Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru

Istri Ajaib Tuan Muda Xabiru
Mari Hadapi Bersama


__ADS_3

*


*


Begitu sampai, Asta dan Xabiru disambut oleh Keluarga Soni, Kakek, dan Nira yang pagi buta sudah sengaja bangun untuk menyambut keduanya. Terlebih kakeknya dan Nira, Kakek memeluk memeluk Xabiru ala kadarnya, dan Nira memeluk Asta erat, menumpahkan kerinduannya pada kakak sepupunya tersebut.


Asta dan Xabiru memasuki kamar, sementara yang lainnya, karena sudah pukul setengah 5 pagi, langsung melakukan kegiatan masing-masing. Soni dan anaknya langsung pergi ke halaman belakang, menyiram tanaman setiap pagi dan Sore. Dibantu kakek Xabiru yang satu bulan ini selalu ikut menyiram karena tidak ada pekerjaan. Sedangkan Nira, selain mencuci dan membereskan rumah dengan Hana, juga mulai ikut memasak. Perlahan, belajar sampai satu bulan ini, Hana sudah dikatakan bisa memasak sendiri menu-menu sederhana.


Pukul setengah 6, Nira membersihkan diri, Sarapan, lalu berangkat ke sekolah bersama Dean, yang saat ini sudah difasilitasi kendaraan beroda dua oleh Asta dan Xabiru. Untuk bekal, Nira dan Dean diberi uang saku lewat ponsel, di TF dan notif TF an uang akan masuk seketika. Nira pure uang jajan, sedangkan Dean uang gaji dari bekerja bersama Xabiru.


Sedangkan orang di rumah, Sarapan pada pukul 8 pagi. Semuanya bersama-sama, kecuali keamanan dan Clode, karena sudah kembali ke markas setelah pukul setengah 5 tadi Xabiru memasuki kamar dengan Asta.


Di markas sendiri, pelatihan dimulai kapan saja. Tapi pelatihan resmi di mulai pukul 7 pagi sampai pukul 10 malam. Sisanya adalah waktu bebas, dalam artian semua orang bisa beristirahat, bisa keluar, dan memperkuat basis latihannya sendiri. Juga ada beberapa tugas harian yang dimaksudkan pada kelompok, agar ketika turun semua orang akan lebih matang dan berpengalaman.


Jam latihan beberapa jam adalah karena Xabiru sedang mengejar target kemahiran anak buahnya. Dalam waktu dekat harus bisa melindungi dan melawan nantinya. Jadi, pelatihan selama 15 jam tersebut disertai istirahat 3 kali. Selama Senin sampai Sabtu. Hari Minggu adalah hari bebas untuk semua orang di markas.


Tapi hari ini pengecualian. Semua keamanan pagi-pagi dibebaskan untuk jalan-jalan. Awalnya, hanya Clode dan K1 saja. Tapi atas request an Clode, akhirnya semua orang diberi waktu istirahat sampai siang hari. Semuanya menyebar, ada yang pure jalan-jalan, ada yang menemui keluarga, ada juga yang tidak kemana-mana yakni hanya di markas, baik latihan ataupun bermalas-malasan.


Tapi Clode, mengajak K1, K2, dan K3, menuju pusat perbelanjaan. Clode memerintah ketiganya agar membeli kaos baru untuk semua orang di markas. Juga beberapa stelan untuk melakukan tugas nantinya. Stelan hitam putih adalah andalan para keamanan. Selain baju, Clode juga menyuruh ketiganya agar semua orang dapat sepatu dan jam tangan juga. Earpiece baru juga tidak ketinggalan.


Clode tidak bilang apapun soal belanja, tapi begitu tagihan datang ke notif ponsel Xabiru, Xabiru tentu saja terkejut dan mengelus dadanya dengan sabar. Lagipula ia memang sudah mengatakan jika ia yang akan menanggung biaya perjalanan. Alhasil hanya bisa menghela nafas ketika saldo rekeningnya berkurang sekitar 1.7M dalam setengah hari.

__ADS_1


Setelah belanja banyak dan meminta di pick up langsung ke depan markas, keempatnya kemudian berbelok ke tempat makan, membeli makan dan bersantai di sekitar danau yang ada di taman kabupaten. Bersantai di alam terbuka, mencoba berbaur dengan orang-orang biasa dengan pakaian biasa.


