
*
*
Karena adanya permintaan mendadak dari Teren, Asta dan Xabiru tidak khawatir tentang stok, tapi tentang gudangnya. Juga, kotak kayu yang kurang mencukupi. Jadi, Xabiru dengan cepat memanen sisa panen di belakang halaman, begitu pula Asta.
Setelah dua jam, selesai memanen, Xabiru langsung ke pasar kabupaten untuk membeli kotak kayu tambahan. Ditemani Soni. Sedangkan Asta dengan Hana dan anaknya, menanami kembali halaman belakang dengan benih baru.
Satu jam berlalu, kotak kayu yang dibeli datang bersamaan Xabiru dan Soni yang ikut ke dalam mobil pick up. Sebanyak 600 kotak kayu, 300 tempat telur, dan 300 karung tambahan ia beli. Sebab di rumah sudah ada 600 kotak kayu, 200 tempat telur, dan 350 karung sebelumnya.
Setiap mobil diisi dengan 200 kotak kayu berisi buah dan sayur, 50 kotak telur, dan 100 karung beras, yang telah diisi penuh. Meski ketika di mobil nantinya buah-buah dan sayur dipindahkan ke dalam kotak es, pendistribusian tersebut dilakukan dengan perlahan agar tidak merusak bahan pasokan. Untuk daging dan hewan segar lain, pihak restoran juga menyiapkan wadah khusus.
Setelah sampai, dan menyimpan kotak kayu, tempat telur, dan karung kosong di gudang, Soni kemudian membantu Xabiru mengisi kotak-kotak kayu dengan hasil panen yang ada di halaman belakang. Meski waktu panen lama, tapi khasiatnya sama. Karena air ajaib yang dicampurkan dengan air sumur setiap harinya. Juga, tanahnya, sebelumnya juga disiram lebih dulu dengan air ajaib tanpa campuran air biasa. Jadi, hanya waktu panen dan ketahanan tanaman lebih cepat, yakni sekitar 2 mingguan saja, tidak seperti tanaman yang ada di dalam ruang, sampai satu bulanan.
Meski begitu, Xabiru dan Asta tidak khawatir. Karena restoran Antana's ini laris manis. Belum 2 Minggu bahan yang dikirimkan oleh keduanya, mereka sudah kembali meminta pasokan barang baru. Juga, masih ada lemari pendingin khusus buah dan sayur, jadi semua bahan juga akan aman dalam jangka waktu lebih lama satu Minggu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 sore ketika semuanya selesai di kerjakan. Dan toko juga sudah ditutup oleh para pegawai. Hanya saja, para pegawai juga belum pulang karena masih membereskan toko dan mengisi ulang bahan yang akan dijual esok harinya.
Pun dengan ke 3 keamanan, K1, K2, dan K3 adalah nama panggilan yang Xabiru sematkan ke ketiganya agar lebih mudah. Karena nama ketiganya sangat sulit disebut pelafalannya. Dan dari ketiga kemanan, ternyata K1 lah yang merupakan bos dari dua lainnya, padahal K1 ini mempunyai tubuh kurus, yakni keamanan yang dipilih Asta sebelumnya.
__ADS_1
Asta benar, meski kurus terlihat, tapi kekuatannya adalah yang paling kuat dari pada dua lainnya yang memiliki tubuh besar dan kekar. Kecepatannya apalagi, jangan ditanya. K1 yang paling cepat dan tanggap. Asta tidak salah memilihnya. Selain itu, Asta juga mendapat jackpot karena K1 ternyata bisa melacak orang. Hacker tersembunyi, ia menunjukkan kemampuannya ketika Xabiru menyuruhnya mencari informasi dari beberapa orang yang meminta kerja sama tadi pagi.
Xabiru melakukan hal tersebut karena ia takut ada salah satu di antara orang-orang ini yang merupakan keluarga yang secara alami memang musuhnya. Yakni Alexander. Dan keluarga lama pemilik sebelumnya, Asta.
"Nira sudah pulang?" Ucap Asta bingung, "Kenapa pulang lebih cepat?" Tanyanya kemudian.
"Ada rapat guru, kak. Jadi dipulangkan lebih cepat 1 jam." Ucap Nira seraya tersenyum.
