
*
*
Setelah berbicara tentang banyak hal dengan Asta perihal pembudidayaan hewan air, Xabiru pun pergi ke pasar untuk membeli beberapa benih ikan baru yang bisa dijual nanti di toserbanya.
Ada ikan mas, yang paling banyak dibelinya karena nanti akan dijual ikan hidup-hidup agar para pembeli merasa tertarik juga puas begitu melihatnya di toserba.
Setelah membeli banyak benih ikan, dan beberapa tambahan benih buah juga sayur baru, Xabiru pun kembali bersama Soni yang telah menghabiskan dagangannya dalam 2 jam saja.
Soni bahkan menunggui Xabiru yang membeli benih di toko, agar Xabiru bisa pulang dengannya naik kereta, sebab Xabiru, berjalan kaki ke pasar. Kereta tidak ada, dan sepeda yang biasa ia pinjam juga sedang dipakai. Alhasil Xabiru hanya bisa berjalan kaki untuk pergi.
Dalam perjalanan, Soni dengan antusias menceritakan semua penjualan dan banyaknya pelanggan yang menyerbu lapak miliknya.
Modal awal yang awalnya 800 ribu, kini sudah kembali dua kali lipat lebih ditangannya. Dan kini, Soni berniat kembali dengan Xabiru karena ingin kembali membeli buah dan sayur yang ada di rumah Xabiru. Soni akan kembali berjualan karena hari masih terbilang pagi. Masih pukul 9 nan.
"Kau tahu? Aku gemetar saking semangatnya! Pelanggan di lapakku benar-benar seperti para pelangganmu waktu itu!" Pekik Soni tak ada habisnya menceritakan keseruan berdagangnya. "Sekarang, aku mau membeli buah dan sayur yang baru. Aku mau kembali berjualan, hari masih pagi. Tapi aku akan membawa lebih banyak kali ini. Jadi, jika uangnya kurang, aku akan menghitungnya sebagai hutang dulu. Sepulang berjualan nanti, aku akan kembali ke rumahmu dan langsung membayarmu. Bagaimana? Apa boleh?" Lanjut Soni bertanya.
"Tentu saja boleh!" Balas Xabiru sama semangatnya.
"Oh ya, ikan-ikan ini, kau simpan dimana? Aku tidak melihat ada kolam ikan di rumahmu?" Tanya Soni, beralih. Setelah ia saling setuju tentang pembelian buah dan sayur yang baru.
__ADS_1
"Ah? Oh ini, nanti ada orang yang menjemput ke rumah. Untuk dibawa ke kabupaten. Ke rumah baruku. Besok siang mungkin aku sudah pindah." Ucap Xabiru seraya tersenyum, beralibi dengan sangat baik. "Oh ya, besok pagi aku akan memanen semua tanamanku di halaman belakang, kau datanglah untuk menstok daganganmu beberapa hari. Setelahnya, nanti kita bisa membicarakan kerja sama lanjutan terkait stok yang kau ambil dariku." Lanjut Xabiru. Ia tidak sabar ingin segera besok. Ingin cepat-cepat merenovasi dan membuka toserba.
"Baik! Maka aku akan dengan senang hati membantumu memanen semua tanaman!" Sahut Soni dengan semangat yang tak kunjung padam.
Begitu keduanya sampai, Soni langsung diarahkan Xabiru ke gudang yang sebelumnya. Untung Asta tidak mengambil kembali isian di dalamnya, jadi Soni bisa langsung membawanya dan mengangkatnya ke dalam kereta. Sebanyak 50 kotak kayu yang Soni bawa. Dan ia yakin, sangat yakin sekali jika jualannya akan habis hari ini juga.
Sebab, tadi masih ada banyak orang yang tidak kebagian, mereka Soni suruh menunggu juga, jadi mungkin begitu Soni datang nanti, jualannya akan langsung laku terjual dan menyisakan kotak kayu beberapa saja.
