Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Berjanjilah


__ADS_3

*


*


Ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan, kembali ke penginapan yang disewa Xabiru sebelumnya. Tapi begitu sampai, Xabiru masih belum kembali, membuat Asta menghela nafas lega setelahnya.


Setidaknya, Xabiru tidak akan berpikir macam-macam tentang kepergiannya. Malam nanti, ia akan mengatakan semua yang ia lakukan pada Xabiru hari ini.


Asta juga sudah mewanti-wanti K1 dan K2 tentang pemberitahuan pada Xabiru sejak awal. Asta negosiasi dengan keduanya, karena Asta sendiri yang akan mengatakan kebenarannya sendiri ketika Xabiru pulang nanti.


Seraya menunggu Xabiru kembali, Asta langsung membersihkan dirinya dan menyimpan baju yang di pakainya di atas meja. Tidak disembunyikan, lagipula ia juga tidak akan menyembunyikan kejadian hari ini pada Xabiru. Tapi mungkin, untuk masa lalu, Asta masih butuh waktu.


Setelah selesai mandi, Asta menyuruh K2 membelikannya makanan untuk makan siang, berikut dengan makan siang K1 dan K2. Untuk Xabiru, Asta juga membelikannya, hanya saja tidak tahu nanti Xabiru pulang pukul berapa.


Setelah menyuruh, Asta kembali ke kamar dan merebahkan dirinya. Membuka ponsel dan melihat trending topic hari ini di sosial medianya.


Asta tersenyum, kala melihat berita keluarga Baskoro menyebar dengan cepat. Tidak butuh tenaga banyak ternyata untuk membalas kejahatan mereka. Juga, usaha kecil Asta bisa menghancurkan keluarga Baskoro seketika.


Meski dirinya yakin, keluarga Baskoro akan dengan cepat menangani masalah tersebut, tapi hiburan dalam beberapa hari ini, dapat membuatnya sedikit senang.


"Ah sayangnya aku lupa, kenapa tidak memanggil polisi sekalian saja tadi?", Gumamnya bertanya pada dirinya sendiri. "Haduu aku juga lupa, keluarga Baskoro sekarang lumayan berkuasa, jadi polisi tentu tidak akan berpengaruh pada mereka." Lanjutnya dengan nada sinis.


Dulu saja ketika dirinya masih memimpin perusahaan Unind, ketika Sintia berbuat masalah, Sintia masih bisa bebas dengan aman tanpa masalah apapun, apalagi sekarang kekuasaannya sudah lebih tinggi kan?


Berita populer hari ini, meski menghebohkan dunia Maya dan orang yang datang ke pernikahan, akan dengan mudah diredam oleh mereka. Membuat Asta berpikir keras, apa yang bisa membuat mereka ditangkap atas kasus pembunuhan ini?


Selain uang, harus ada kekuasaan. Dan Asta, masih kekurangan satu hal tersebut. Apalagi kini ia dan Xabiru sedang berada di bawah, berjuang bersama untuk kembali ke atas, merebut hak milik kembali.

__ADS_1


Asta menghela nafas panjang. Memikirkan keluarga Baskoro tidak ada habisnya. Ia lelah sendiri jadinya, padahal sedari tadi ia hanya merebahkan diri di kasur empuk di penginapan.


Tok! Tok!


"Nona, makan siangmu sudah datang." Ucap K1 dari luar kamar penginapan Asta.


Asta mendadak bersemangat. Dengan cepat ia memakai sandal rumahan, kemudian membuka pintu dan menuju ke meja yang ada di penginapan tersebut.


K1 sudah menghilang, tapi di atas meja, hidangannya sudah lengkap dan sudah di tata. Pesanannya juga sudah di pindahkan ke dalam mangkuk dan piring. Jadi, Asta langsung melahapnya.


Apa Asta sarapan tadi? Ia lupa, tapi ia merasa sangat lapar saat ini. Apalagi setelah melakukan hal tegang di hotel Baskoro sebelumnya. Meski hanya menyetel video, tapi lari dan naik ke jendela juga melelahkan bagi dirinya yang baru pertama kali melakukannya. Bukan melelahkan fisik, tapi hati dan pikirannya.