"Aduh, kalau pulang cepat mainlah dulu, siapa tahu lebih dekat dengan teman-teman yang lain." Ucap Asta seraya mengelus kepala Nira.
"Sebenarnya, aku ada membawa teman kemari. Apa boleh diajak masuk, kak?" Tanya Nira takut-takut.
"Aman, kak!" Balas Nira semangat.
Asta mengangguk puas, setiap pagi dan malam Asta selalu membuat susu untuk Nira minum, dan air yang dipakai tentu saja air ajaib di dalam cincin ruang. Kesehatan lambungnya mungkin sudah sembuh sepenuhnya, tapi traumanya ini, kesehatan mentalnya, tidak mudah juga ia sembuhkan. Luka mental tidak sama dengan luka luar. Jadi penyembuhannya juga butuh sedikit waktu lebih lama.
"Yasudah, pergilah, jemput teman-temanmu. Kakak ke dapur dulu buat camilan. Oh ya, gunakan ruang keluarga lantai tiga saja ya. Di lantai dua ada teman kakak iparmu yang menginap. Atau mau main di rooftop juga boleh, jemuran kakak juga sudah diangkat, jadi tidak akan ada yang menghalangi pemandangan." Jelas Asta yang langsung diangguki oleh Nira dengan semangat.
Kamarnya sendiri ada dilantai dua, sama halnya dengan Xabiru Asta, juga Soni Hana. Lantai tiga, masih kosong, tapi ruang keluarga dan lorong lorong sudah terisi furniture dan beberapa lukisan. Di rooftop, Xabiru juga sudah merenovasi ulang dengan menambahkan beberapa meja bundar dan kursi, dibuat senyaman mungkin untuk waktu bersantai. Ada tanaman dan bunga juga di atas. Rooftop sudah ditambah atap-atap transparan, jadi tidak akan kehujanan nantinya jika ada hujan. Sedangkan panas, akan tetap datang karena atap terbuat dari kaca yang sengaja dibeli Xabiru agar dirinya dan Asta bisa melihat langit.
__ADS_1
Jadi meski ditutupi kaca, jemuran Asta akan tetap kering, karena panasnya tetap menyorot ke dalam. Kalaupun tidak kering, Xabiru juga memang menyisakan sedikit ruang di samping kiri agar jemuran bisa lebih tersinari panas matahari.
Nira total membawa 5 teman sekolahnya. 2 perempuan dan 3 laki-laki. Yang ternyata, bukan hanya sekedar main, tapi juga sekalian mengerjakan tugas kelompok.
Asta tidak keberatan, justru senang karena Nira bisa membaur dengan cepat. Temannya juga ramah-ramah, tidak terlihat memandang Nira sebelah mata. Tapi entah, nanti Asta akan menyuruh Xabiru melihat teman-teman Nira. Ia percaya pandangan Xabiru yang tajam dan sensitif.
Setelah memberi camilan pada Nira, Asta kembali turun dan menghampiri Xabiru yang masih menghitung stok di gudang. Soni dan Hana sudah diistirahatkan oleh Xabiru, jadi keduanya sudah diam di ruang tengah.
MelihatAsta yang baru datang, Xabiru langsung memeluknya. Membuat Asta mengernyit. "Ada apa denganmu." Tanya Asta.
"Tidak apa-apa, ingin saja memeluk istriku, tidak boleh kah?" Tanya Xabiru merajuk. Merasa ditolak oleh Asta. Sebetulnya ia rindu, karena kesibukan hari ini lebih padat daripada hari biasanya. Pesanan mendadak membuat Xabiru mau tidak mau bersibuk ria.
"Eyy astaga, aku hanya bertanya. Kemari peluk aku sepuasnya." Ucap Asta kemudian, menarik Xabiru ke dalam pelukannya. Membuat Xabiru terkekeh geli dengan sifatnya sendiri.
"Jangan lama, aku masih harus mengisi stok yang masih kurang." Bisik Asta pada Xabiru.
"Baik, baik, ayo isi kotak-kotaknya dulu." Ucap Xabiru kemudian melepaskan pelukannya, dan mengecup Asta cepat. "Peluknya, lanjut nanti malam." Bisik Xabiru kemudian benar-benar melepaskan Asta.
*
__ADS_1
*