kalah jumlah saat ini. Ke 3 nya hanya bisa terus berlari, dan sesekali menembak ke belakang. Ada kalanya ke 3 nya bersembunyi di balik dinding untuk menghindari peluru yang ditembakkan penjaga yang mengejarnya.
"K1, K2, K3, Pancing orang yang mengejar keluar. Lalu kirim 10 orang ke lobby dan turun ke ruang bawah tanah!"
Perintah Xabiru terdengar di earpiece masing-masing keamanan yang ada di bawah komando Xabiru.
Sedangkan Xabiru sendiri, kini sudah masuk ke ruang bawah tanah yang gelap gulita. Xabiru mencari saklar hingga akhirnya lampu menyala. Setelah mihat seluruh keadaan, Xabiru mengutuk keluarganya dalam hati.
Penjara terlihat memanjang dari empat arah lorong. Ia jadi sedikit kesulitan ketika ingin menemukan Clode. Tapi Xabiru dengan mudah menebak, Clode akan menjadi prioritas utama penjara. Jadi posisinya, ia kira-kira menebak jika Clode ada di penjara paling ujung dan gelap.
Ketika melewati satu lorong, Xabiru akan menjadi pusat perhatian dari setiap tahanan yang ada di sana. Beberapa tahanan mengira Xabiru ada pekerja Alexander dan berani mengumpatnya dengan terang-terangan, bahkan meludah.
Tapi ketika ia menyusuri lorong 3, ada satu orang tua yang di dalam penjara. Auranya bukan main sangat berbeda dengan orang lainnya. Ia ada di lorong ujung penjara dengan keadaan penjara gelap gulita. Seolah tahu jika Xabiru bukan bagian dari penjaga, ia menghentikan Xabiru dengan ucapannya.
"Nak, siapa yang kau cari?" Tanya orang tua tersebut, membuat Xabiru menghentikan langkah kakinya dan menatap ke pojok di kegelapan.
"Siapa kau sehingga aku harus memberitahumu?!" Desis Xabiru sinis. Setelah mengatakan hal tersebut, ia hendak kembali melanjutkan langkahnya tapi lagi-lagi ia berhenti.
"Sangat bagus jika kau berprinsip. Tapi kau sendirian saat ini, tidakkah kau dengar alarm tadi? Bukankah akan lebih bagus jika kau mengeluarkanku dan kita bekerja sama keluar dari sini?" Ucap suara tua itu lagi.
__ADS_1
"Atas dasar apa aku harus mengeluarkanmu yang orang asing ini?" Tanya Xabiru dingin.
"Ah wajahmu itu, apa kau Xabiru? Kau mencari Clode?" Tanyanya.
Xabiru tertegun sejenak, sebelum akhirnya kembali bertanya. "Kau tahu dimana Clode? Beritahu aku!". Ucapnya.
"Mundur, nak, sembunyilah di ujung yang gelap." Titah orang tua tersebut, membuat Xabiru tanpa sadar mematuhi ucapannya yang memerintah. Seolah Xabiru pernah diposisi tersebut sebelumnya.
Xabiru sendiri terkejut karena badannya bergerak sendiri, tapi setelah ia ada di kegelapan, guru bela diri datang dengan cepat. Membuat Xabiru melirik orang tua yang masih belum menunjukkan dirinya tersebut.
"Sial! Dimana tikus ini bersembunyi?!" Suara geram guru beladiri keluar, sebelum akhirnya ia kembali pergi dan meninggalkan lorong tiga.
Xabiru keluar dari tempat persembunyiannya, dan kembali ke depan penjara yang diisi orang tua yang menyelamatkannya.
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa membantuku?!" Tanya Xabiru.
Orang tua yang ada di dalam penjara akhirnya keluar dan menunjukkan eksistensinya. Ia maju dan berjalan ke arah cahaya menyorot membuat wajah tuanya teihat jelas.
Xabiru melebarkan matanya, menatap orang tua di depannya, rambutnya memutih dan wajah tuanya terlihat kuyu. Dengan emosional ia berkata."Kakek, Kenapa kau ada disini?!" Tanyanya dengan keterkejutan.
Xabiru dengan cepat mendekat ke jeruji penjara. Menatap kakek yang dikabarkan meninggal dan jatuh dari helikopter ternyata ada di depannya, didalam penjara selama bertahun-tahun.
Kakeknya adalah satu-satunya tetua Alexander yang mendukungnya penuh dengan kasih sayang. Sejak umur 10 tahun, Xabiru telah ditekan oleh tetua lainnya dan kakeknya lah yang selalu membela Xabiru kapanpun dan dimanapun.
Tapi Kakeknya kemudian mendapat tugas yang mengharuskannya pergi luar negeri dengan cepat karena keadaan mendesak ketika Xabiru masih berumur 12 tahun. Tapi Xabiru malah mendapat kabar kematian kakeknya. Sampai saat ini, ia tidak pernah tahu jika ternyata kakeknya malah terkurung di penjara ini.
__ADS_1
*
*