Setelah membayar sebanyak 2 juta, Soni kemudian berpamitan dan langsung pergi dengan kereta kudanya. Untuk pembayaran, Soni akan melakukan sisanya nanti. Baik Asta maupun Xabiru tidak keberatan sama sekali. Jadi, membiarkan dan memperbolehkan Soni mengambil 50 kotak kayu yang ada di ruangan dekat dapur.
Sepeninggal Soni. Asta kemudian mengajak Xabiru masuk ke dalam. Tak lupa semua benih yang dibelinya juga di bawa masuk.
Xabiru tidak langsung menyuruh Asta menuangkan benih ikan ke dalam danau. Tapi, Xabiru ingin membuat kolam kecil baru saja untuk ikan-ikan ini. Didanau ada ikan Channa yang bisa memakan ikan-ikan kecil ini. Jadi, Lebih baik membuat kolam kecil yang baru saja.
Hanya satu garis aliran, sebab jika terlalu besar maka ikan-ikan di kolam akan bisa menyusup ke dalam danau, jika begitu, ikan Channa akan langsung datang dan memakan ikan ikan kecil. Asta dan Xabiru tidak mau ada kegagalan. Karena sayang sekali jika benih yang dibelinya malah habis oleh Channa.
Jika dulu, ikan Channa masih sangat kecil, dan ikan lain yang dimasukkan ke dalam juga sama, seukuran. Jadi Asta dan Xabiru tidak khawatir tentang makan memakan ikan lain. Tapi sekarang, berbeda kondisinya. Ikan di danau sudah besar dan pasti akan memangsa yang kecil. Pilihan membuat kolam adalah pilihan paling bagus kali ini.
Setelah selesai membuat kolam dan memasukkan benih ikan ke dalamnya, Asta beralih pada menanam bibit buah dan sayur baru. Di sebelah hamparan buah dan sayur yang sudah siap panen lagi dalam 2 hari.
Setelahnya, Asta dan Xabiru beralih pada ayam-ayam. Xabiru menyuruh Asta agar ayam yang dewasa agar dipotong saja. Karena takutnya keduanya lupa dan ayam ayam tersebut malah menjadi tua, menyebabkan dagingnya alot. Meski di dalam ruang.
__ADS_1
Alhasil, gudang kayu di dalam cincin ruang menjadi penuh. Asta hanya bisa membuat gudang baru dengan jerami bekas memanen padi.
Semuanya selesai 1 jam kemudian.
"Lelah?" Tanya Xabiru pada Asta. Keduanya sudah duduk di atas Padang rumput. Melihati keindahan danau dan semua tanaman yang terjajar rapi.
Asta menganggukkan kepalanya, pikiran dan tangannya pegal. Terlebih pikirannya lelah karena banyaknya kegiatan disini memang memakai pikiran.
Xabiru kemudian membuat Asta tertidur di atas Padang rumput berbantalkan pahanya. Kemudian mengelus kepala Asta dan menyuruhnya tidur. Tapi Asta tidak mengantuk meskipun pikirannya lelah. Alhasil, keduanya hanya mengobrol ringan, merencanakan beberapa pembelian furniture untuk di toserba.
"Ngomong-ngomong, bagaimana jika kita membeli satu set tempat tidur untuk disimpan disini?" Usul Xabiru membuat Asta menyetujuinya dengan cepat. Sebab, meski sejuk, tapi Padang rumput tidak senyaman kasur.
"Beli yang king size. Agar besar, empuk dan nyaman!" Seru Asta menambahkan.
Keduanya lanjut mengobrol. Xabiru malah mengusulkan dengan membuat sebuah rumah kecil saja sekalian di dalam. Agar Asta merasa nyaman berada di dalam.
Asta setuju setuju saja, sebab memang usulnya bagus untuk kenyamanan keduanya. Asta bahkan menambahkan agar Xabiru sekalian membeli ayunan yang terbuat dari jaring agar sesekali ia bisa bersantai di sana, dengan ditalikan ke kedua pohon buah-buahan.
Jadi, tidak perlu ke gunung atau ke tempat wisata. Di dalam juga sangat bisa di tambahi benda-benda baru yang bermanfaat bagi kenyamanan.
*
__ADS_1
*