Clode terlebih, sudah lama tidak menghirup udara sesejuk di taman. Ia menjadi emosional, karena Xabiru masih mengingat dan bahkan menyelamatkannya dari tempat gelap yang untuk bernafas saja terasa pengap.


"K1, arah jam 11, musuh tuan muda. Lebih tepatnya, teman yang menjadi musuh." Ucap Clode ketika ia sedang melihat ke sekeliling tapi matanya malah menangkap satu sosok teman Xabiru yang berubah menjadi musuh. Yakni orang yang ditemui Asta tempo hari ketika ia mengantar Nira pemeriksaan ke rumah sakit, Jordan.


"Berbahaya?" Tanya K1 dengan nada santai. Semuanya berperawakan santai, karena memang sedang bersantai dan tidak ingin ada kecurigaan juga pada keempatnya.


"Lumayan. Dia ada di level 3. Level dua adalah Ayah tuan muda, dan level 1 keluarga besar Alexander. " Ucap Clode. "Uhuk!" Clode terbatuk ketika Jordan menatapnya, untung saja ia dan K1 pakai masker. Sedangkan 2 lainnya tidak. Alhasil, Jordan tidak akan tahu wajahnya meski mungkin aslinya ia akan sedikit familiar dengannya.


Clode dengan santai menunjuk dua orang wanita berbadan kecil yang terlihat imut. Membuat K1 mengalihkan perhatiannya pada apa yang ditunjuknya. Ini dilakukannya agar Jordan tidak terus menatapnya. Ia juga melakukannya dengan sangat santai.


"Sialan. Bukan itu! Aku hanya mengalihkan perhatian agar dia tidak menatap kita terus. Tolong kerjasamanya." Desis Clode kesal.


K1 terkekeh kecil. Ia kira Clode suka anak muda. Kedua wanita yang ditunjuknya memang seperti loli. Tapi dilihat dari bajunya, keduanya memakai almamater universitas. Wajah dan badannya yang tidak memperlihatkan ketuaannya.


"Dia ada di kabupaten, pulang nanti cari informasi apa yang sedang dilakukannya disini." Titah Clode pada K1, setelah mendelik sinis sebelumnya.


"Noted. Akan aku berikan pada Dean nanti. Aku masih harus melatih yang lain pulang nanti." Jawab K1 yang langsung diangguki oleh Clode.


Diam-diam, Clode mengangkat ponsel dan memotret Jordan yang sudah teralih oleh orang yang ada di sebelahnya. Ia dikelilingi oleh 5 orang lain. Entah apa yang dilakukannya di taman sini. Aneh dan mencurigakan.

__ADS_1


Setelah dapat fotonya, Clode kemudian mengirimkannya pada Xabiru. Membuat Xabiru yang ada di rumah, yang kebetulan sedang memainkan ponsel karena sedang bertukar pesan dengan Teren, langsung membuka pesan dari Clode.


Matanya langsung membulat. Xabiru lalu menanyakan apa yang dilakukan Jordan di taman sana, tapi jawaban Clode adalah masih dalam tahap pencarian.


Xabiru menggertakkan giginya dengan mata menajam. Ekspresi tersebut tidak luput dari pandangan Asta sendiri yang ada di depannya.


"Ada apa?" Tanya Asta khawatir.


"Yang kau lihat waktu di rumah sakit tempo hari, benaran Jordan. Clode baru saja mengabari ia melihatnya di taman." Ucap Xabiru. "Sepertinya kita sudah tidak bisa menunda waktu lagi. Musuhku mulai berdatangan." Lanjut Xabiru menghela nafas. Ia kemudian memeluk Asta dan menundukkan kepalanya di bahu Asta.


Asta menepuk punggung Xabiru beberapa kali, "Ayo bersiap bersama. Aku akan mendampingimu, selalu. Tapi kira-kira kapan paling lambat mereka sadar kita bergerak lebih dulu?" Tanya Asta.


"4 bulan? Mungkin, tapi sebelum itu, kita harus lebih dulu bergerak. Minimal dalam 2 bulan kita sudah punya rencana matang, kembali memasuki ibukota." Ucap Xabiru. serius. Pelukannya terlepas dan menatap Asta dengan tegas.


Asta menganggukkan kepalanya. "Ya, mari tingkatkan pelatihan. Aku akan membuat anak-anak di markas meminum air ajaib tanpa di campur agar stamina dan kesehatannya terjaga." Balas Asta.


"Baik, mari hadapi bersama." Balas Xabiru, seraya tersenyum.


*


*

__ADS_1


__ADS_2