Untuk fisik, selama beberapa bulan belaiang dirinya sudah berlatih keras, bahkan perutnya kini sudah membentuk. Otak lengannya juga mulai terlihat meski tidak kekar seperti Xabiru. Tapi untuk ukuran wanita itu sudah sangat bagus. Jadi, hanya kejadian begitu saja, Asta masih bisa menahannya. Lagipula, selama ini, Xabiru sendiri yang melatihnya dengan keras. Alhasil, tidak sia-sia latihannya tersebut.


2 jam berlalu setelah Asta makan siang, ia kembali ke kamar setelah mengirim pesan pada Xabiru. Dan tertidur, pada pukul 2 siang.


"Kapan kau pulang?" Tanya Asta dengan mata masih setengah terpejam.


"Pukul 3 tadi." Balas Xabiru seraya tersenyum, tanganhya mengeratkan pelukan Asta yang kini sudah berbalik menghadap dada bidangnya.


"Jam berapa sekarang?" Tanya Asta mengernyitkan keningnya.


"4 sore. Kau lelap sekali tadi. Jadi aku juga ikut tidur. Terlihat lelah, seharian di rumah bukan?" Tanya Xabiru lembut.


"Asta menggelengkan kepalanya pelan, aku keluar tadi bersama K1 dan K2. Mereka belum melaporkan apa-apa padamu, memangnya?" Tanya Asta, kini kedua matanya sudah sepenuhnya terbuka.


Asta tersenyum menatap Xabiru, dan tiba-tiba mengecup bibir Xabiru sekilas.

__ADS_1


"Nakal!" Ucap Xabiru tersenyum. Menyentil dahi Asta pelan. Sedangkan Asta terlihat memamerkan senyumnya yang lebar pada Xabiru. "Baiklah, biar kau saja yang melaporkan kegiatanmu hari ini, tidak apa kan?" Tanya Xabiru berlanjut.


Asta menganggukkan kepalanya. Kemudian ia menceritakan kegiatan ketika ia keluar dari rumah dan pergi ke pernikahan keluarga Baskoro, tak lupa ia juga menceritakan detail ketika ia menghancurkan pernikahan yang seharusnya bahagia tersebut.


Xabiru mendengarkan dengan seksama. Meski banyak sekali pertanyaan dan bingung, ia tidak memotong ucapan Asta sebelum ia berhenti bercerita. Menunggu Asta selesai, baru semua pertanyaan darinya keluar.


"Kenapa kau datang kesana? Apa tujuanmu?" Tanya Xabiru. Pertanyaan pertama dan kedua langsung keluar darinya.


"Balas dendam." Balas Asta menatap mata Xabiru yang terlihat bingung dan penasaran. "Aku ada satu rahasia besar, tapi apa boleh aku tidak menceritakannya dahulu? Aku... belum siap." Lanjut Asta, sebelum Xabiru bertanya lebih lanjut padanya.


Xabiru yang sudah membuka mulut untuk bertanya lagi, langsung merapatkan kembali mulutnya, mengurungkan niatnya yang ingin bertanya. Meski ia penasaran sekali, tapi mendengar permintaan Asta dengan nada lembut dan tatapan sendu, Xabiru lebih memilih menghargai permintaannya. "Baik, aku akan menunggumu siap bercerita. Tapi aku minta tolong satu hal padamu, boleh?" Tanya Xabiru.


Asta menganggukkan kepalanya, "Apa itu?" Tanyanya.


"Jangan bertindak sendiri lagi, kau punya aku. Meski ditemani K1 dan K2, tapi tolong kabari aku, mengerti?" Ucap Xabiru dengan nada tegas.


Asta tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya, setuju.


"Mulai dari sekarang, selalu kabari aku apapun yang terjadi, hal kecil atau hal besar, selalu kabari dan beritahu aku. Apapun yang berhubungan denganmu, semuanya hal penting." Ucap Xabiru, seraya mengusap pipi Asta. "Aku tidak mau, ketika sesuatu terjadi padaku, aku malah menjadi orang yang paling tidak tahu apa-apa. Jadi, berjanjilah padaku." Lanjut Xabiru.


Asta kembali menganggukkan kepalanya. "Aku janji, maaf tidak memberimu kabar sebelumnya, aku salah. Mulai sekarang, kedepannya aku akan menepati janji." Ucap Asta tersenyum. "Juga, terimakasih karena sudah mau percaya padaku." Lanjut Asta, kemudian ia kembali mencium Xabiru.


Tidak hanya menempel, kali ini, Xabiru juga membalas ciuman tersebut. Dan keduanya hanyut dalam dunianya.


*


*

__ADS_1


__ADS_2